Featured Post

Lipstik Maybelline The Powder Mattes!

Lipstik Maybelline The Powder Mattes ini jujur berhasil menarik rasa penasaranku waktu pertama kali melihat iklannya di Youtube. Matte , Ri...

Monday, April 16, 2018

Nia Ramadhani dan Coachella - Lebay?

Karena saya follow Nia Ramadhani (dan rajin ngellike, OKESIP), otomatis setiap postingan Mbak Nia (ikrib) masuk ke feed Instagram saya. Jujur saya seneng loh waktu dia bikin Instastory #BeyChella yang super duper keren itu. Jadi berasa liat langsung (Iya, Langsung di layar handphone maksudnya). 

Saya juga seneng banget liat style Mbak Nia selama 3 Hari di Coachella. Karena saya (dulu sempat) rajin subscribe di WhoWhatWear.com, saya jadi ngerti dan memahami style kebanyakan orang di Coachella. Bok, seru loh lihat signature style pengunjung Coachella! Memang sebagian besar gayanya boho-chic, penuh dengan lace, fringe, loose jacket, dan crop tops everywhere. Mungkin karena memang udara disana panas, Coachella memang diadakan outdoor kan ya? Jadi pengunjungnya lebih milih untuk baju yang 'terbuka' dan loose supaya lebih santai waktu nonton. Nggak seru kan kalau lagi lompat-lompat angkat tangan terus bau ketek? 

Anyway jangan khawatir yang pake hijab tetep bisa ke Coachella! Check dulu stylenya di Google Search ini ya...

Gue pribadi agak terganggu (baca: KZL) pas baca komen-komen netijen di isntagramnya Mbak Nia. Ada yang bilang dia lebay, ada yang bilang heboh sendiri karena orang luar negeri aja cuma pakai kaos dan celana pendek, dan banyak lagi. Hellaaaaauuuuuuuu! Menurut gue outfitnya Mbak Nia nggak terlihat paling mentereng kok diantara pengunjung Coachella lain. Percaya deh, nggak akan ada yang komen lihat dia pakai outfit itu disana karena hampir semua yang datang (dan niat untuk dandan) pasti akan pakai outfit seperti yang dia pakai. 

Anyway, ini stylenya Nia Ramadhani selama 3 hari di Coachella Fest. Menurut gue pribadi sih, ini keren banget ya! Kalau yang gue lihat juga di sini, outfitnya masih align kok dengan kebanyakan pengunjung Coachella! Coba cek outfit Gigi Hadid. sama loh! Pake hot pants jeans, crop top dan boots! 
taken from Nia Ramadhani Instagram
 
Setelah ngubek-ngubeh artikel Who What Wear.com tentang Coachella, ketemu juga deh artikel tentang Coachella: What to Pack to Coachella 2018. Kalau dibaca, outfitnya Mbak Nia masih sesuai loh: Light weigh top, short denims and western booties! Walaupun fringe nggak disebut-sebut dalam artikel ini, tapi kalau kalian rajin lihat outfit pengunjung Coachella dari tahun ke tahun, pasti khatam banget dengan bagaimana seringnya fringe fashion items digunakan dalam Coachella outfit

Buat yang penasaran bagaimana sih outfit pengunjung Coachella disana - street stylenya? Nah, bisa check ke another article dari WhoWhatWear.com disini ya mengenai Best Celebrity Coachella Outfits dan Coachella Street Style Outfit. Percaya deh, Nia Ramadhani nggak lebay kok pakai outfit seperti itu. 

Analisa bodoh gue, netijen komen sama outfit Mbak Nia karena:
1. Nia udah mama-mama, jadi menurut mereka seharusnya Nia tutup aurat (???)
2. Terlalu terbuka, bagaimana kalau dipandang laki-laki lain yang bukan muhrimnya.
3. Nia jalan-jalan terus padahal anaknya nggak diajak (???)

Jadi sebelum komenin outfitnya Nia selama Coachella, coba browsing-browsing dulu tentang Coachella. Lihat dulu referensi outfitnya. Kalau kita jalan-jalan ke luar negeri, pasti outfitnya kita persiapkan dari jauh-jauh hari, kan? Supaya sesuai dengan kondisi dan musim disana. Kalau mau ke Korea waktu winter, masa kita siapin outfit yang terbuka dan tipis-tipis? Yang ada masuk angin selama di Korea. Jadi nggak salah dong Nia menyiapkan outfit sesuai dengan kondisi negara tujuan dan plan selama disana. 

