Thursday, October 13, 2016

#TTCJourney : Mencoba Akupuntur

Sebenernya ragu-ragu mau posting tentang #TTCJourney, karena kadang-kadang kepikiran:
Kalau udah posting dan belom hamil-hamil, gimana dong?

Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin banyak orang yang mengalami masalah sama kaya saya dan suami, jadi nggak ada salahnya kan saya posting pengalaman saya disini hehehe. 


Anyway, akhir-akhir ini sering banget mendengar 'kisah sukses' temen-temen (yang juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memiliki keturunan) yang berhasil hamil pasca mencoba akupuntur. Saya mulai browsing tentang akupuntur fertilitas dan klinik akupuntur yang bisa menangangi fertilitas di Jakarta dan sekitarnya (baca: Depok). Hasilnya bermacam-macam, mulai dari akupuntur langsing (ini favorit banget),akupuntur terkait kesehatan sampai akupuntur kecantikan (biasanya terkait kesehatan kulit dan wajah).  

Dari hasil browsing dan googling, akhirnya saya menemukan beberapa tempat yang menangani akupuntur bagi fertilitas, yakni di 2 rumah sakit (RS) besar di Cinere dan Depok. Saya mulai mencoba survey via telepon, mulai dari harga hingga dokternya. Yes, hasil ngobrol dengan teman saya, beberapa teman mengusulkan untuk mencari dokter akupuntur wanita. Alasannya : simply karena risih aja, sih...

Sayangnya survey membuat saya terpaksa menunda dulu rencana akupuntur, karena apabila akupuntur dilakukan di RS, banyak sekali biaya yang dibebankan, mulai dari biaya administrasi hingga biaya jarum. Pencarian pun dilanjutkan, sampai akhirnya saya bertemu dengan Klinik Zahira di daerah Bona Indah, Cinere. 

Awalnya saya ragu-ragu, karena dokter akupuntur yang praktek di klinik tersebut hanya 1 dan jenis kelaminnya laki-laki. Tetapi apabila dilihat dari segi biaya, akupuntur di klinik tersebut sangat amat masuk di budget yang saya miliki untuk akupuntur. Satu kali akupuntur di RS bahkan bisa mengcover 1 kali akupuntur di klinik Zahira untuk saya dan suami, bahkan sisa! Lumayan banget buat beli Chatime di sebelah Klinik! *eh*

Pengalaman pertama akupuntur
Awalnya karena saya nggak ada bayangan sama sekali gimana sih proses akupuntur itu (apakah harus buka semua baju atau menggunakan pakaian dari klinik atau gimana, dan berhubung dokternya laki-laki, jd agak-agak risih juga kalo sendirian), saya geret suami saya untuk ikut ke klinik dan di akupuntur! Setelah bercerita secara singkat tentang kondisi kami berdua (yang sama-sama overweight), akhirnya dokternya mempersilahkan suami saya untuk tiduran di kasur klinik. The Battle Is On!

Ternyata nggak perlu membuka seluruh pakaian ketika proses akupuntur dilakukan. Yang diakupuntur sebagian besar adalah bagian perut, tangan, kaki serta beberapa bagian di wajah (yes, wajah! Terutama di dahi, sih!). Kalau kalian risih dan nggak terbiasa dengan dokter laki-laki, lebih baik sih mencari klinik yang memiliki dokter akupuntur perempuan, karena walaupun nggak banyak, tetapi bagian perut pasti akan terbuka, kan, untuk ditusuk-tusuk jarum. 

Hingga saat ini saya sudah 2x akupuntur di Klinik Zahira, dengan Dokter Bambang. Saya belum hamil, sih, LOL. Tapi percaya nggak percaya, menstruasi saya yang biasanya nggak teratur (2-3 bulan satu siklus), setelah 2x akupuntur Alhamdulillah 'hanya' terlambat 1 Minggu, lho! Dokter Bambang sendiri bilang, sih, bahwa akupuntur ini nggak akan menjamin hamil atau nggak, tetapi yang pasti akupuntur membantu menyehatkan tubuh dan melancarkan proses pencernaan, peredaran darah, dan sebagainya. 

Nggak ada salahnya juga kan, ya, mencoba *Caiyo!*

Buat yang penasaran dan pingin mencoba klinik tempat aku Akupuntur, 
ini ternyata ada twitternya:

*PS :
Ini bukan postingan berbayar ya... 
Postingan ini ditulis pure karena pengalaman Akupuntur di Klinik Zahira Healthcare :)


Post a Comment
Related Posts with Thumbnails