Featured Post

Ayo Liburan bersama PegiPegi!

Berhubung kemarin tanggal 26 Oktober saya dan suami merayakan anniversary yang kelima, beberapa kali kami sempat mendiskusikan tentang renc...

Tuesday, December 12, 2017

Bio Oil, My Skin Saviour

Sebagai newbie dalam dunia per-skincare-an, saya sering banget mudah tertarik dengan skincare baru yang membawa embel-embel radiance, refine pores - yang biasanya akan membawa saya pada produk peeling yang tentu saja mengandung acid. Selain itu, saya juga mudah banget tertarik dengan pembersih muka yang membawa klaim clogging pores. Sayangnya semua produk tersebut cenderung membawa minyak di wajah - yes, minyak yang memang diproduksi wajah kita untuk menjaga kelembapan alami di kulit, sehingga untuk kulit yang cenderung kering, wajah saya mudah banget dehidrasi. 

Sedih, ya! Kulit saya jarang banget jerawatan kecuali kalau lagi hormonal breakout, tetapi kalau kena produk yang 'agak keras' langsung ngambek dan dehidrasi. Dehidrasi ini selalu muncul di pipi kanan bawah, kulit saya jadi mengelupas dan kasar banget, kadang-kadang serabut-serabut kulitnya suka muncul (serem nggak, sih?). Walaupun begitu kalau kena toner atau facial wash bagian ini nggak perih sama sekali. 

Waktu diinfo mama saya tentang Bio Oil ini, saya agak skeptis sih. Setahu saya Bio Oil ini lebih banyak berfungsi untuk stretchmarks dan bekas luka. Setelah menilik lebih banyak, saya baru tahu bahwa Bio Oil ini juga bisa digunakan di wajah untuk mengatasi uneven skin tone, penuaan dini dan dehidrasi pada kulit. Ternyata Bio Oil ini memang spesialis perawatan kulit, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. 

Selain itu, karena produknya hadir tidak hanya dalam ukuran besar tetapi juga dalam ukuran travel size yakni 25ml, Bio Oil juga mudah dibawa kemana-mana. Mama saya sempat bercerita mengenai pengalamannya membawa Bio Oil ke Jepang seminggu yang lalu. Karena udara disana sangat dingin (hampir 1 derajat!), kulit jadi mudah kering. Untuk mengatasi hal ini, Mama saya menggunakan Bio Oil 2 kali sehari yakni setiap pagi dan malam hari. 


Menurut mama saya, sebelum menggunakan skincare seperti serum, pelembab wajah dan sunscreen (pada pagi hari), mama saya memijat wajahnya dengan Bio Oil ini. Sambil dimassage, perlahan produk dioleskan ke wajah hingga meresap, baru deh menggunakan rangkaian perawatan lainnya. Begitu pula apabila kulit wajah dirasa kering ketika sedang jalan-jalan, mama saya juga mengoleskan Bio Oil ini ke wajah, sebelum kemudian reapply sunscreen. Oh iya, mama saya ini jarang banget dandan kecuali kalau kondangan, sehingga ketika reapply tidak begitu masalah untuk beliau karena tidak perlu dandan ulang. Beliau sih cukup puas dengan hasilnya ya, karena selain kulit tidak dehidrasi selama travelling, kulit juga semakin kencang. 

Bio Oil memiliki 3 size, yakni 125ml dengan harga berkisar antara Rp 200.000,-, 60ml dengan harga Rp 125.000,- dan Rp 25ml dengan harga Rp 60.000,-. Ukuran yang paling kecil ini selain ringkas juga tepat banget buat yang penasaran dan mau mencoba produk ini. Jangan lupa sering-sering mampir ke drugstore langganan ya, karena mama saya berhasil membeli produk ini waktu diskon 25%!

Saya sendiri baru menggunakan Bio Oil satu minggu belakangan. Waktu mengetahui kulit saya dehidrasi lagi, saya langsung panik dan bertemulah dengan produk ini. Beberapa tahun yang lalu saya pernah menggunakan produk ini untuk membantu menghilangkan bekas luka di kaki saya, dan it really works! Makanya waktu membaca bahwa produk ini cocok untuk kulit dehidrasi, saya agak skeptis: masa sih produk ini selengkap itu fungsinya?

Untuk mengatasi kulit dehidrasi, uji klinis Bio Oil menyebutkan bahwa dalam tiga hari pemakaian produk ini dapat mengurangi tingkat kekeringan dalam kulit. Pasca penggunaan Bio Oil selama 2 kali sehari setelah 1 minggu, it really shows improvement, sayangnya karena saya lupa foto before after jadi perbandingannya tidak terlihat. Hingga saat ini kulit saya masih dehidrasi, tetapi sudah jauh sangat membaik dibanding seminggu yang lalu. Kulit yang mengelupas sudah tidak ada, tetapi masih ada bagian kecil di kulit saya yang sangat kasar dan kering banget. Oh iya, sedikit disclaimer dari saya, Bio Oil ini tidak boleh digunakan pada kulit dengan luka terbuka dan kulit yang rusak ya! Kulit wajah saya yang dehidrasi hingga saat ini tidak mengalami iritasi sehingga masih aman untuk mengaplikasikan Bio Oil di sekitarnya. 

