Sunday, November 27, 2016

Urgent Wishlist: LAPTOP BARU!

Tepat senin malam satu minggu yang lalu, saya panik-panik sendiri nggak jelas. Pasalnya, Longchamp mengadakan (lagi) annual sale, yang kalau dilihat dari pengalaman tahun kemarin sih lumayan banget, ya diskonnya! Plus ditambah ada diskon 10% kalau beli 2 dan 15% kalau beli 2 dengan kartu kredit tertentu. Kebetulan saya (dan adik saya) ada barang yang sudah saya impi-impikan dari setahun ini, yaitu Tas Laptop alias La Porte Document.
Longchamp La Porte Document
Hari Selasa saya kesana pada saat makan siang, dan astagaaaaaa itu counter Longchamp penuhnya minta ampun! Padahal harganya ‘biasa’ aja, memang sih untuk beberapa produk last season didiskon 20%, tetapi harganya masih 1 jutaan lah yang paling murah. Saya berniat balik lagi ke counter malam harinya, dengan tekat bulat membeli tas laptop baru. Tapi pada saat minta ijin suami saya, niat saya langsung runtuh. Katanya: “Kamu yakin mau beli tas laptop mahal-mahal ‘Cuma’ buat laptop kantor, padahal kamu sendiri belum punya laptop yang proper?

JLEB! Bener, sih. Dirumah saya memang ada 3 Laptop (sombong), tapi nggak ada yang proper. Laptop saya yang paling tua, baterainya udah nggak bisa dipakai dan layarnya udah mati, sehingga harus dipasang menggunakan monitor tambahan kalau mau digunakan. Laptop yang satu lagi, hibah dari Bapak saya, kalau dipakai agak lama dan mulai panas, tiba-tiba mati sendiri, dan itu berlangsung berulang-ulang sampai saya lelah sendiri. Laptop terakhir, netbook kece pilihan saya, kena virus dan hingga saat ini lemotnya minta ampun.

Peer baru nih buat saya menemukan Laptop, yang harganya terjangkau tapi ringan dan nggak gede-gede banget. Pasalnya, walaupun memang saya membutuhkan laptop ini dasarnya buat bekerja, saya juga butuh laptop untuk mendukung kegiatan saya sebagai mahasiswa (yang mana sebisa mungkin jangan berat-berat) dan sekaligus enterpreneur, alias mbak-mbak online shop. Kalau laptopnya terlalu besar dan berat, susah juga kan kalau tiba-tiba harus check instagram tetapi mengambil laptop dari tas aja jadi peer tersendiri buat kita?


Waktu saya lihat iklan tentang Acer Switch Alpha 12, rasa-rasanya kaya gayung bersambut banget! Selain desainnya yang ‘langsing’, ringan dan hybird (alias bisa ‘dilepas’ jadi tablet), ternyata laptop ini fanless! Acer Switch Alpha 12 ini ternyata memiliki sistem pendingin tanpa kipas, atau yang disebut sebagai Liquid Loop, sehingga selain membuat laptop ini tidak gampang panas walaupun digunakan 2 jam nonstop, seperti yang disebutkan seorang ilustrator Diela Maharanie di YouTube Acer Indonesia.


Setelah saya baca-baca, sistem fanless ini tidak hanya berguna untuk membuat laptop tidak mudah panas, tetapi juga supaya lebih tahan lama. Pasalnya, debu yang menempel pada kipas sangat berpotensi membuat suhu laptop menjadi panas dan overheat, yang mana dapat merusak motherboard. Nah, ini mungkin yang terjadi dengan laptop saya yang mudah mati itu, karena terlalu banyak debu yang menempel, sehingga membuat umur laptop menjadi pendek dan mudah rusak. Selain itu, sistem fanless ternyata juga membantu menghemat daya baterai, lho!

Yang saya suka lagi dari laptop ini adalah laptop ini dilengkapi dengan processor Intel Core I generasi ke-6. Berdasarkan pengalaman saya selama bekerja, saya agak kurang cocok dengan netbook yang biasanya processornya belum Core I series, karena ternyata pada saat saya bekerja (terutama dengan excel) saya membutuhkan processor yang lebih kuat, atau worksheet Ms. Excel yang sedang saya gunakan akan crash. Berdasarkan pengalaman, notebook dengan i3 pun saya masih sering crash, sehingga saya happy banget waktu melihat Acer Switch Alpha 12 ini ternyata hadir dalam i5 dan i7. Menurut saya ini merupakan salah satu nilai plus dari laptop Acer Switch Alpha 12 ini, karena sebagian besar dari teman-teman pasti juga sudah tau sebagian besar hybird laptop biasanya hanya dilengkapi dengan processor standar netbook, dan kalaupun ada pasti harganya super duper mahal (diatas Rp 20 Jutaan).

Laptop ini dibanderol dengan harga Rp 13,799,000.00 untuk Core i5 dan Rp 19,999,000.00 untuk Core i7, lumayan banget kan harganya? Menurut saya sesuai dan worthed lah apabila dibandingkan dengan kualitas yang diperoleh. Saya pribadi pun suka sekali dengan produk ini, karena Acer Switch Alpha 12 ini cukup ringan untuk bisa dibawa-bawa ke kampus, bisa saya ubah menjadi tablet sehingga bisa memudahkan dalam upload produk jualan saya di media sosial, sekaligus cukup canggih untuk dapat membantu saya dalam bekerja. Kalau biasanya saya harus membawa laptop dan tablet untuk kegunaan yang berbeda, dengan Acer Switch Alpha 12 ini saya hanya perlu membawa 1 gadget untuk semua kebutuhan saya. 