Masih menganggap outfit Nia Ramadhani selama Coachella lebay? 
*sodorin Aqua 1,5L*

Monday, April 2, 2018

Safi Indonesia: Skincare Halal dengan Research Institute Pertama di Dunia

Pada Hari Jumat, 30 Maret yang lalu saya berkesempatan ikut dalam peluncuran Halal Skincare Brand dari Malaysia yang telah berkecimpung dalam dunia skincare 30 tahun lamanya, yaitu Safi. Jujur waktu pertama kali dengar kata-kata ‘Halal Skincare Brand’ saya agak skeptis: Apa sih yang dimaksud dengan Halal? Karena sepemahaman saya, sebagian besar skincare di Indonesia (atau bahkan semuanya) tidak mengandung Babi (termasuk gelatin) dan Rhum, jadi semua Halal, dong? Trus apa yang membedakan?

Sabar… Akan dijawab dan dijelaskan lebih lanjut sekarang juga shay!

Sebelum acara dimulai, saya sempat melakukan skincheck menggunakan mesin yang dimiliki Safi. Yes, sebagai halal research institute pertama di dunia, Safi ini cukup hi-tech! Salah satu beauty influencer yang juga menjadi narasumber pada talkshow yang diadakan siang itu, Irna Dewi, sempat menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi Safi Research Instutite di Malaysia. Safi bahkan memiliki 100 scientiest yang ditugaskan mencari formula skincare yang paling tepat untuk kulit Asia.

Trus, gimana hasil skinchecknya?



Seperti yang bisa dilihat diatas, usia kulit saya 4 bulan lebih tua dari usia saya. Masalah paling besar sebenarnya ada pada UV Moisture dan UV Spot, yakni hampir 3 tahun lebih tua daripada aslinya. Sedih sih, karena saya secara rutin sudah menggunakan sunblock loh, setiap hari! Tetapi memang kadang2 moisturizer suka diskip karena nggak sempat.

Nah oleh Beauty Agent Safi, selain dijelaskan mengenai kondisi kulit saya, saya juga dijelaskan mengenai produk-produk yang cocok untuk kondisi kulit saya ini, salah satunya adalah Safi Age Defy - Water Gold Essence. Tanpa banyak bicara, akhirnya pilihan saya tertuju pada Si Essence ini.


Kembali ke laptop, acara dibuka dengan pembukaan dari Mr. Dwaraka, Skincare Category Director of Unza Vitalis dan dilanjutkan oleh talkshow. Talkshow diisi oleh 3 narasumber, yakni Nindita Ariendya dari Safi Indonesia dan Irna Dewi serta Cheryl Raissa sebagai beauty content creator. Selain menjelaskan tentang produk Safi, Cheryl dan Irna juga menjelaskan mengenai pentingnya penggunaan skincare semenjak usia remaja. Irna Dewi menambahkan, bahwa memasuki usia 30 akan banyak perubahan yang terjadi, sehingga sangat penting apabila perawatan kulit dimulai dari usia dini.


Cocok banget dengan range produk Safi. Safi Indonesia sendiri saat ini memiliki 3 range produk, White Natural yang ditujukan untuk remaja, White Expert yang ditujukan untuk usia 25 tahun keatas serta Age Defy, yang ditujukan untuk usia 29 tahun ke atas.

Safi White Natural

White Natural ini mengandung Mangosteen dan Grapefruit, yang tujuannya untuk merawat kulit remaja supaya tidak kusam, mencerahkan dan melembapkan kulit. Produk natural whitening ini cocok untuk remaja yang aktif, karena produknya ringkas (hanya terdiri dari cleanser dan moisturizer), sehingga lebih ringkas dalam digunakan.

Safi White Expert

Berbeda dengan produk White Expert. Karena kebutuhan kulit yang semakin banyak seiring dengan bertambahnya usia, Safi White Expert memiliki rangkaian skincare yang lebih kompleks. Rangkaian White Expert yang memiliki main ingredient Habatussauda dari Afrika Utara ini memiliki 2 jenis produk Cleanser yakni Purfying Cleanser dan Deep Exfoliator. Hal ini disebabkan karena semakin ‘matang’, regenerasi kulit juga semakin menurun sehingga adanya deep exfoliator diharapkan dapat mengangkat sel kulit mati tanpa merusak kulit. Oh iya, buat kalian yang melakukan double cleansing, jangan khawatir rangkaian ini juga memiliki Make Up Remover dan 2in1 Cleanser & Toner. Untuk Essence, rangkaian ini memiliki Ultimate Essence yang digunakan setelah menggunakan toner Skin Refiner dari Safi White Expert juga. Untuk moisturizer, ada 2 jenis, yakni day cream dan night cream.