Hingga saat ini saya masih secara rutin menggunakan Bio Oil. It shows improvement on my skin, dan saya yakin kalau saya menggunakan produk ini secara berkala perlahan pasti dehidrasi saya akan hilang dan kulit saya akan kembali sehat lagi. Oh iya, untuk membantu pemulihan kulit dehidrasi mungkin bisa menghindari produk-produk yang berbentuk clay, karena produk yang berbentuk clay biasanya akan menarik kotoran-kotoran yang ada dalam kulit kita, termasuk minyak yang ada di kulit, sehingga akan menyebabkan kulit tambah kering. Pastikan menggunakan toner, serum, moisturizer serta masker yang memiliki extra hydration, termasuk Bio Oil ini. 

COMMITMENT!

Buat yang masih penasaran dengan review Bio Oil, bisa mampir ke Female Daily ya! Bio Oil ini memenangkan Female Daily Best of Beauty Awards tahun 2016 lho! Silakan cari reviewnya disini ya..

#BioOilXFD #BioOilInspiresYou  #BioOil25ml

 

Monday, November 27, 2017

LOTD: Maybelline The Powder Mattes!

Birthday Comes Early?

LIPSTICK!
Me and Lipstick are always have love hate relationship! Pasca kegandrungan akut dengan skincare, dompet saya kurang bisa mentolerir kecintaan saya dengan lipstik sehingga jumlah lipstick 'baru' yang saya punya selama 1 tahun (well, OK -  6 Bulan) belakangan literally bisa dihitung pakai 10 jari. Karena saya jatuh cinta akut dengan Salmas Story-nya Charlotte Tilburry, hampir setiap hari saya pakai lipstik itu sampai bener-bener habis itu lipstick LOL. 

Dalam pencarian lipstick matte yang cakep tapi nggak bikin kering baik bibir maupun dompet, akhirnya datangnya 19 pcs Maybelline The Powder Mattes ini. Sejujurnya saya penasaran banget dengan lipstik ini karena sewaktu saya lihat iklannya di Youtube, The Powder Mattes mengklaim bahwa lipstik maybelline yang baru ini tidak membuat bibir kering walaupun hasil akhirnya matte dan digunakan berlayer-layer banyaknya. Walaupun begitu saya sempat agak ragu. Karena memiliki bibir yang hitam, agak susah mencari lipstik untuk bibir hitam, apalagi untuk warna-warna nude baik dengan base coklat maupun pink. Lipstick yang bagus untuk bibir hitam rata-rata hasil akhirnya sheer, karena kalau matte biasanya hasil akhirnya kurang cocok dan nggak sesuai dengan warna 'yang seharusnya'. 


Maybelline The Powder Mattes ini sebenarnya hadir dalam 20 varian warna, tetapi karena salah satu warna yaitu Touch of Nude kosong, akhirnya saya 'hanya' memperoleh 19 varian warna saja. The Powder Mattes adalah lipstick matte ultra-lightweight pertama dari Maybelline New York, dengan hasil akhir perfect matte yang terasa ultra-ringan di bibir. Poin pertama yang saya rasakan adalah The Powder Mattes ini adalah matte lipstick yang nggak membuat bibir pecah-pecah atau tambah kering, sehingga lipstik ini cocok banget untuk bibir kering. The Powder Mattes juga merupakan lipstik yang bagus, karena selain tahan lama, lipstik ini mengandung honey nectar yang dapat menjaga kelembutan bibir. Harganya pun sangat amat serasi dengan kantong, yaitu sekitar Rp 105.000,-.

19 warna Maybelline The Powder Mattes

Warna pertama yang aku coba: NOIR RED

Warna Noir Red ini merupakan warna merah tua, mungkin agak-agak burgundy kali ya. Percaya nggak, 11 layer Noir Red bener-bener nggak berasa apa-apa di bibir. Ringan banget! Yang saya suka lagi, Maybelline Powder Mattes ini gampang banget dibersihkan. Hari ini saya 'cuma' menggunakan Micellar Water untuk menghapus lipstiknya, dan saya cuma perlu 1 sisi kapas untuk menghapus semua lipstick dari bibir saya, walaupun 11 Layer sekalipun. 