Keunggulan Acer Switch Alpha 12

Berikut adalah beberapa keunggulan Acer Switch Alpha 12 lainnya:
  1. Dapat dengan mudah berubah dari mode tablet menjadi notebook hanya dengan melepas dan memasang kembali keyboard docking yang dilengkapi engsel magnet. Notebook ini juga dilengkapi kickstand yang bisa diatur sudutnya hingga 165 derajat.
  2. Dilengkapi dengan port USB Type-C dengan USB 3.1 gen 1, sehingga proses transfer data bisa lebih cepat.
  3. Hadir dalam layar 12 inci yang memiliki resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) dan telah dilengkapi teknologi IPS, sehingga cocok banget apabila digunakan untuk bekerja dengan spreadsheet. Selain itu, Acer Switch Alpha 12 juga dilengkapi dengan pena digital Active Pen. Hello, Baby!
Spesifikasi 

Now that we already know the price, the spesification, and the features, tinggal mempertimbangkan satu hal lagi : MENABUNG! Acer Switch Alpha 12 ini definitely sudah masuk list wishlist saya dan suami. Tinggal berdoa saja, nih, semoga jodoh saya ya si Acer Switch Alpha 12 ini LOL. 

Anyway, buat yang mau tau lebih lanjut tentang Acer Switch Alpha 12 dan teknologi di dalamnya, silahkan melihat video dibawah ini yaaa...


Selamat Berbelanja Laptop Baru!

Thursday, October 13, 2016

#TTCJourney : Mencoba Akupuntur

Sebenernya ragu-ragu mau posting tentang #TTCJourney, karena kadang-kadang kepikiran:
Kalau udah posting dan belom hamil-hamil, gimana dong?

Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin banyak orang yang mengalami masalah sama kaya saya dan suami, jadi nggak ada salahnya kan saya posting pengalaman saya disini hehehe. 


Anyway, akhir-akhir ini sering banget mendengar 'kisah sukses' temen-temen (yang juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memiliki keturunan) yang berhasil hamil pasca mencoba akupuntur. Saya mulai browsing tentang akupuntur fertilitas dan klinik akupuntur yang bisa menangangi fertilitas di Jakarta dan sekitarnya (baca: Depok). Hasilnya bermacam-macam, mulai dari akupuntur langsing (ini favorit banget),akupuntur terkait kesehatan sampai akupuntur kecantikan (biasanya terkait kesehatan kulit dan wajah).  

Dari hasil browsing dan googling, akhirnya saya menemukan beberapa tempat yang menangani akupuntur bagi fertilitas, yakni di 2 rumah sakit (RS) besar di Cinere dan Depok. Saya mulai mencoba survey via telepon, mulai dari harga hingga dokternya. Yes, hasil ngobrol dengan teman saya, beberapa teman mengusulkan untuk mencari dokter akupuntur wanita. Alasannya : simply karena risih aja, sih...

Sayangnya survey membuat saya terpaksa menunda dulu rencana akupuntur, karena apabila akupuntur dilakukan di RS, banyak sekali biaya yang dibebankan, mulai dari biaya administrasi hingga biaya jarum. Pencarian pun dilanjutkan, sampai akhirnya saya bertemu dengan Klinik Zahira di daerah Bona Indah, Cinere. 

Awalnya saya ragu-ragu, karena dokter akupuntur yang praktek di klinik tersebut hanya 1 dan jenis kelaminnya laki-laki. Tetapi apabila dilihat dari segi biaya, akupuntur di klinik tersebut sangat amat masuk di budget yang saya miliki untuk akupuntur. Satu kali akupuntur di RS bahkan bisa mengcover 1 kali akupuntur di klinik Zahira untuk saya dan suami, bahkan sisa! Lumayan banget buat beli Chatime di sebelah Klinik! *eh*

Pengalaman pertama akupuntur
Awalnya karena saya nggak ada bayangan sama sekali gimana sih proses akupuntur itu (apakah harus buka semua baju atau menggunakan pakaian dari klinik atau gimana, dan berhubung dokternya laki-laki, jd agak-agak risih juga kalo sendirian), saya geret suami saya untuk ikut ke klinik dan di akupuntur! Setelah bercerita secara singkat tentang kondisi kami berdua (yang sama-sama overweight), akhirnya dokternya mempersilahkan suami saya untuk tiduran di kasur klinik. The Battle Is On!

Ternyata nggak perlu membuka seluruh pakaian ketika proses akupuntur dilakukan. Yang diakupuntur sebagian besar adalah bagian perut, tangan, kaki serta beberapa bagian di wajah (yes, wajah! Terutama di dahi, sih!). Kalau kalian risih dan nggak terbiasa dengan dokter laki-laki, lebih baik sih mencari klinik yang memiliki dokter akupuntur perempuan, karena walaupun nggak banyak, tetapi bagian perut pasti akan terbuka, kan, untuk ditusuk-tusuk jarum. 

