Monday, October 10, 2016

Career Talk with Presiden Direktur BCA

Hari Sabtu, 1 Oktober 2016 yang lalu saya diberi kesempatan oleh BCA dan Blogger Perempuan untuk hadir dalam suatu event yang sangat amat bagus dan inspiring. Bank Central Asia bekerja sama dengan Universitas Indonesia memberikan seminar kepada mahasiswa-mahasiswa UI, dengan tujuan untuk mempersiapkan mahasiswa tersebut dalam menghadapi dunia kerja nantinya.


     Sambutan dari Bapak Muhammad Anis, Rektor Universitas Indonesia 

Kok, acara seminar saja bisa inspiring, sih?

Konsep acara ini mungkin hampir sama dengan seminar karir yang lain, tetapi isi dari acara ini berbeda hampir 360 derajat! Tidak hanya mengundang speakers yang juga seorang praktisi komunikasi, acara ini juga mengundang langsung Presiden Direktur BCA, yakni Bapak Jahja Setiaadmadja untuk tidak hanya membuka acara melainkan berbicara dan sharing langsung dengan mahasiswa mengenai pengalaman beliau selama di dunia bisnis.


     Bp. Jahja Setiaatmadja - Presiden Direktur BCA 

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Muhammad Anis selaku Rektor Universitas Indonesia, yang dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Bapak Jahja Setiaatmadja. Dalam acara ini juga diberikan donasi dana abadi UI secara simbolis, dari Bank BCA kepada UI senilai Rp 100 Juta. Pada kesempatan ini pula, Bank BCA memberikan Beasiswa Bakti BCA tahun ajaran 2016-2017 kepada 29 orang mahasiswa UI senilai Rp 400 Juta.


Bank BCA sendiri bukan kali pertama bekerjasama dengan UI. Selain secara berkelanjutan mendukung pengumpulan dana abadi UI, BCA juga telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa UI semenjak tahun 2009. Selain itu, BCA beberapa kali mendukung kegiatan mahasiswa tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga bidang seni budaya, yakni dengan memberikan sumbangan peralatan gamelan.



Acara dilanjutkan dengan sesi career talk bersama the one and only Presiden Direktur BCA Bapak Jahja. Alih-alih memberikan tips and trick mengenai bagaimana bisa memperoleh posisi presiden direktur di usia relatif muda (beliau mulai menjabat sebagai Direktur BCA di tahun 1999, dan di tahun 2011 beliau diangkat menjadi Presiden Direktur BCA), beliau membuka sharing session dengan menceritakan kisah beliau dari kecil.

Ada beberapa hal yang masih saya ingat betul dari beliau :
  1. Bapak Jahja tumbuh dalam keluarga yang kurang mampu. Orangtuanya bahkan baru mampu membeli rumah ketika sudah pensiun. Namun hal ini tidak pernah membuat beliau putus asa dan kecil hati.
  2. Bapak Jahja yakin, bahwa dari sesuatu hal yang buruk sekalipun ada hal indah yang bisa dipetik. Awalnya Bapak Jahja ingin menjadi Dokter Gigi, tetapi karena keterbatasan ekonomi keluarganya, beliau ‘terpaksa’ berkuliah di Fakultas Ekonomi UI jurusan Akuntansi (padahal pelajaran tatabuku adalah salah satu momok yang beliau takuti).
  3. Segala sesuatu tidak ada yang instan. Bapak Jahja tetap tekun bekerja, walaupun apa yang sudah dijanjikan tidak kunjung dipenuhi perusahaan hingga beberapa tahun.
  4. Dalam bekerja, biasakan ‘Give and Take’ - bukannya ‘Take and Give’. Let your boss know what you’re capable of, dan satu lagi : jangan pernah menolak pekerjaan.
  5. Maksimalkan teknologi dalam membantu memaksimalkan kapasitas diri.
Satu hal lagi yang saya pelajari dari beliau, adalah ketekunan. Apabila dilihat di jaman sekarang ini, rata-rata pekerja lebih menyukai pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini memang sangat bagus apabila yang dicari adalah ‘gaji’, tetapi apabila yang dicari adalah karir, dibutuhkan ketekunan dan loyalitas.


Sesi ditutup dengan tanya-jawab, dimana dibagikan merchandise berupa buku beliau dalam seri hard cover beserta Kartu Flazz yang berisi saldo senilai Rp 200 Ribu. Sayang sekali saya belum beruntung, walaupun sudah duduk paling depan. LOL.

Terima Kasih BCA!
Terima Kasih Blogger Perempuan!
Terima Kasih Bapak Jahja!
 
Post a Comment
Related Posts with Thumbnails