Safi Age Defy - the best thing dari Grand Launching Safi Indonesia di Kota Kasablanka, bundle package dan mini size! Oh iya, diskon semua produk 15% *happy*

Untuk kita yang usianya 29 tahun keatas, kita bisa menggunakan Safi Age Defy. Kalau dilihat dari warna packagenya, bisa ditebak dong ingredient utama dari Age Defy ini apa? Yap, Age Defy ini mengandung ekstrak emas! Tapi nggak usah khawatir, ekstrak emas ini berbentuk nano, partikel yang sangat kecil sekali dan aman untuk digunakan di kulit. Nggak usah khawatir ekstrak emas ini masuk ke dalam kulit ya, karena dia merawat kulit dari luar kok! Age Defy juga mengandung protein sutera, yang mengandung 18 jenis Amino Acid yang membantu melindungi kulit, memelihara kelembapan kulit dan kelembutan kulit wajah.

Untuk rangkaian produk, sebenarnya hampir sama jenisnya dengan White Expert, tetapi ada 1 produk yang menurut saya paling stand out diantara produk-produk lainnya, yakni Age Defy Gold Water Essence. Produk ini adalah produk yang pertama kali saya lihat (dan coba!) ketika mampir ke booth Age Defy pada saat launching.

Safi Age Defy Gold Water Essence ini berfungsi untuk memelihara struktur kulit, tidak hanya di bagian luarnya aja tetapi juga bagian dalam kulit. Gold Water Essence ini juga mengandung Bio Hyaluronic, yang berfungsi menjaga kelembapan kulit yang secara tidak langsung dapat menjaga peremajaan kulit. Oh iya, Gold Water Essence ini benar-benar mengandung ekstrak emas, loh, jadi bisa membuat efek glowing secara instan!


Tekstur dari Gold Water Essence ini cair tetapi agak menyerupai gel. Yang paling saya sukai dari Gold Water Essence ini adalah walaupun 'basah', tetapi teksturnya sangat ringan sehingga gampang banget terserap di kulit. Nggak sampai 5 menit, kulit saya sudah siap untuk 'ditimpa' dengan step skincare berikutnya. Dan bener banget, kulit berasa lembap banget setelah menggunakan ini.

Ingredients dari Safi Age Defy Gold Water Essence

Jadi, kenapa harus Halal?

Menggunakan skincare dan kosmetik halal menurut saya adalah pilihan. Apabila kita aware dengan apa saja yang kita konsumsi, bukan cuma yang kita makan tetapi juga segala macam yang masuk ke dalam tubuh kita termasuk skincare, hal tersebut adalah perbuatan baik yang kita lakukan untuk tubuh kita. Sebagai contoh, dengan menggunakan skincare yang berbahan natural dan alami seperti Safi, walaupun perubahan dalam wajah kita tidak secepat apabila kita menggunakan skincare berbahan kimia, tetapi dampak jangka panjangnya akan lebih baik untuk tubuh dan wajah kita.

Begitu pula dengan Halal. Konsep halal yang dibawa Safi Indonesia ini tidak main-main. MUI bahkan bertandang ke Pabrik Safi di Malaysia untuk melihat proses pembuatan skincare, mulai dari bahan-bahan yang digunakan hingga proses yang dilakukan untuk menghasilkan suatu barang. Apabila diantara proses tersebut terdapat hal-hal yang melanggar syariat Islam, maka sertifikasi Halal tidak bisa diberikan oleh MUI. Alhamdulillah, pada 29 Maret 2018 yang lalui MUI secara resmi memberikan sertifikat Halal tersebut kepada Safi Indonesia.


TERUJI SECARA KLINIS!
Tidak semua perusahaan skincare memiliki research institute sendiri. 100 Scientist yang bekerja dibawah Safi Research Institute bekerja terus menerus untuk memformulasikan produk yang paling cocok tidak hanya untuk wanita Malaysia dan Indonesia tetapi juga wanita Asia. Produk yang akan diluncurkan pun juga telah teruji kualitas, khasiat dan efektivitasnya. Sebagai institut halal pertama di dunia, ilmuwan di Safi Research Institute akan terus berusaha memahami keinginan perempuan di Indonesia dengan memberikan produk natural, halal dan berkualitas tinggi.


Di akhir acara, Safi Indonesia memberikan goody bag berisi beberapa produk-produk basic Safi Indonesia, mulai dari White Natural, White Expert hingga Age Defy. Yes, termasuk Age Defy Gold Water Essence. Sayangnya karena cleanser dan moisturizer masih banyak (maklum, dalam program #1emptie1newbie shay!), yang dicoba dan digunakan dalam skincare step baru si Gold Water Essence ini. Sepertinya yang akan digunakan setelah Gold Water ini adalah Age Defy Cleanser dan Ultimate Essence dari White Expert deh LOL.