Hingga saat ini saya sudah 2x akupuntur di Klinik Zahira, dengan Dokter Bambang. Saya belum hamil, sih, LOL. Tapi percaya nggak percaya, menstruasi saya yang biasanya nggak teratur (2-3 bulan satu siklus), setelah 2x akupuntur Alhamdulillah 'hanya' terlambat 1 Minggu, lho! Dokter Bambang sendiri bilang, sih, bahwa akupuntur ini nggak akan menjamin hamil atau nggak, tetapi yang pasti akupuntur membantu menyehatkan tubuh dan melancarkan proses pencernaan, peredaran darah, dan sebagainya. 

Nggak ada salahnya juga kan, ya, mencoba *Caiyo!*

Buat yang penasaran dan pingin mencoba klinik tempat aku Akupuntur, 
ini ternyata ada twitternya:

*PS :
Ini bukan postingan berbayar ya... 
Postingan ini ditulis pure karena pengalaman Akupuntur di Klinik Zahira Healthcare :)


Monday, October 10, 2016

Career Talk with Presiden Direktur BCA

Hari Sabtu, 1 Oktober 2016 yang lalu saya diberi kesempatan oleh BCA dan Blogger Perempuan untuk hadir dalam suatu event yang sangat amat bagus dan inspiring. Bank Central Asia bekerja sama dengan Universitas Indonesia memberikan seminar kepada mahasiswa-mahasiswa UI, dengan tujuan untuk mempersiapkan mahasiswa tersebut dalam menghadapi dunia kerja nantinya.


     Sambutan dari Bapak Muhammad Anis, Rektor Universitas Indonesia 

Kok, acara seminar saja bisa inspiring, sih?

Konsep acara ini mungkin hampir sama dengan seminar karir yang lain, tetapi isi dari acara ini berbeda hampir 360 derajat! Tidak hanya mengundang speakers yang juga seorang praktisi komunikasi, acara ini juga mengundang langsung Presiden Direktur BCA, yakni Bapak Jahja Setiaadmadja untuk tidak hanya membuka acara melainkan berbicara dan sharing langsung dengan mahasiswa mengenai pengalaman beliau selama di dunia bisnis.


     Bp. Jahja Setiaatmadja - Presiden Direktur BCA 

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Muhammad Anis selaku Rektor Universitas Indonesia, yang dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Bapak Jahja Setiaatmadja. Dalam acara ini juga diberikan donasi dana abadi UI secara simbolis, dari Bank BCA kepada UI senilai Rp 100 Juta. Pada kesempatan ini pula, Bank BCA memberikan Beasiswa Bakti BCA tahun ajaran 2016-2017 kepada 29 orang mahasiswa UI senilai Rp 400 Juta.


Bank BCA sendiri bukan kali pertama bekerjasama dengan UI. Selain secara berkelanjutan mendukung pengumpulan dana abadi UI, BCA juga telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa UI semenjak tahun 2009. Selain itu, BCA beberapa kali mendukung kegiatan mahasiswa tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga bidang seni budaya, yakni dengan memberikan sumbangan peralatan gamelan.



Acara dilanjutkan dengan sesi career talk bersama the one and only Presiden Direktur BCA Bapak Jahja. Alih-alih memberikan tips and trick mengenai bagaimana bisa memperoleh posisi presiden direktur di usia relatif muda (beliau mulai menjabat sebagai Direktur BCA di tahun 1999, dan di tahun 2011 beliau diangkat menjadi Presiden Direktur BCA), beliau membuka sharing session dengan menceritakan kisah beliau dari kecil.

Ada beberapa hal yang masih saya ingat betul dari beliau :
  1. Bapak Jahja tumbuh dalam keluarga yang kurang mampu. Orangtuanya bahkan baru mampu membeli rumah ketika sudah pensiun. Namun hal ini tidak pernah membuat beliau putus asa dan kecil hati.
  2. Bapak Jahja yakin, bahwa dari sesuatu hal yang buruk sekalipun ada hal indah yang bisa dipetik. Awalnya Bapak Jahja ingin menjadi Dokter Gigi, tetapi karena keterbatasan ekonomi keluarganya, beliau ‘terpaksa’ berkuliah di Fakultas Ekonomi UI jurusan Akuntansi (padahal pelajaran tatabuku adalah salah satu momok yang beliau takuti).
  3. Segala sesuatu tidak ada yang instan. Bapak Jahja tetap tekun bekerja, walaupun apa yang sudah dijanjikan tidak kunjung dipenuhi perusahaan hingga beberapa tahun.
  4. Dalam bekerja, biasakan ‘Give and Take’ - bukannya ‘Take and Give’. Let your boss know what you’re capable of, dan satu lagi : jangan pernah menolak pekerjaan.
  5. Maksimalkan teknologi dalam membantu memaksimalkan kapasitas diri.
Satu hal lagi yang saya pelajari dari beliau, adalah ketekunan. Apabila dilihat di jaman sekarang ini, rata-rata pekerja lebih menyukai pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini memang sangat bagus apabila yang dicari adalah ‘gaji’, tetapi apabila yang dicari adalah karir, dibutuhkan ketekunan dan loyalitas.


Sesi ditutup dengan tanya-jawab, dimana dibagikan merchandise berupa buku beliau dalam seri hard cover beserta Kartu Flazz yang berisi saldo senilai Rp 200 Ribu. Sayang sekali saya belum beruntung, walaupun sudah duduk paling depan. LOL.

Terima Kasih BCA!
Terima Kasih Blogger Perempuan!
Terima Kasih Bapak Jahja!
 