Salah satu warna yang agak tricky tapi I really hope it can work: Barely There. Warna ini harusnya nude pink, dan di aku nude ini agak fail sedikit sih. Kalau nggak dipaduin makeup yang sesuai, bakal kelihatan terlalu pucet di aku, mungkin karena kulitku sawo matang. Tapi so far aku suka sih, karena bisa nutupin spot hitam yang ada di bibirku - its like perfectly nude untuk bibir hitam. 

Untuk warna lain, shadenya kira-kira dibawah ini ya... Rata-rata setiap warna aku pakai 3-5 layer, karena kalau dioles 1x warnanya agak susah keluar (dan nggak bisa nutupin spot hitam di bibir). Tapi untuk warna bold seperti merah atau pink ngejreng, cuma 1-2x swatch udah keluar warnanya. 


Dan dari warna-warna diatas, ini warna-warna favoritku:

Nude Illusion - Coral Passion - Technically Pink - Fuschia Flash - AvenueC - Get Red-Dy - Pink Potion

Anyway, saya juga mencoba torture test dengan cara membandingkan Maybelline Powder Mattes dengan 2 liquid lipstick matte yang saya punya. Dua-duanya adalah brand dari US, yang satu harganya sebanding dengan Maybelline Powder Mattes (Brand 2) dan yang satu lagi hampir 4x lipat lebih mahal dari Powder Mattes (Brand 1). 



Hasilnya?????
Dua-duanya bahkan saya nggak mampu pakai sampai 30 layer. Video di atas membandingkan reaksi bibir saya waktu pakai ketiga lipstick tersebut. #ByeHeavyMatte banget deh waktu pakai Powder Mattes, bener-bener ringan! Untuk brand 1, bibir rasanya tebel banget bahkan waktu di layer ke-10, cm masih mampu lah sampai layer ke-20. Untuk brand 2, saya bahkan udah ga mampu pakai layer lebih dari 10: rasanya bibir tebel dan lengket banget. 

Oh iya, waktu dihapus, saya masih bisa menggunakan 1 sisi kapas dengan menggunakan micellar water untuk 30 layer Plum Perfection dari Powder Mattes (!!!), sedangkan untuk brand 1 dan brand 2 bahkan 2 sisi saja nggak mampu menghapus semua lipstick dari bibir. 

Super Recommended banget emang lipstick maybelline matte The Powder Mattes ini! Walaupun saya udah punya 19 warna, rasa-rasanya saya akan tetep mencari The Touch of Nude karena kalau melihat review dari beberapa orang, warnanya bener-bener perfect brown nude banget, cocok untuk bibir hitam seperti saya! Oh iya, untuk informasi tambahan, sementara Touch of Nudes ini sudah out of stock ya, karena Touch of Nude ini warna favorit banget di Maybelline The Powder Mattes. Saya nggak akan menyerah untuk mencarinya! *gigih mode on*

Produk Maybelline Powder Mattes ini bisa dibeli di Lazada, Counter Maybelline di Matahari Dept. Store, drugstore terdekat di kota kamu serta toko-toko kosmetik.

Jadi, kamu mau beli shade yang mana? 


Monday, November 13, 2017

Go-Food Apa Hari Ini: FLIP BURGER!

Hayo, disini #TeamKulitAyam atau #TeamDagingAyam kalau makan ayam?
Saya sih tentuuuuuuuuuuuu yang pertama! #TeamKulitAyamHargaMati

Makanya saya super seneng waktu tahu ada fastfood baru di Jakarta yang jualan Kulit Ayam dengan harga super murah dan enak. Biasanya sih saya beli kulit ayam di Carrefour, itupun nggak semua Carrefour menjual kulit ayam yang sudah digoreng ya.. #Sedih.

Taraaaa!


Sesuai dengan namanya, Flip Burger ini memang sebenernya main businessnya adalah jualan burger. Tetapi salah satu appetizer yang dia jual adalah chicken skin, alias kulit ayam maluv. Flip Burger sendiri saat ini udah punya beberapa cabang lho di Jakarta, salah satunya di Senopati, Pondok Indah dan di Jl. Panjang, Kebon Jeruk. 

Based on information from their Facebook Page, ini alamat cabang-cabangnya Flip Burger:
Flip Burger Senopati
Jl. Senopati No. 27 RT. 06/03 Senayan Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12190
021 5279936
Open 07:00 - 22:00
http://bit.ly/flipsenopati

Flip Burger Kebon Jeruk
Jl. Panjang Arteri Kelapa Dua No. 18. RT. 02/02. Kebon Jeruk Jakarta Barat 11530
021 22123832
Open 07:00 - 22:00
http://bit.ly/flipbonjer

Flip Burger Karawaci
Jl. Boulevard Diponegoro No. 106. Bencongan Kelapa Dua Tangerang Banten 15810
Open 24 Hours
http://bit.ly/flipkarawaci

Flip Burger PIM 1
Jl. Ciputat Raya RT. 01/08. Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12310 
021 7512369
Open 10:00 - 22:00
http://bit.ly/flippim1

Flip Burger Plaza Pondok Indah 6
Jl. Margaguna Raya No. A2 RW. 15. Pondok Pinang Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12140
021 75816581
Open 07:00 - 23:00
http://bit.ly/flippink

Chicken Skin! 