THANK YOU SO MUCH SAFI INDONESIA!
Alhamdulillah, #SafiAdaUntukKita!

Thursday, March 29, 2018

Review: L'oreal Paris Micellar Water


Sebenarnya saya sudah pernah mereview secara singkat di Instagram tentang L'oreal  Paris Micellar Water 3in1 Moisturizing (Pink) ini, jadi ketika saya dapat lagi dari 1 Set  Micellar Water saya senang sekali! Selain karena micellar water yang saya punya sudah habis dan belum sempat beli (saya jarang banget menggunakan micellar water, karena lebih sering pakai cleansing oil), saya jadi bisa mencoba micellar water favorit saya dengan varian yang berbeda, yakni L'oreal Paris Micellar Water 3in1 yang Refreshing (Biru).


Sebenarnya apa sih hal yang saya suka dari micellar water ?

Kalau menurut saya pribadi, L'oreal  Paris Micellar Water ini salah satu micellar water yang bagus. Selain bisa membersihkan makeup (dan nggak perih di mata!), micellar water ini juga aman ketika dipakai di kulit saya. Pengalaman saya ketika beberapa kali pakai micellar water merek lain, beberapa kali juga kulit saya berubah jadi super kering dan iritasi. Alhamdulillah banget saya berhasil menghabiskan 1 botol  Micellar Water 3in1 Moisturizing tanpa ada kendala berarti (ceileh). Walaupun kulit bersih, tetapi tetap sehat dan yang paling penting nggak bikin kering dan dry patches. 

Ini yang menurut saya jadi nilai plus Produk Micellar Water dari L'oreal Paris ini. Karena  juga memiliki rangkaian produk skincare, jadi ketika meluncurkan produk pembersih tidak hanya poin cleansing yang menjadi fokus tetapi juga kesehatan kulit yang menjadi prioritas. Karena kalau kulit kita bersih dari makeup dan polusi tetapi skin barrier-nya rusak, produk apapun yang kita pakai nggak akan terlihat maksimal di kulit. Selain itu, produk ini juga bebas dari alkohol dan pewangi sehingga cocok untuk kulit sensitif.


Setelah baca-baca tentang L’oreal Paris dan micellar water ini, saya baru tahu bahwa L’oreal menggunakan teknologi The Magic Micelles dalam memformulasikan produk ini. Yang pertama adalah teknologi micellar, dimana partikel pembersih bergabung menjadi lingkaran micellar dan menangkap kotoran mati, sisa make-up dan kulit mati. Kemudian untuk menjaga kelembapan kulit, L’oreal Paris menggunakan Hydrating Agents, yakni Glycerin. Fungsi Glycerin ini adalah melembapkan wajah dan melindungi dari kekerangan berlebihan, yang bisa menimbulkan dehidrasi pada kulit. 

Micellar water dari L'oreal Paris ini  sendiri ada 2 macam:

1. 3in1 Moisturizing
Diperkaya dengan Rose Water Extract, yang lebih cocok untuk kulit yang cenderung kering dan kombinasi.  Very very hydrating!
2. 3in1 Refreshing
Bahan utamanya adalah Fresh Mountain Water! Lebih cocok untuk kulit berminyak dan kombinasi. Membuat kulit bersih dan ‘matte’, tetapi nggak bikin dehidrasi! 

Buat kalian yang nggak menggunakan make-up dalam daily basis, jangan senang dulu! Bukan berarti kalian nggak memerlukan cleansing lho! Kalau kalian rajin menggunakan sunscreen, double cleansing itu sangat penting banget supaya sunscreen kita gunakan benar-benar bersih dari kulit. Selain itu, walau kalian nggak menggunakan sunscreen (sangat amat tidak disarankan please!) micellar water ini bisa mengeliminasi segala sisa-sisa kotoran yang menempel pada permukaan kulit. 


Memang apa manfaatnya kalau kulit kita bersih?

Selain lebih enak dipandang dan lebih sehat, kulit yang rajin dibersihkan juga akan lebih terlihat glowing, radiant dan lebih cerah! Percaya atau tidak, kulit saya setelah rajin menggunakan skincare (yang mana kunci utama adalah double cleansing) walaupun nggak seputih Rianti Carthwright tetapi jauh lebih cerah dibanding waktu saya tidak menggunakan skincare. Selain itu, kalau menggunakan make-up juga lebih menempel karena kulit yang sehat biasanya teksturnya lebih ‘make-up friendly’ dibanding yang tidak. 