Tuesday, September 27, 2016

Masih 2 Hari lg, Yuk Segera Bikin E-KTP!



Pasca keribetan membuat paspor yang hilang (dan sudah tidak berlaku), saya nggak henti-hentinya diingatkan suami untuk segera membuat E-KTP. Pasalnya di beberapa pemberitaan disebutkan bahwa batas terakhir perekaman E-KTP adalah 30 September 2016. Plus, pada saat saya mengurus paspor ke Kantor Imigrasi I Bogor, salah satu syaratnya adalah HARUS SUDAH MEREKAM E-KTP. 

credited from GoogleTrendToday.com

Alhasil pagi ini saya dan suami menuju ke Kelurahan tempat kami tinggal (Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok) dahulu sebelum berangkat ke kantor. Berhubung kami pernah mengurus KK dan Perpindahan KTP disini, jadi kami sudah tahu benar bahwa kantor kelurahan memang buka jam 8 Tepat. Kami tiba pukul 7.50, dan langsung mengisi daftar hadir yang disediakan (walaupun kantor belum buka, sudah ada petugas yang datang). 

Kami diminta untuk mengisi form KTP 2x, yang satu akan diberikan kepada petugas dan yang satu akan diberikan kepada kami untuk dibawa saat pengambilan. Kami mendapatkan atrian 6 & 7, lumayan lah ya nggak terlalu banyak. Kira-kira 30 menit kemudian kami mendapat giliran untuk foto E-KTP. 

Karena kami berdua pindahan dari Yogyakarta dan saat di Yogyakarta kami berdua masing-masing sudah pernah melakukan perekaman E-KTP, di kantor kelurahan kami hanya dicek bagian mata saja, untuk 'memanggil' data yang akan muncul apabila kami sudah pernah E-KTP. Setelah muncul, kami langsung diminta untuk meninggalkan tempat karena proses perekaman E-KTP kami sudah selesai. Petugas tidak lupa menyebutkan bahwa E-KTP bisa diambil kira-kira 1 bulan setelah kami melakukan perekaman E-KTP. 

Buat teman-teman yang belum E-KTP, ayoo buruan foto E-KTP di Kelurahan terdekat. Kalau di Kel. Rangkapan Jaya tadi, saya hanya membawa fotokopi KK dan KTP (beserta KK asli, untuk jaga-jaga) dan mengisi formulir yang disediakan, untuk kemudian diserahkan dan dicatat petugas kelurahan. Nggak, nggak perlu lagi membawa surat dari RT RW, kok! Untuk mengetahui alamat kelurahan, langsung googling aja!

Nah, Pada saat foto, apabila teman-teman belum pernah merekam E-KTP, berikut yang akan dilakukan ketika proses perekaman e-ktp :
- Perekaman Sidik Jari (semua jari)
- Pengambilan Pas Foto
- Tanda Tangan (Elektronik)
- Perekaman Mata

Ayoooo buruan! 
Sempatkan 1 jam waktumu untuk melakukan E-KTP, daripada nanti di bulan Oktober 2016 kamu nggak bisa menikah atau buka rekening bank! LOL.

Sunday, July 31, 2016

Liburan, dong!


Awalnya blog post ini mau diberi judul "Liburan, Yuk!", tapi karena memang belum sempet liburan (tapi ngebet pingin liburan), akhirnya judulnya jadi semacam pengajuan proposal liburan ke suami. 

Tahun ini kami akhirnya menapaki tahun keempat pernikahan. LAMA YA! Setelah berjuta-juta berantem manja, akhirnya hampir 4 tahun juga. Biasalah, karena saya demen jalan-jalan, akhirnya saya mencoba mengajak suami liburan (yang rencananya agak lamaan dikit) di hari anniversary kita Oktober besok. 

Sebenarnya hampir setiap anniversary kita selalu berencana untuk liburan. Nggak Seluruhnya gagal, sih. Let's see...

1. Anniversary pertama - 2013
Anniversary kami jatuh di tanggal 26 Oktober. Sayangnya, karena satu dan lain hal (baca: tuntutan pekerjaan), kami harus mereschedule rencana perjalanan kami ke Pulau Dewata dengan memajukan rencana honeymoon slash anniversary beberapa hari sebelum hari H. Nggak bisa dibilang gagal juga, sih, tetapi kurang greget karena kami hanya menghabiskan waktu 3 Hari 2 Malam disana.  

2. Anniversary kedua - 2014
Rencananya kita mau ke Malaysia selama 7 Hari. Beli tiketnya udah dari super jauh-jauh hari, dan setelah berburu tiket murah dapetlah kita kurang lebih sembilan ratus ribu rupiah, PP untuk 2 orang. Sayangnya di kantor lama saya, bulan Oktober itu bulan yang super duper sibuk, apalagi akhir bulan (nasib). Secara kebetulan, tiket tersebut diganti jadwalnya oleh Air Asia sehingga kami bisa mengajukan refund untuk kedua tiket PP tersebut. Alhamdulillah, rencana anniversary pertama yang batal, nggak sedih-sedih amatlah karena bisa refund.