Untuk burgernya sendiri saya belum pernah coba, kalau kata adek saya sih biasa aja rasanya (mungkin karena kita berdua bukan pecinta burger kali, ya!). Nah selain chicken skin, yang saya pernah coba adalah Bacon & Cheese Tots Fries. Kalau ini ujung-ujungnya saya eneg sih, karena kentangnya udah asin, ditambah bacon dan cheese yang nggak kalah asin. Masalahnya harganya cukup 'terjangkau', yaitu antara Rp 15.000,- sampai Rp 20.000,- untuk side dishnya, jadi suka 'kalap' waktu pesen di kasir. 

chicken finger

Chicken Finger ini salah satu favorit juga, cuma kalau terlalu lama dimakan suka 'bengep', mungkin karena kebanyakan minyak. Emang yang paling nampol disini kalau menurut saya ya si chicken skin, karena kombinasi semuanya pas banget! Nggak terlalu banyak, sehingga kalau makan 1 porsi pun saya nggak eneg. Plus kalau dimakan nanti-nanti, rasanya masih crunchy! 

Anyway, hati-hati ya jangan kebanyakan! Nanti tiba-tiba perutnya buncit LOL.

 

Monday, November 6, 2017

Ayo Liburan bersama PegiPegi!

Berhubung kemarin tanggal 26 Oktober saya dan suami merayakan anniversary yang kelima, beberapa kali kami sempat mendiskusikan tentang rencana 'honeymoon-yang-ke-sekian' sembari jalan-jalan. Ada beberapa opsi yang kami diskusikan, mulai dari staycation di Jakarta, Bandung sampai Bali (lagi!!). Kemudian suami saya sempat mengusulkan suatu ide, yaitu kami liburan ke lokasi yang belum pernah kami datangi berdua, misalnya Surabaya. 

Kenapa Surabaya???

Terlepas dari kuliner di Surabaya yang super banyak dan super lengkap, lokasinya juga dekat dengan tempat wisata lain yang juga kami berdua belum pernah kunjungi sama sekali, yaitu Malang! Nah, seru kan, sekali mendayung, langsung dua kota terkunjungi!

Kalau ngomongin 2 kota sekaligus, yang langsung terbayang adalah BUDGET! Yes, so-called-honeymoon dengan mengunjungi dua kota sekaligus tentu membutuhkan perencanaan yang sangat akurat (baca: sehemat mungkin). Untuk transportasi, kami memutuskan untuk menggunakan kereta api (sekitar 9 jam perjalanan, lumayan menghemat biaya akomodasi 1 malam, kan?). Langsung deh saya semangat mencari promo yang mungkin bisa kami gunakan untuk memesan akomodasi selama di kota tujuan.


Setelah melihat promo diatas, saya langsung mengunduh aplikasi PegiPegi. Nggak sampai 5 menit saya sudah terdaftar di aplikasi PegiPegi.com dan langsung mulai browsing. Jangan lupa memasukkan alamat email yang valid ya, karena setelah mendaftar kita harus mengkonfirmasi membership PegiPegi dengan link yang akan dikirim ke email kita.

Aplikasi PegiPegi

Aplikasi PegiPegi ini tidak hanya bisa kita gunakan untuk mencari akomodasi atau hotel saja, tetapi juga transportasi (baik tiket kereta api maupun tiket pesawat). Berhubung saya sedang semangat mencari hotel yang tidak cuma murah tetapi juga cocok untuk bersantai (supaya mendukung atmosfir honeymoon, LOL!), akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mencari hotel dengan minimal bintang tiga (***). Pencarian Hotel di Surabaya dimulaiiii!

Mencari opsi Hotel di Surabaya tidak pernah semudah ini. 

Filtering My Results!

Selain bisa melihat lokasi dari hotel yang muncul di tanggal pilihan saya, saya juga bisa memfilter hasil temuan berdasarkan 'bintang' dari hotel tersebut. Ada beberapa opsi yang saya temukan, salah satunya The Alana (Bintang 4) dan Hotel Dafam (Bintang 3). Keduanya memperoleh diskon tambahan member deals mulai dari 56% - 69%, sehingga harganya pun cukup miring! PegiPegi sendiri terhubung dengan lebih dari 7,000 hotel di Indonesia, jadi nggak usah khawatir dengan hasil pencarian hotel di PegiPegi, karena pilihannya bervariasi banget! Bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing. Misal, apabila backpacker traveller mau mencari hotel murah dengan bintang 1 pun masih bisa lho di PegiPegi. 