Micellar water ini biasanya saya gunakan sebagai opsi dalam first cleanser, terutama kalau sedang menggunakan light make-up. Kalau lagi heavy make-up bagaimana? Kalau lagi rajin saya malah kadang-kadang triple cleansing, karena cleansing oil favorit saya sering pedih kalau diaplikasikan di mata sehingga saya lebih suka menggunakan micellar water untuk membersihkan make-up terlebih dahulu, baru kemudian cleansing oil dan cleanser untuk kebersihan wajah maksimal (ceileh). 

Micellar Water ini dijual dengan harga Rp 129.000,- di department store yang ada counter nya, seperti Matahari Department Store, Centro dan Sogo. Selain itu kamu bisa memperoleh produk ini di drugstore seperti Watsons dan Guardian. Jangan khawatir, buat kalian yang susah dan nggak sempat datang ke mall, bisa kok membeli produk-produk ini di ecommerce seperti Lazada dan Sociolla!

Tips:
Rajin-rajinlah mampir ke drugstore favorit kamu, karena kadang-kadang L'oreal Paris memberi spesial price untuk produknya disini: Micellar Water dijual dengan harga super bargain! 

Monday, March 12, 2018

My Sunscreen Journey Part.1

Saya sebenarnya paling malas pakai sunscreen. Selain karena membuat kulit jadi berminyak, bedak jadi luntur dan seribu alasan lainnya, saya merasa nggak 'butuh' dengan sunscreen. Tetapi setelah tahu pentingnya pakai sunscreen (selain untuk kesehatan kulit kita karena bahayanya ekspos sinar matahari ke kulit melalui UVA dan UVB that will lead to skin cancer, ternyata UVA dan UVB juga dapat menyebabkan hiperpegmentasi dan penuaan dini), saya memutuskan untuk mencoba-coba sunscreen

Hiperpegmentasi sendiri adalah suatu kondisi pada kulit yang disebabkan oleh peningkatan melanin, zat dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit (pigmen). Efek ini dapat menimbulkan munculnya spot hitam pada kulit, yang nantinya akan berdampak juga pada penuaan dini pada kulit. Sedih, kan kalau kita sudah merawat kulit semaksimal mungkin dengan skincare yang nggak murah tetapi nggak ngefek karena kita nggak pakai sunscreen

And here are my sunscreen journey!

