Sunday, July 31, 2016

Liburan, dong!


Awalnya blog post ini mau diberi judul "Liburan, Yuk!", tapi karena memang belum sempet liburan (tapi ngebet pingin liburan), akhirnya judulnya jadi semacam pengajuan proposal liburan ke suami. 

Tahun ini kami akhirnya menapaki tahun keempat pernikahan. LAMA YA! Setelah berjuta-juta berantem manja, akhirnya hampir 4 tahun juga. Biasalah, karena saya demen jalan-jalan, akhirnya saya mencoba mengajak suami liburan (yang rencananya agak lamaan dikit) di hari anniversary kita Oktober besok. 

Sebenarnya hampir setiap anniversary kita selalu berencana untuk liburan. Nggak Seluruhnya gagal, sih. Let's see...

1. Anniversary pertama - 2013
Anniversary kami jatuh di tanggal 26 Oktober. Sayangnya, karena satu dan lain hal (baca: tuntutan pekerjaan), kami harus mereschedule rencana perjalanan kami ke Pulau Dewata dengan memajukan rencana honeymoon slash anniversary beberapa hari sebelum hari H. Nggak bisa dibilang gagal juga, sih, tetapi kurang greget karena kami hanya menghabiskan waktu 3 Hari 2 Malam disana.  

2. Anniversary kedua - 2014
Rencananya kita mau ke Malaysia selama 7 Hari. Beli tiketnya udah dari super jauh-jauh hari, dan setelah berburu tiket murah dapetlah kita kurang lebih sembilan ratus ribu rupiah, PP untuk 2 orang. Sayangnya di kantor lama saya, bulan Oktober itu bulan yang super duper sibuk, apalagi akhir bulan (nasib). Secara kebetulan, tiket tersebut diganti jadwalnya oleh Air Asia sehingga kami bisa mengajukan refund untuk kedua tiket PP tersebut. Alhamdulillah, rencana anniversary pertama yang batal, nggak sedih-sedih amatlah karena bisa refund.

3. Anniversary ketiga - 2015 
Belum puas karena belum sempat ke Malaysia, kami merencanakan liburan yang sama (tetapi lebih lama) untuk tahun ini. Nggak tanggung-tanggung, kami sampai berencana untuk 'mampir' ke Singapore melalui jalan darat supaya lebih puas rencana jalan-jalannya. Rencana sudah bulat, apalagi saya sudah resign jd nggak mungkin dong tertunda-tunda rencana jalan-jalannya. Sayangnya, kami harus membatalkan kepergian kami kali ini. Saya yang sedang berstatus sebagai mahasiswa S2 pada saat itu ternyata ada jadwal UTS (yang baru keluar satu minggu sebelumnya), dan ternyata suami juga ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda di bulan Oktober tersebut, sehingga biaya penerbangan terpaksa kami hanguskan. Salah satu sisi negatif dari beli tiket promo, harus beli dari jauh-jauh hari jadi harus siap-siap rugi kalau nggak bisa berangkat.

Tahun ini mau kemana?
Belum tahu. Sebagai anak pantai garis keras, saya pingin banget ke Lombok lagi, apalagi melihat postingan Lisna tentang liburannya di Lombok awal tahun ini, jadi pingin merasakan Lombok dari sisi lain (ceileh), secara liburan ke Lombok terakhir 'cuma' menyambangi Gili Trawangan. Tapi saya juga masih pingin merasakan sekali-kali bangun dan menghirup area pegunungan di Ubud, atau sisi Utara Pulau Bali. Rencana liburan akan dibahas di blog selanjutnya yah...

SELAMAT HARI SENIN, 
semoga Jumat segera datang, Amin!

Thursday, July 21, 2016

Review : May Lindstorm Clean Dirt

Sebagai penjual online, saya lebih sering buntungnya daripada untungnya. 

KENAPA?

Basically karena saya sering keracunan (terutama sama Nihe, racunnya luar biasa langsung bikin saya bokek). Hal yang paling gila adalah ketika saya keracunan May Lindstorm ini. Cleanser paling mahal yang pernah saya beli seumur hidup LOL! Bentuknya cakep, classy warna item polos gitu dan isinya pun banyak. Akhirnya saya share dengan Nihe, berhubung saya seller yang baik, akhirnya punya saya, saya taruh di bekas tempat Clear Pomade LOL.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sedikit Kisah tentang May Lindstorm :

A former model turned ‘skin chef’, May Lindstrom began formulating this skin care haute cuisine in her kitchen – starting with the now iconic Good Stuff Radiance Oil; an ultra-nourishing blend of botanical extracts, that bewitched fellow supermodels, and soon stole its way into all the top make-up artists kit bags. Shattering the boundary between natural and luxury, May Lindstrom’s products contain only the finest organic, biodynamic, wild-crafted and vegan ingredients, sustainably sourced and mindfully harvested. This is skin food for the beauty gourman.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya selalu mudah terguir sama Cleanser, segala macam jenis dan macamnya. Kalo kata Caroline Hirons, always splurge for serums, saya dengan bodohnya always fall for cleanser. Pernah waktu itu temen saya Mba Pia ke Oz, dan saya nitip cleanser sampai 3, yang mana ternyata yang cocok di muka saya cm 1 *LOL

Clean Dirt dari May Lindstorm ini bentuknya bubuk. Kalau nggak salah, Mba Amal pernah bilang bahwa jenis cleansing macem bubuk gini terinspirasi dari India, atau ayuverdic kalau ga salah. Ini kali kedua nyoba cleanser dengan bentuk bubuk. Cleanser bubuk pertama yang saya punya adalah Indeed Laboratories Exfoliator Powder. Kalau punya Indeed Labs warnanya putih, Clean Dirt ini persis kaya pasir coklat gitu dan baunya agak rempah-rempah. 

Awalnya biasa aja sih, merasa nggak sebanding sama harganya. Ternyata setelah ngobrol2 sama Mba Amal, make Clean Dirt ini nggak bisa cuma secolek dua colek. Kudu rada 'banyakan' supaya lebih mantep ketika dioles dan ngebersihin wajah. Cara makenya kalo aku, taruh dulu bubuk Clean Dirt ini di wadah, trus campur air. Jangan banyak-banyak, biar ga cair2 amat. Yang lucu, waktu dikasih air pertama kali, keluar busa-busa gitu, tp waktu dioles di muka berasa kaya pake scrub sih. Kalau menurut May Lindstorm, afdolnya Clean Dirt ini dipake bareng sama Honey Mud. 


Setelah diratakan, aku biasanya pijat2 dengan arah melawan gravitasi (ke atas maksudnya), selama 5-10 menit, baru setelah itu dibasuh dengan air. So far sih suka banget ya, karena habis itu wajah berasa kinclong banget dan bersih. Ya berasa sendiri sih, plus ngerasanya jd serum dan segala macem skinker yang nemplok di wajah setelah itu berasa lebih mudah terserap. Aku sendiri make ini seminggu sekali, karena harganya lumayaan yaa, jd diseling-selingin sama cleanser yang lain. 

Produk May Lindstorm bisa dicheck di :
Related Posts with Thumbnails