Keunggulan lain yang dimiliki PegiPegi antara lain jaminan harga terbaik atau Best Price Guarantee dan Last Minute Booking, yakni pemesanan di hari yang sama dengan hari kita menginap. Ini cocok banget buat unprepared traveller, yang terbiasa mepet dan pesan segala sesuatu di hari H. Oh iya, PegiPegi juga menyediakan pemesanan hotel di luar negeri lho, misalnya Singapore dan Kuala Lumpur. 

Keunggulan PegiPegi yang lain antara lain adalah kemudahan akses. Tidak hanya lewat aplikasi, PegiPegi juga dapat diakses melalui mobile website dan juga website di www.pegipegi.com. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi maupun website, dengan sistem pembayaran yang bervariasi juga, mulai dari Kartu Kredit, ATM maupun Bank Transfer, Internet Banking serta pembayaran secara tunai di Indomaret! Benar-benar memudahkan hidup kita, nggak sih!

*my expression whenever I hear or see the word SALE*

Promo 11+11 Sale
Nah, terkait Promo yang dishare diatas, promo '11+11 Sale' ini hanya berlaku di tanggal 9-11 November 2017. Apabila kamu punya aplikasi pegipegi, kamu bisa memperoleh diskon 22% dengan memasukkan kupon diskon yang tersedia. Jangan lupa, diskon 22% hanya bisa kamu peroleh apabila transaksi dilakukan melalui aplikasi pegipegi ya.. Tidak ada minimum transaksi, tetapi maksimal potongan yang bisa kamu peroleh adalah Rp 600.000,- (hanya untuk 1x transaksi saja). 

Apabila kamu tidak punya aplikasi pegipegi, kamu tetap bisa berpartisipasi dalam promo 11+11 ini, tetapi dengan diskon sebesar 10%. Transaksi bisa dilakukan di website dan mobile web, dengan memasukkan kupon yang tersedia. Sama seperti yang sudah dijelaskan diatas, maksimal potongan yang bisa kamu peroleh adalah Rp 600.000,-. Oh iya, periode inap untuk pembelian hotel dengan kupon ini tidak dibatasi, lho! Kamu bisa membeli voucher hotel bahkan untuk tahun 2018 sekalipun dan tetap mendapat diskon. 

Ini syarat dan ketentuan yang lebih lengkap ya..
1. Promo berlaku pada tanggal 9-11 November 2017
2. Gunakan kode kupon dan dapatkan diskon:
• Kode kupon diskon 22% (maks. diskon Rp 600.000) tanpa minimum
transaksi hanya berlaku via aplikasi Pegipegi
• Kode kupon diskon 10% (maks. diskon Rp 600.000) tanpa minimum
transaksi hanya berlaku via desktop & mobile web
3. Kode Kupon 22% hanya dapat digunakan untuk transaksi 1(satu) kali
4. Kode Kupon 10% dapat digunakan untuk transaksi lebih dari 1(satu) kali
5. Ketersediaan kamar hotel tergantung pada saat reservasi dan sesuai dengan
kebijakan dari masing-masing hotel
6. Harga hotel suatu waktu dapat berubah mengikuti kebijakan dari masing-masing
hotel
7. Setiap transaksi yang menggunakan Promo atau Kode Kupon tidak akan
mendapatkan PepePoin
8. Setiap transaksi promo ini tidak dapat di-refund atau dibatalkan
9. Pegipegi berhak mengubah syarat dan ketentuan sewaktu-waktu tanpa
pemberitahuan terlebih dahulu
10. Periode inap kapan pun

Oh iya, aplikasi PegiPegi dapat diunduh melalui appstore IOS & Android ya...



Siapa yang nggak sabar nunggu tanggal 9 November 2017? Promo berlangsung dari 00:00 (9 Nov 2017) - 23:59 (11 Nov 2017) ya.. Satu kupon cuma bisa dipakai 1 kali ya! Mari kencangkan ikat pinggang biar bisa liburan! Ayo kunjungi PegiPegi sekarang, kapan lagi dapet diskon 22% untuk menginap di Hotel di Surabaya?

*Sponsored by:
- Twitter @pegi_pegi
- Instagram@pegi_pegi
  

Friday, October 27, 2017

Diet tapi beli minuman instan? Bisa!

Jadi ceritanya saya kan lagi diet ya (selalu untuk selamanya). Nah sebagai anak yang suka sekali belanja minuman dingin di minimart, seringkali saya mengalami kegagalan diet karena 'terpaksa' membeli minuman dingin disana saking pinginnya. Kadang sih saya berhasil 'cuma' beli air putih dingin, tetapi seringkali saya malah beli teh botolan dengan kandungan gula yang paling sedikit sebagai justifikasi diet saya. 