3. Anniversary ketiga - 2015 
Belum puas karena belum sempat ke Malaysia, kami merencanakan liburan yang sama (tetapi lebih lama) untuk tahun ini. Nggak tanggung-tanggung, kami sampai berencana untuk 'mampir' ke Singapore melalui jalan darat supaya lebih puas rencana jalan-jalannya. Rencana sudah bulat, apalagi saya sudah resign jd nggak mungkin dong tertunda-tunda rencana jalan-jalannya. Sayangnya, kami harus membatalkan kepergian kami kali ini. Saya yang sedang berstatus sebagai mahasiswa S2 pada saat itu ternyata ada jadwal UTS (yang baru keluar satu minggu sebelumnya), dan ternyata suami juga ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda di bulan Oktober tersebut, sehingga biaya penerbangan terpaksa kami hanguskan. Salah satu sisi negatif dari beli tiket promo, harus beli dari jauh-jauh hari jadi harus siap-siap rugi kalau nggak bisa berangkat.

Tahun ini mau kemana?
Belum tahu. Sebagai anak pantai garis keras, saya pingin banget ke Lombok lagi, apalagi melihat postingan Lisna tentang liburannya di Lombok awal tahun ini, jadi pingin merasakan Lombok dari sisi lain (ceileh), secara liburan ke Lombok terakhir 'cuma' menyambangi Gili Trawangan. Tapi saya juga masih pingin merasakan sekali-kali bangun dan menghirup area pegunungan di Ubud, atau sisi Utara Pulau Bali. Rencana liburan akan dibahas di blog selanjutnya yah...

SELAMAT HARI SENIN, 
semoga Jumat segera datang, Amin!

Thursday, July 21, 2016

Review : May Lindstorm Clean Dirt

Sebagai penjual online, saya lebih sering buntungnya daripada untungnya. 

KENAPA?

Basically karena saya sering keracunan (terutama sama Nihe, racunnya luar biasa langsung bikin saya bokek). Hal yang paling gila adalah ketika saya keracunan May Lindstorm ini. Cleanser paling mahal yang pernah saya beli seumur hidup LOL! Bentuknya cakep, classy warna item polos gitu dan isinya pun banyak. Akhirnya saya share dengan Nihe, berhubung saya seller yang baik, akhirnya punya saya, saya taruh di bekas tempat Clear Pomade LOL.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sedikit Kisah tentang May Lindstorm :

A former model turned ‘skin chef’, May Lindstrom began formulating this skin care haute cuisine in her kitchen – starting with the now iconic Good Stuff Radiance Oil; an ultra-nourishing blend of botanical extracts, that bewitched fellow supermodels, and soon stole its way into all the top make-up artists kit bags. Shattering the boundary between natural and luxury, May Lindstrom’s products contain only the finest organic, biodynamic, wild-crafted and vegan ingredients, sustainably sourced and mindfully harvested. This is skin food for the beauty gourman.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya selalu mudah terguir sama Cleanser, segala macam jenis dan macamnya. Kalo kata Caroline Hirons, always splurge for serums, saya dengan bodohnya always fall for cleanser. Pernah waktu itu temen saya Mba Pia ke Oz, dan saya nitip cleanser sampai 3, yang mana ternyata yang cocok di muka saya cm 1 *LOL

Clean Dirt dari May Lindstorm ini bentuknya bubuk. Kalau nggak salah, Mba Amal pernah bilang bahwa jenis cleansing macem bubuk gini terinspirasi dari India, atau ayuverdic kalau ga salah. Ini kali kedua nyoba cleanser dengan bentuk bubuk. Cleanser bubuk pertama yang saya punya adalah Indeed Laboratories Exfoliator Powder. Kalau punya Indeed Labs warnanya putih, Clean Dirt ini persis kaya pasir coklat gitu dan baunya agak rempah-rempah. 

Awalnya biasa aja sih, merasa nggak sebanding sama harganya. Ternyata setelah ngobrol2 sama Mba Amal, make Clean Dirt ini nggak bisa cuma secolek dua colek. Kudu rada 'banyakan' supaya lebih mantep ketika dioles dan ngebersihin wajah. Cara makenya kalo aku, taruh dulu bubuk Clean Dirt ini di wadah, trus campur air. Jangan banyak-banyak, biar ga cair2 amat. Yang lucu, waktu dikasih air pertama kali, keluar busa-busa gitu, tp waktu dioles di muka berasa kaya pake scrub sih. Kalau menurut May Lindstorm, afdolnya Clean Dirt ini dipake bareng sama Honey Mud. 


Setelah diratakan, aku biasanya pijat2 dengan arah melawan gravitasi (ke atas maksudnya), selama 5-10 menit, baru setelah itu dibasuh dengan air. So far sih suka banget ya, karena habis itu wajah berasa kinclong banget dan bersih. Ya berasa sendiri sih, plus ngerasanya jd serum dan segala macem skinker yang nemplok di wajah setelah itu berasa lebih mudah terserap. Aku sendiri make ini seminggu sekali, karena harganya lumayaan yaa, jd diseling-selingin sama cleanser yang lain. 

Produk May Lindstorm bisa dicheck di :

Thursday, June 16, 2016

Bersihkan Muka dengan Hadalabo

Melanjutkan event report Hadalabo dengan FemaleDaily kmrn, saya akan membahas secara singkat bagaimana sih cara membersihkan muka dengan baik supaya kulit tetap sehat, dengan menggunakan produk Hadalabo. Hadalabo dijual di hampir seluruh supermarket di Indonesia, sehingga mudah didapatkan dan harganya terjangkau pula, sehingga nggak menguras kantong kita (yang udah tipis ini). 