----------------------------------------------------

⭐⭐
Suncreen pertama yang saya coba adalah Neutrogena Ultra Sheer Dry-Touch Sunscreen, SPF 70, yang dengan sukses membuat saya nggak mau pakai sunscreen lagi dalam waktu yang cukup lama. Awalnya penasaran karena SPF yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibanding produk-produk sunscreen yang biasa saya lihat. Tetapi ujung-ujungnya no thank you, deh! Saya akhirnya menggunakan produk ini waktu liburan ke Bali, karena memang selain disana sinar mataharinya super panas banget, saya pikir daripada saya beli sunscreen lagi lebih baik memanfaatkan yang ada, ya kan? 
Teksturnya terlalu tebal, dan terlalu white cast ketika dipakai, plus: bikin kulit jadi berminyak! Tapi kesalahan bukan pada produknya sih, sepertinya memang kulit saya yang nggak terlalu cocok dengan tekstur yang terlalu tebal. Apalagi kalau sudah pakai skincare, bisa dibayangkan senggaknyaman apa kan kulit saya kalau masih ditumpuk sunscreen bertekstur tebal. 
----------------------------------------------------
⭐⭐⭐⭐⭐
Sunscreen kedua yang berhasil membuat saya jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan sunscreen itu sendiri (ceileh) adalah Etude House Sunprise Mild Airy Finish. Mba Ira dari Bening Bersinar yang juga member Female Daily Network yang menyarankan ke saya untuk mencoba sunscreen dari Asia (specifically Korea), karena teksturnya kemungkinan lebih cocok untuk digunakan di kulit Asia dibanding sunscreen dari Amerika. And she's right!!! Teksturnya lembut banget, cepat menyerap dan benar-benar nggak berasa pakai sunscreen, deh! Memang sih formulanya watery banget, tapi enak banget karena cepat menyerap. Pernah merasa 'keringetan' nggak sih kalau menggunakan skincare? Nah, sunscreen ini sama sekali nggak membuat keringetan. Bener-bener TOP, deh! 
Sayangnya saya nggak sempat menghabiskan produk ini karena tante saya minta saya untuk beli baru dan Sunprisenya buat dia aja (bebas yah tante sayaaaa!). Tapi overall saya puas dan suka banget sama produk ini. 
----------------------------------------------------
⭐⭐⭐⭐
Biore UV Aqua Rich. 
Ini waktu awal-awal mulai jatuh cinta sama sunscreen jadi suka impulsif kalau lihat ada yang buka jastip. Waktu Fika aka MrsDelonika buka jastip Singapore dan ada produk ini langsung penasaran dan titip! Produk ini juga nggak kalah OK dibanding sunscreen lainnya, dan asyiknya lagi sekarang Biore UV sudah hadir di Indonesia dengan harga yang lebih ekonomis dibanding harga kalau titip beli di Singapura atau Malaysia. 
Tekstur Biore UV ini sendiri cukup ringan, dan mudah diaplikasikan plus nggak white cast. Sayangnya saya agak terganggu setiap pakai ini karena muka jadi agak keringatan, walaupun sebenarnya bukan masalah besar juga sih. Akhirnya Biore UV Sunscreen ini saya hibahkan ke sahabat saya, dan  so far dia cocok banget menggunakan produk ini. 
----------------------------------------------------
⭐⭐⭐⭐⭐
Produk Skin Aqua Sarafit UV Watery Spray ini salah satu hasil impulsif titip sama Fika juga. Penasaran, memangnya sunspray itu bagaimana sih cara pakainya, dan karena saya pengguna Go-Jek setia (selama jarak tempuh 25km bisa dilalui, saya mah hayuk aja!) saya pikir lumayan juga kalau bawa sunspray kemana-mana karena kalau sudah siang dan perlu touch-up sunscreen tinggal semprat-semprot aja. Produk ini melindungi kulit dari UVA dan UVB, dan merupakan sunscreen berjenis PA++++.
Sarafit ini jadi salah satu holygrail saya, yang saya bawa kemana-mana dan hampir selalu ada di tas saya. Ringan banget dan nggak whitecast walaupun disemprot diatas muka ber-makeup. SPF-nya pun 50, jadi nggak perlu khawatir muka gosong walau siang-siang naik gojek. Harganya pun nggak terlalu mahal, kalau nggak salah sekitar Rp170.000,- kalau dirupiahkan. Sayangnya sih ya, walaupun Skin Aqua sudah ada di Indonesia, produk ini belum masuk di Indonesia. Semoga nanti kalau masuk ke Indonesia harga jualnya nggak terlalu mahal ya!
----------------------------------------------------
⭐⭐⭐
Kalau produk ini saya masih pakai hingga sekarang, tetapi biasanya saya pakai kalau di meja rias tidak tersedia produk sunscreen lain selain ini. Atau kadang kalau saya terlalu malas mengaplikasikan sunscreen, jadi saya pakai L'oreal UV Perfect Aqua Essence City UV Mist SPF 50. Produk ini dapat melindungi wajah dari UVA, UVB dan Long UVA. Long UVA sendiri adalah passive exposure, jadi sinar matahari nggak langsung menyinari kita tetapi ternyata berbahaya banget buat kulit karena dapat menyebabkan hiperpergmentasi (penyebab utama munculnya spot hitam). 
Sebenarnya saya suka loh sama produk ini. Sayangnya produk ini setiap disemprot baunya mirip banget sama hairspray, jadi setiap pakai saya kudu tahan-tahan nafas kalau nggak bakal terganggu banget dengan baunya. 
----------------------------------------------------
Yang terakhir, gambar dulu ya.. Review Menyusul dalam postingan terpisah. Karena untuk produk terakhir ini saya bahkan udah repurchase saking cintanya saya sama produk ini. 
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
*They deserve alot of stars!!!!!!! 
10 out of 5 deh ini HAHAHHAHAA
----------------------------------------------------

Oh iya, SPF 30 bukan berarti dua kali lipat lebih melindungi kulit dibanding SPF15 loh, jadi sebelum membeli sunscreenbuat yang penasaran tentang SPF, bisa baca artikel ini ya...

Wednesday, January 17, 2018

L'oreal Pure Clay Mask is coming to Indonesia!

Sekitar sebulan yang lalu, @femaledailynetwork mengirimkan saya produk yang sudah pernah saya coba versi luar negrinya : L'oreal Pure Clay Mask! Nggak tanggung-tanggung, ada 3 varian yang saya terima: Anti-Pores, Illuminating dan Detoxify. 


HAPPY?

Pastinya! Saya pernah mencoba 1 varian versi USA-nya dengan varian Exfoliating & Refining, yang harganya dibanderol US$ 12.9 dengan harga rupiahnya setelah shipping dan tax sekitar Rp 249.000,- di @kailieshoppe. Waktu saya melihat produk ini dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp 179.000,- an di beberapa drugstore (Watsons, Guardian) dan department store yang menjual L'oreal di Indonesia, jujur saya senang sekali karena dari segi harga sangat amat jauh lebih murah daripada kalau beli di counter L'oreal luar negeri. 