Jadi pada perjalanan ke Alfamidi langganan minggu lalu, saya super happy ketika melihat produk ini: ICHITAN TEH TAWAR! Sebenarnya saya lebih ke skeptis sih ketika lihat produk ini, karena yang biasa saya lihat dan beli adalah 'less sugar', bukan tawar. Langsung dong saya lihat di bagian 'Informasi Nilai Gizi' yang tertera di produk. 

Ternyata bener-bener 0 gram sugar, sehingga karbohidrat yang terkandung di teh ini pun 0 Gr! Aman buat Diet Keto doooong, ya? Ya? Ya? 
#pembenaran

Langsung semangat buat beli. Waktu saya beli di Alfamidi, untuk varian Teh Tawar dari Ichitan ini sedang diskon dari Rp 5.000,- menjadi Rp 4.000,-. 

Setelah browsing-browsing sedikit tentang Ichitan Teh Tawar ini, saya baru tahu bahwa Ichitan Teh Tawar ini tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, lho! Sebagai teh tawar pertama di Indonesia, Ichitan Teh Tawar ini juga diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan lokal dan diproduksi di Indonesia. Daun teh hijau yang digunakan diproduksi langsung di Gunung Patuha, Ciwidey, Bandung. Untuk menjaga aromanya, Ichitan Teh Tawar ini dicampur dengan bunga melati yang khusus dipetik ketika matahari terbit. Jangan khawatir, produk ini sudah memperoleh sertifikasi halal kok dari MUI. 


Rasanya gimana?
Enaaaakkkk! Rasanya nggak kalah kok dengan teh botolan less sugar yang ada di pasaran. Apalagi harga yang ditawarkan juga cukup murah untuk kemasan 420ml ini. Buat kalian yang sedang on diet atau sedang menghindari minuman manis-manis karena alasan kesehatan, minuman ini bisa jadi alternatif lho, apalagi kalau sedang bosan dengan minuman rumahan dan pingin menikmati minuman kemasan. 

Saya pribadi sih sekarang selalu menyetok minuman ini di kulkas kalau sedang 'berkunjung' ke Alfamidi, Alfamart, Aeon atau Lawson (karena produk Ichitan Teh Tawar ini sementara baru bisa ditemui di gerai yang saya sebutkan di atas ya!). Selain lebih menyehatkan karena tidak ada kandungan gula, teh hijau dikenal sangat tinggi kandungan anti oksidannya. Selain itu, mengkonsumsi teh hijau dapat meningkatkan sistem dalam tubuh, fungsi otak serta dapat menurunkan resiko penyakit berbahaya seperti Diabetes, Jantung, Kanker, dan lain sebagainya. 

Oh iya, satu lagi tentang Ichitan Teh Tawar ini, produk ini memiliki kemasan yang 'pas', tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil. Kadang saya suka KZL kalau beli minuman kemasan yang terlalu besar, karena membuat tas saya jadi berat. Buat 'anker' (anak kereta) macem saya pasti tahu banget dong perjuangan membawa tas berat di tengah hiruk pikuk commuter line yang penuh banget itu. Selain itu, jumlahnya yang 420ml menurut saya cukup untuk makan siang dan sisanya masih bisa untuk saya bawa dalam perjalanan menuju ke rumah (pelitdotcom yaaa ceritanya). 


Kenapa lebih memilih minum teh tawar dibanding teh less sugar
Karena gula itu jahat teman-teman! Walaupun saya masih on dan off dalam konsumsi gula, tetapi saya mulai memahami betul bahayanya mengkonsumsi gula, tidak hanya bagi penderita diabetes ya tetapi juga bagi masyarakat biasa seperti kita. Berdasarkan sebuah artikel yang baca di sini, tidak hanya akan berdampak buruk untuk kesehatan gigi, mengkonsumsi gula (baik secara berlebihan maupun tidak) dapat menurunkan kesehatan hati. Selain itu, gula juga bisa membuat kita menjadi insulin resistance, yang tidak hanya dapat menyebabkan Diabetes Tipe II tetapi juga dapat mengarah ke penyakit-penyakit lain, salah satunya PCOS atau Polycystic ovary syndrome, yang adalah gangguan hormonal pada tubuh. Jangan lupa juga, kalau konsumsi gula secara berlebihan bisa membuat kita overweight! #StoryofMyLife

Well, sharing tentang kejahatan gula dalam tubuh kita akan saya ceritakan dalam postingan berbeda ya... Buat temen-temen yang pingin tahu tips and trick hidup sehat, bisa mampir juga ke Beautynesia ya... Mari kita budayakan hidup sehat sedari muda!