Rangkaian Produk Hadalabo Indonesia

Proses cleansing pertama adalah dengan menggunakan cleansing oil sebagai First Cleanser. Membersihkan muka dengan cleansing oil dilakukan dengan menuangkan oil ke seluruh muka dan memijat-mijat secara lembut hingga makeup kita luruh. Jangan khawatir, aman kok digunakan untuk ke sekitar mata. Setelah seluruh makeup luruh, bersihkan dengan air pelan-pelan dan kemudian lap dengan handuk wajah yang halus atau flannel (bisa juga menggunakan muslin cloth). 

cleansing Oil dan Face Wash Hadalabo

Setelah setengah kering, bersihkan muka kita dengan Face Wash/Cleansing Foam/Tamagohada Mild Peeling sebagai second cleanser. Biasanya orang Jepang menggunakan Foam dalam jumlah banyak, dengan tujuan untuk meminimalisir kontak tangan secara langsung dengan kulit. Wanita Jepang percaya bahwa yang seharusnya bekerja dengan maksimal adalah skincare itu sendiri, bukan tangan kita sehingga dengan membentuk foam sebanyak mungkin, yang akan menyentuh kulit kita secara langsung adalah foam-nya, bukan tangan kita. 

apabila kita menggunakan Face Wash yang Creamy, jangan khawatir! Ambil Face Wash dalam jumlah yang 'tidak sedikit' dan campurkan dengan air dalam jumlah yang cukup banyak. Gosok-gosokkan kedua tangan kita sehingga buble foam akan muncul. Semakin cepat kita menggosokkan kedua tangan kita, semakin banyak buble foam yang muncul!

Setelah membersihkan muka, gunakan Moizturizing Lotion dari Hadalabo untuk mengisi rongga-rongga kulit yang kosong setelah dibersihkan. Ini berfungsi untuk membantu kulit kita menjadi lembap lagi setelah dibersihkan dengan menggunakan first dan second cleanser. Setelah itu, kembalikan kelembapan kulit dengan menggunakan Moisturizing Milk. Tips dari Mba Amal (@deszell), yang biasanya membuat kulit jerawatan adalah apabila sisa-sisa skincare belum masuk terserap di kulit, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa semua skincare yang kita gunakan sudah terserap. Caranya mudah, tepuk halus wajah yang sudah diberi skincare dengan punggung tangan, semakin 'lengket' dan 'kering' wajah kita, kemungkinan skincare sudah diserap kulit akan semakin besar juga. 

Moisturizing Milk

Kalau sudah dilakukan, proses selanjutnya adalah menggunakan makeup. Jangan lupa untuk menggunakan sunscreen atau sunblock ya, karena akan membantu menyehatkan kulit kita dalam bertahun-tahun ke depan (menghindari penuaan dini!). Nah, Hadalabo punya juga nih, produk CC Cream yang sudah mengandung SPF 35. Warnanya kalau nggak salah ada 2, royal ivory dan elegant beige. Jangan khawatir, warnanya bisa masuk ke semua jenis kulit, kok!

Sebelum Bersihkan Muka (dengan Makeup) - Setelah Sesi Bersihkan Muka - 
Setelah CC Cream dan Lipstick!

Pesan dari Mba Amal, skincare bukanlah suatu hal yang instan. Kalau kami dari sekarang sudah rajin membersihkan dan merawat wajah, nggak perlu produk mahal-mahal kalau kita konsisten kulit yang sehat akan kita miliki, kok! 

Keep Double Cleansing and Gaul ya... LOL!!

Hadalabo : Lets Get Hydrated!

Puasa dan Kulit Kering.
hayo, siapa yang mengalami masalah ini?

Udah pada tahu dong, cara mudah punya kulit cakep dan sehat adalah minum air putih sebanyak mungkin, minimal 2 Liter sehari?

Nah, kmrn Hadalabo dan FemaleDaily bagi-bagi tips gimana caranya menjaga kesehatan kulit pada bulan puasa, apalagi buat yang sehari-hari berada pada lingkungan ber-AC. Kulit yang kekurangan cairan bisa dehidrasi, lho, nggak peduli mau kulit kita berminyak sekalipun, dehidrasi bisa mampir ke kulit kita dan membuat kulit nggak sehat lagi. Selain dengan menghindari penggunaan alkohol (baik secara langsung maupun melalui skincare), mengurangi konsumsi kopi juga bisa baik untuk kesehatan kulit apalagi kalau konsumsi air putih lagi minim. 
 
Acara dimulai dengan sharing tentang kulit dan dehidrasi bersama skincare guru kesayangan kita Mba Amal dari @deszell dan Mba Aline dari Hadalabo Indonesia. Intinya, masalah kulit apapun sebenarnya bisa diatasi kalau kita rajin merawat kulit. Perawatannya pun juga nggak harus dengan skincare yang mahal, skincare yang terjangkau pun asalkan bagus juga bisa membuat kulit kita tetap sehat, kok! 

 skincare Hadalabo Gokujyun yang sangat terjangkau 

Mba Amal dan Mba Aline dalam sesi tanya jawab

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mba Amal menjelaskan dengan singkat cara mengatasi whitehead alias komedo membandel, yaitu dengan rajin-rajin Double Cleansing. Double Cleansing itu apa, sih? Singkatnya, memisahkan proses pembersihan makeup dengan pembersihan kotoran diwajah, sih (akan saya jelaskan di blog post berikutnya ya, minggu depan). Hadalabo sendiri memiliki produk yang dapat mengatasi komedo membandel, yaitu Tamagohada (Mild Peeling Face Wash), yang mengandung AHA dan BHA. 