3 varian L'oreal Pure Clay Mask: Illmuminating - Anti-Pores - Detoxify

Favorit saya tentu saja si Detoxify, karena teksturnya beda dari 2 masker lain (Illuminating dan Anti Pores). Kalau Illuminating dan Anti Pores teksturnya lebih ke clay, detoxify ini campuran antara clay dan mud - lebih cair! Detoxify ini paling cocok untuk kulit kusam, dan seperti charcoal mask pada umumnya, ada sensasi tingling ketika dipakai tapi cuma beberapa detik awal aja sih setelah itu aman! 

Pemakaian seluruh masker ini sendiri sama, didiamkan selama 10 menit, kemudian dibilas dengan menggunakan air (sebaiknya air hangat ya). Saya sendiri untuk varian detoxify biasanya saya diamkan 15 menit. Hal ini disebabkan karena teksturnya lebih muddy dibanding 2 varian lain, masker ini lebih lama keringnya dibanding 2 masker lainnya, jadi biasanya saya tunggu sampai seluruh bagian kering baru saya bilas dengan air hangat. Oh iya, khusus untuk Anti-Pores, biasanya saya lanjutkan dengan menggunakan exfoliating toner karena biasanya masih ada sisa-sisa komedo di sekitar hidung yang belum ikut terbilas. 

1) Varian Illuminating

Varian Illuminating ini memiliki bahan utama British Kaolin Clay. Fungsinya adalah untuk mengatasi kulit kusam dan lelah, serta untuk menghilangkan sel kulit mati. Illuminating ini juga menggunakan lemongrass extract yang bisa digunakan untuk kulit kasar dan kusam, dan memberikan hasil instan untuk kulit kamu. Cocok banget buat yang mau wawancara kerja, supaya pas keesokan harinya wajah lebih cling!


2) Varian Detoxify

Detoxify ini menggunakan North American Montmorillonite Clay dan Japanese Activated Charcoal sebagai bahan utamanya. Varian ini bisa digunakan untuk mengatasi kulit kusam yang disebabkan karena debu polusi yang masuk ke lapisan kulit, sehingga kotoran-kotoran dan sebum yang ada di kulit bisa teratasi dan kulit akan menjadi lebih cerah. Nggak heran kan, kalau ini jadi masker favorit saya, secara saya adalah gojek addict LOL. 


3) Varian Anti-Pores

Varian terakhir, Anti-Pores, seperti namanya berguna untuk mengatasi masalah pori-pori dalam wajah dan bisa menghaluskan (baca: mengecilkan) pori-pori kita. Varian ini menggunakan Moroccan Lava Clay dan Rosemary Extract sebagai bahan utamanya. Varian ini sendiri juga bisa digunakan untuk mengontrol minyak berlebih, lho! Nah, Buat yang demen make-up mungkin varian ini bisa digunakan untuk mempersiapkan wajah kita sebelum make-up-an. Tapi jangan lupa dicombine dengan produk hydrating ya, misal masker atau sleeping mask, karena ditakutkan bisa membuat kulit kita tambah kering. 


Saya sempat membaca review dari beberapa teman yang menyebutkan bahwa varian Anti Pores nggak cocok di beliau dan bikin kulitnya jadi super kering. Well, karena kulit saya cenderung rewel - kombinasi tapi mudah banget dehidrasi - tentu Anti Pores ini sama reaksinya di saya. Untuk mengatasi hal ini, saya beberapa kali melakukan multi masking dengan menggunakan masker ini pada area2 tertentu saja, misal Anti Pores di bagian hidung, Illuminating di sekitar Pipi (yang gampang dehidrasi) dan Detoxify di dahi dan dagu. Plus biasanya saya tambah pakai Masker Lush yang The Sacred Truth, karena baca2 reviewnya bagus untuk hydrate kulit. Mix and Mask ini bisa dilakukan sesuai kebutuhan ya, untuk referensi tambahan bisa dilakukan seperti infografis dibawah ini yah.


Masker ini bisa dgunakan masker ini 2-3x seminggu ya... Walaupun begitu buat kulit yang kering, varian Illuminating bisa kamu gunakan tanpa perlu ragu karena jenis clay yang digunakan yaitu caolin clay merupakan jenis clay yang paling gentle kok untuk kulit wajah. 

Oh iya, kalau dibandingkan dengan versi USA, masker L'oreal Pure Clay Mask versi Indonesia ini sama banget keunggulannya! Jadi buat yang biasa menggunakan Pure Clay Mask versi L'oreal USA, jangan khawatir manfaatnya sama banget dan kualitasnya pun nggak kalah dibanding versi luar negeri.   