In Memoriam: Eyang

Jadi tahun kemarin, tepatnya tanggal 27 Oktober 2016, saya memaksakan diri untuk pulang ke Jogja setelah Mama saya secara 'nggak sengaja' mengupdate kondisi Eyang via whatsapp keluarga:

Ibu masuk ruang isolasi.. sekarang strock

Kira-kira begitulah. 

Padahal hari sebelumnya mama selalu bilang bahwa eyang nggak apa-apa, eyang udah baikan, dan sebagainya. Walaupun saya udah khawatir banget karena kalau di foto yang mama kirimkan, kondisinya nggak seperti yang diceritakan mama, saya mencoba untuk tetap positive thinking dan tetap berdo'a supaya kondisi Eyang membaik. Pasalnya kalau saya tanya ke tante saya, jawabannya pun sama seperti yang dijelaskan oleh mama. 

Walaupun saya sampai di Yogyakarta sekitar jam 7-8 malam, mama saya keukeuh meminta saya untuk pulang dulu dan ke rumah sakit dini hari keesokan harinya sekalian bergantian dengan keluarga om saya yang menunggui eyang disana. Sayangnya Allah SWT berkata lain. Kira-kira pukul 11 malam, tante saya menghubungi mama saya sambil menangis meminta kami sekeluarga untuk segera ke rumah sakit. 

Nggak bisa diceritakan sih perasaan saya saat itu gimana. Di satu sisi, saya seperti sudah bisa menduga bahwa saya nggak akan bisa ketemu dengan eyang saya lagi. Tapi disisi lain, saya masih berharap bisa bertemu Almarhumah, paling nggak satu kali saja sebelum (kalau memang) beliau dipanggil oleh Allah SWT. 

Ketika saya sampai di ruang isolasi ICU tempat eyang saya dirawat, saya sudah nggak bisa berdiri tegak lagi. Rasanya kaki lemas, nggak tahu mau berbuat apa. Yes, eyang yang saya sayangi dan cintai ini benar-benar sudah nggak ada. Rasanya saya pingin coba meminta ke Allah SWT buat mengembalikan Almarhumah lagi ke kami, tetapi kalau melihat perjuangan beliau selama sakit kemarin, rasanya saya sendiri yang nggak tega. 

Eyang cantik sekali! 

Wajahnya bersih, Alhamdulillah dan Insyaallah sudah nggak sakit lagi. Walaupun rasanya ada satu bagian dari hati saya yang hilang, tetapi Insyaallah saya ikhlas. Walaupun saya masih berharap bisa bertemu Eyang saya sekali lagi, tetapi Insyaallah saya ikhlas. 

Sempat saya berusaha menyalahkan kedua orangtua saya, karena tidak memperbolehkan saya menemui eyang saya segera setelah saya mendarat di Yogyakarta. Tetapi mama saya meyakinkan saya bahwa ini mungkin yang terbaik untuk saya (walaupun saya sangat ingin sekali ada ketika Eyang saya menghembuskan nafas terakhirnya). Alhamdulillah saya masih mendapat kesempatan untuk memandikan Eyang saya dan menciumnya untuk terakhir kalinya. 

Kalau kata papa saya, "Eyang itu nunggu kamu..."

Rasanya saya pingin minta maaf ke Eyang karena nggak hadir lebih cepat. Andai saja saya tahu kondisi Eyang yang sebenarnya, pasti saya nggak akan nunda-nunda untuk pulang dan menemui beliau. 

At least saya sudah puas banget menemani eyang selama saya mampu. 

Sebenarnya eyang saya pernah mengalami kondisi seperti ini, yaitu sekitar Februari 2016. Karena waktu itu saya masih kuliah lagi, saya bolos 4-5 harian untuk bisa menengok dan menemani Eyang saya selama Eyang masuk rumah sakit, walaupun selama saya disana saya nggak pernah sekalipun ketemu beliau ya karena beliau sempat tidak sadarkan diri di ICU. 

Ketika kondisi beliau mulai membaik, saya sempat menemani beliau selama lebaran. Bertiga bersama sepupu saya, saya menemani beliau selama keluarga tante saya berlebaran bersama keluarga alm. suaminya. Kalau dipikir lagi, it's been an honour for me to have that special time with her, karena ternyata tahun depannya (2017) saya nggak diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berlebaran lagi bersama beliau. 

Thank you, Eyang for all those wonderful memories. 
Semoga Eyang bahagia selalu disana bersama Eyang Kakung. 
Words can not describe how much I love you.
Semoga kita bisa ketemu lagi di Surga nanti ya Eyang...

In Memoriam Alm. Ibu Hj. Sri Wiyati Ilyas,
my beautiful grandma.

Thursday, October 26, 2017

#MyriaJadiVIP Part.2 - Meet GD & JiYong!

Menyambung cerita #MyriaJadiVIP Part.1 ya...