Saya juga sempat bertanya juga mengenai perbedaan produk-produk Hadalabo di Indonesia dan di Jepang. Mba Aline menjelaskan bahwa sebenarnya semua produk Hadalabo di Indonesia dijual di Jepang, tetapi ada beberapa produk yang memang khusus hanya dijual di Jepang, karena kondisi musim di Jepang yang berbeda dengan Indonesia, yakni ada musim dinginnya sehingga membutuhkan skincare yang kandungannya untuk melembapkan lebih besar dibandingkan di Indonesia. 

Selain itu, saya juga menanyakan tentang bedanya kulit yang iritasi dengan yang tidak ketika kita mengalami tingling sensation, karena kan susah ya membedakan kulit yang tingling dengan yang perih. Secara singkat mba Amal menjawab bahwa tingling sensation atau warming sensation dirasakan karena kandungan skincare tersebut mulai terserap ke lapisan kulit yang lebih dalam, dan rasa tersebut akan hilang dalam 30 detik - 5 menit. Sedangkan apabila kulit iritasi, rasa perihnya biasanya akan tetap terasa hingga berjam-jam bahkan berhari-hari kemudian. 

Setelah itu, kami diajak untuk mencoba merasakan sensasi membersihkan muka dengan menggunakan produk Hadalabo. Cara membersihkan muka akan dibahas di blog post yang terpisah ya... 

Thank You FemaleDaily dan Hadalabo :)



Sunday, June 12, 2016

Inspiring: 2 Days 1 Night (Variety Show Korea)

Okay, panggil saya telat banget karena baru mulai nonton korea sekarang LOL.

Saya baru memutuskan untuk mencoba nonton Korea awal tahun ini. Awalnya diracunin temen, karena dia bilang ada 1 drakor yang bagus dan yang main super duper ganteng. Serial pertama saya adalah It’s Okay That’s Love yang dibintangi si ganteng Jo In Sung. 

Jo In Sung

Teman saya beralih ke beberapa drakor lain dan salah satu variety show yang lumayan ngetop di Korea Selatan sana, yaitu Return of Superman. Saya juga, sih, dan akhirnya jatuh cinta dengan Triplets!

Triplets - Daehan, Minguk dan Manse!

Yang mau saya bahas hari ini adala satu satu variety show juga, yang nggak kalah ngetren dari Return of Supermanyaitu 2 Days 1 Night. Teman saya menyarankan untuk nonton serial ini, langsung ke Season 3 karena katanya lucu banget. Awalnya saya pesimis sih, karena di episode 1 nggak lucu-lucu banget. Yang ikut di tv show ini juga nggak ganteng-ganteng banget (macem Jo In Sung). Lucunya pun agak-agak 'jahat' dan sarkastik (biasa, awal nonton agak judgemental). Saya sempat mikir, ini orang Korea bikin tv show ada-ada aja banget, sih. Apa fungsinya coba?

Defcon - Juhyeuk - Tae Hyun (Cintaku) - Jong Min - Joonyoung - Junho

Lama-lama saya mulai suka. Hampir setiap ada waktu senggang saya buka youtube cuma buat nonton ini. Bikin ngakak sendiri lah, pastinya setiap nonton ini. Tapi ada satu hal yang saya kagum setiap nonton, pemandangannya! Yes, jadi 2 Days 1 Night ini ceritanya adalah sebuah variety show yang isinya 6 selebritis di Korea, mulai dari penyanyi, pemain drama korea dan komedian. Mereka akan bertemu dan menghabiskan 2 hari 1 malam bersama-sama di lokasi yang berbeda-beda setiap minggunya. Mereka nggak boleh mengeluarkan uang dari kantong mereka sendiri, dan nggak boleh menentukan mau menginap dimana. Jadi mulai dari transport, makan, sampai akomodasi semua ditentukan oleh sang sutradara Yoo Ho Jin dan staf 2 Days 1 Night, bahkan kadang koper dan barang bawaan mereka harus mereka bawa sendiri. 1 Kali 2D1N pergi, nantinya bisa terpisah menjadi 2-3 episode. 

Ternyata setelah saya nonton beberapa episode, tv show ini memang bertujuan untuk memperkenalkan keindangan Korea Selatan ke dunia. Lokasi yang ditampilkan di tv show ini pun bermacam-macam, mulai dari Museum yang terletak di Seoul yang bisa dijangkau dengan mudah, sampai Pulau Jeju-do mengunjungi keluarga Joonyoung. Sebagian lokasi yang dipakai memang bukan lokasi yang mudah. Keenam member 2D1N kadang harus naik turun lembah untuk mencapai lokasi tersebut, tapi memang bagus banget sih pemandanganya. 