R.E.V.I.E.W
  • Repurchase? 
    • YES!
  • Score?
    • Detoxify      : 5.0/5
    • Anti-Pores   : 3.9/5
    • Illuminating : 4.6/5


Friday, January 12, 2018

The Big Bang Theory!

Walaupun saya jatuh cinta setengah mati sama Big Bang, tapi blog post kali ini saya persembahkan untuk The Big Bang Theory alias TBBT. 

The Big Bang Theory ini latar belakangnya adalah kisah 4 sahabat yang super pinter tapi nerd: Leonard, Howard, Rajesh dan Sheldon. Mereka berempat ini adalah scientist di salah satu universitas di Pasadena, LA. Leonard satu apartemen bareng Sheldon, sedangkan Howard tinggal bareng ibunya - yang hobinya teriak-teriak kalau ngobrol. Rajesh lulusan PhD yang asalnya dari India, dapet izin kerja di US dan orang tuanya super kaya jadi punya apartemen sendiri di sini. Mereka berempat super nerd dan super aneh, bahkan Raj (panggilan Rajesh) nggak bisa ngobrol sama cewek kalau nggak mabok dulu. 

Taken from CBS.com

Cerita dimulai ketika ada cewek 'the girl next door' yang super hawt, Penny, pindah ke apartemen seberang mereka. Leonard langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat Penny, dan menawarkan makan malam di apartemen mereka sebagai 'welcome gift' as a goof neighbour. And they became bestfriends ever since.


Tokoh favorit saya di The Big Bang Theory tidak lain tidak bukan adalah SHELDON COOPER! Very nerdy, awkward, dan hygiene-freak! Banyak hal yang menjadi phobia Sheldon, salah satunya adalah berpelukan - yes, Sheldon ini anti-intimasi. Jangankan berpelukan, high five aja dia nggak mau. Selain itu, Sheldon punya hot seat alias kursi khusus yang hanya bisa digunakan oleh Sheldon di apartemennya. Alasannya?
  • "in the winter that seat is close enough to the radiator to remain warm, and yet not so close as to cause perspiration. In the summer it's directly in the path of a cross breeze created by open windows there, and there. It faces the television at an angle that is neither direct, thus discouraging conversation, nor so far wide to create a parallax distortion." - Sheldon Cooper di Pilot Episode, Season 1 TBBT (source: here)
  • "faces the television at a direct angle allowing me to immerse myself in entertainment or game play without being subject to conversation" - Season 3 TBBT (source: here

Sheldon ini juga nggak memahami sarkasme. Di season pertama, ada beberapa adegan dimana Penny menimpali ucapan Sheldon dengan ungkapan sarkasme, yang kemudian ditimpali oleh Sheldon dengan jawaban ilmiah ala Sheldon. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Sheldon mulai memahami sarkasme (he learns from Penny!) dan mulai bisa menimpali candaan orang disekitarnya dengan tepat. 

Hubungan yang sangat unik terjadi antara Sheldon dan Penny. Walaupun usianya tidak muda lagi, Sheldon ini lebih tepat disebut sebagai childs trapped in a man's body - anak-anak yang terperangkap dalam tubuh pria dewasa. Saking lugunya, Sheldon bahkan pernah melihat anggota tubuh sensitif Penny tanpa merasa apapun. Hubungan mereka sendiri lebih seperti kakak dan adik, bahkan Sheldon lebih dekat dengan Penny ketimbang dengan saudara kembarnya sendiri. Lucunya sendiri, Penny seringkali jadi objek candaan Sheldon karena kemampuan akademisnya yang sangat jauh dibawah Sheldon. Ada satu adegan dimana Sheldon dan Penny bermain flash card, dimana Sheldon harus menebak hal-hal yang sedang populer seperti band, film dan artis, sedangkan Penny harus menebak nama-nama senyawa ilmiah. So hillarious!


Oh iya, keempat nerds ini sangat mencintai komik, game Dungeon and Dragons dan Star Wars. Ada satu adegan dimana mereka nonton premiere Star Wars, dan setelah menonton mereka kelihatan seneng banget - bahkan mereka tidak bisa berhenti senyum ketika film selesai. Leonard dan Sheldon juga pernah hampir ditangkap polisi karena masuk ke rumah George Lucas tanpa izin. 

Anyway, The Big Bang Theory ini ada di IFLIX lho! Saya berhasil nonton 9 season dari TBBT di IFlix dalam waktu beberapa minggu, saking lucu dan serunya serial ini. Mari nonton!

Related Posts with Thumbnails