Jadi, pasca saya diketawain temen saya karena pingin nonton konser Big Bang tetapi udah telat banget, saya nggak menyerah untuk jadi VIP! Nggak cuma lagunya Big Bang, bahkan saya mulai hafal lagunya G-Dragon (walau nggak semua). Puncaknya adalah waktu G-Dragon mengeluarkan album baru, yang diberi nama Kwon Ji Yong. Konon album ini cukup emosional buat GD, karena hampir keseluruhan lagunya menggambarkan sisi GD sebagai Kwon Ji Yong, bukan G-Dragon sebagai KPop Superstar (and billionaire!).

Kwon Ji Yong. 
Konon katanya, digital album yang berupa USB ini (yang berisi 5 lagu dan MV) masing-masing dihandpainted oleh tim YG Entertainment langsung.  
picture credited from allkpop.com

Jujur sebelum ini saya nggak tahu loh GD itu yang mana. Waktu nonton Weekly Idol yang bintang tamunya Big Bang, baru deh mulai ngeh. Langsung terkagum-kagum karena mereka keren bangeett dancingnya, bener-bener juara banget! 

Nah, pasca merilis album baru itu, ternyata GD bikin world tour yang diberi nama 'ACT III : M.O.T.T.E' alias Moment of Truth: The End. Kalau lihat setlistnya, konsep konsernya GD kali ini adalah bagaimana G-Dragon berubah menjadi Kwon Ji Yong, dengan melepas atribut superstar yang sangat erat melekat di pribadi GD.  


picture credited from allkpop.com

TERNYATAAAAAA SODARA SODARAA, G-Dragon akan 'mampir' ke Jakarta sebagai rangkaian konser MOTTE-nya! Sebagai newbie VIP saya happy banget, dong! Setelah semedi beberapa saat lamanya, akhirnya saya beli tiket nonton GD yang paling murah (yang mana juga mahal ternyata!). SENDIRIAN, karena temen saya nonton di barisan paling depan alias VIP. 

 I AM READY!
Jadi sesampainya di ICE BSD, saya langsung menuju ke Parkiran karena disana banyak yang sedang jualan. Berhubung masih #VIPNEWBIE, jadi saya nggak punya lightstick doong. Akhirnya beli disini, dengan harga yang 'lumayan' miring yaitu Rp 385,000.00. Jangan lupa kaosnya pun juga beli disitu LOL.

#MyriaJadiVIP walaupun udah kucel karena uda keluar rumah dari jam 9 (sedangkan nontonnya jam 7). Agak kzl karena ternyata daleman yang aku pakai modelnya dolman gitu lengennya, jadi pas didobel kaos jadinya cuma sesiku dan numpuk *KZL*

 Yang baru muncul setelah nongkrong di Gramedia GI buat beli SPIDOL dulu. 


G-Dragon in his all-red-outfit. 

Agak lupa tapi kalo nggak salah ini waktu nyanyi Untitled. 

Believe it or not, dari 2 handphone yang saya bawa dan saya pakai untuk foto-foto dan ngerekam video, cuma foto-foto ini yang 'layak tampil' dan nggak 'blur-blur-amat'. Video yang saya ambil hilang nggak berbekas, padahal saya inget bener waktu Jiyong nyanyi Untitled, saya videoin full dari awal sampai akhir. 

Ada suatu scene yang menarik di MOTTE ini. Jadi ketika perubahan dari G-Dragon menjadi Kwon Ji Yong, diputarkan sebuah testimonial yang berisi pendapat keluarga dan sahabat Ji Yong mengenai pribadinya sebagai GD dan sebagai Ji Yong. Cukup mengharukan, sih. Bahkan VIP garis keras sebelahku sempat menangis lho saking terharunya. Di scene lain, diputarkan adegan dimana GD bermonolog mengenai bagaimana dia mendeskripsikan dirinya sebagai GD dan Ji Yong. Kalau dari yang aku lihat, terkesan bahwa selama menjadi GDragon, leader dari Big Bang, Ji Yong seringkali kehilangan jati dirinya sebagai 'orang biasa' dan cenderung menggunakan labelnya sebagai Superstar. 

The best part was when the video was over, VIP memanggil G-Dragon dengan nama aslinya alias Kwon Ji Yong. THE BEST! Too bad I lost the video :(

Buat yang penasaran, bisa strolling di twitter atau instagram dengan menggunakan hashtags #MotteInJakarta atau #MotteInJkt. Walaupun konser tidak diakhiri dengan Encore, tapi seluruh lagu baru di album Kwon Ji Yong sempat dinyanyikan kok sama GD. Langsung kekaguman dengan GD, Big Bang, dan KPOP meningkat 10.000.000% setelah nonton Motte LOL.

And I am officially a FanGirl!


Related Posts with Thumbnails