6 member 2D1N membawa koper dan berjalan menuju lokasi basecamp

Episode favorit saya sementara adalah Episode berjudul Going to Seoul National University. Disini para member diberikan beberapa game terkait dengan SNU, misalnya mencari mahasiswa dengan kriteria spesifik, mengikuti kuliah dosen tertentu serta kuis yang harus diikuti untuk menentukan lokasi tidur (di dalam dorm atau camping di rooftop SNU), yang dilakukan bersama 1 partner mahasiswa dari SNU. 

picture taken from here

Secara nggak langsung, 2 Days 1 Night telah memperkenalkan keindahan Korea Selatan, walaupun melalui kekonyolanan para membernya. Selain itu, 2D1N juga ternyata berhasil memperkenalkan tentang SNU lebih jauh, sehingga para pelajar yang mungkin sedang mencari informasi tentang SNU bisa memahami dan mengetahui lebih jauh mengenai keadaan dan lokasi dari universitas yang masuk dalam Top 50 di QS World University Ranking 2015-2016. Buktinya, setelah nonton itu saya langsung menghabiskan hampir 1 jam untuk browsing mengenai program PhD di SNU (LOL). 

Semoga variety show di Indonesia bisa mencontoh hal-hal yang seperti ini, ya. Sebenarnya mungkin di Indonesia sudah banyak tv show yang menceritakan tentang keindahan Indonesia, tetapi sayangnya mungkin cara packagingnya tidak semenarik 2D1N. 2D1N sendiri menurut saya sangat menarik karena tidak hanya menghadirkan pemandangan yang indah tapi juga yang paling utama adalah menghibur. Sayangnya, acara hiburan di Indonesia masih didominasi oleh acara musik yang sebagian besar nggak mutu. 

Buat yang penasaran dengan 2D1N, bisa mengunjungi channel youtube KBS World TV atau playlist ini ya.. Selamat menonton!

Sunday, June 5, 2016

Bersyukur, Yuk!

Tadinya postingan ini mau dikasih judul God is Good. Tapi setelah dipikir panjang kali lebar, kok kesannya God is (not) Good, tapi karena Tuhan baik sama aku jadi Good LOL. Padahal, Tuhan selalu baik dengan semua umat-Nya, dengan segala cobaan dan berkah-Nya.

Jujur kadar keimanan saya seiring dengan bertambahnya usia bukannya meningkat, tapi malah menurun. Sholat yang (kadang masih) bolong, Ngaji yang nggak teratur (alias jarang), dan lain sebagainya. Alhamdulillah pelan-pelan ditarik Tuhan lagi untuk masuk ke dalam lingkungan yang membuat saya bisa lebih baik, dan lebih dekat dengan Tuhan.

Salah satu yang masih membuat saya agak belum bisa memahami jalan-Nya adalah tentang keturunan. Hampir 4 tahun pernikahan saya dan cumamik, saya belum juga diberi keturunan. Walaupun begitu, Alhamdulillah berkah Tuhan datang ke saya dari arah yang lain. Ketika saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya sekitar 1 tahun yang lalu, saya diberi kekuatan dan kemampuan untuk akhirnya berhasil lolos ujian SIMAK (Ujian Masuk) Universitas Indonesia, tepat di hari Ibu 2014. Ketika saya sedang down karena bokek sebokek-bokeknya pertengahan Maret yang lalu (of course karena 1 tahun nggak bekerja, tabungan saya habis LOL), tiba-tiba Tuhan memberi saya kesempatan untuk bekerja lagi, tepat disaat kuliah saya tinggal 1 mata kuliah (which is 1 kali seminggu). Alhamdulillah juga saya dikelilingi keluarga yang sangat baik dan nggak pernah menuntut saya, malah Alhamdulillah kedua orang tua saya nggak pernah berhenti support kedua anaknya ini untuk tetap mendekatkan diri dan bersyukur dengan semua yang diberi Tuhan.

Selain itu, walaupun saya dan suami sampai sekarang masih mencicil rumah dan belum memiliki mobil (saya nggak bisa bilang kami berdua sudah stabil sih kondisi keuangannya, karena saya boros banget), Alhamdulillah saya dan suami masih dikaruniai rasa sayang yang luar biasa. Jujur banyak yang sempat bilang ke saya, bahwa tidak mudah hidup berdua dengan suami dengan kondisi belum memiliki momongan. Memang benar sih, tapi Alhamdulillah (lagi) kami berdua bisa menghadapi ini semua dengan lebih santai. Susah, lho, stay positive di lingkungan yang bisa dengan mudah membuat kita iri dan merasa sedih dengan kondisi kita. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, berkah Tuhan ke kami berdua (dan keluarga besar) Alhamdulillah sudah banyak banget. Kalau saya boleh bilang, God is really Good, karena dengan kondisi saya yang terkadang masih jauh dengan Dia, Tuhan masih tetap baik dan nggak berhenti memberi kami berdua kebahagiaan yang luar biasa (Relax, kami masih hobi berantem setiap hari, kok!).

Postingan ini saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri, bahwa dibalik cobaan yang Tuhan berikan kepada diri kita, selalu ada sesuatu yang bisa kita tarik menjadi suatu berkat. Bukan berarti bahwa belum memiliki momongan itu adalah suatu berkat, tetapi saya mencoba menjadi lebih bersyukur karena dibalik cobaan yang Tuhan berikan, ada seribu Berkah yang Tuhan berikan kepada saya dan keluarga. Saya Cuma bisa berdoa, supaya semua harapan kami dan keluarga dapat dikabulkan oleh Tuhan, dan semoga kami berdua selalu diberi kesabaran dan (soon) kepercayaan untuk memperoleh sesuatu yang mungkin belum Tuhan berikan kepada kami.

Stay Positive, dan Selalu Bersyukur! 


Related Posts with Thumbnails