Featured Post

Ayo Liburan bersama PegiPegi!

Berhubung kemarin tanggal 26 Oktober saya dan suami merayakan anniversary yang kelima, beberapa kali kami sempat mendiskusikan tentang renc...

Wednesday, December 16, 2015

Nobar #BTDLA bareng IHB

Saya sedang ‘compile’ bahan ujian ketika baca email IHB (Indonesian Hijab Bloggerindonesian-hijabblogger.com) tentang Nobar ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ (BTDLA) tanggal 15 Desember 2015. Nggak pikir 2x, langsung email! Belakangan saya baru ingat di tanggal yang sama ada jadwal UAS (OMG Myriaaaa!), yang Alhamdulillahnya ternyata selesai jam 4! Alhamdulillah bisa ikut Nobar #IHBxBTDLA bareng beberapa teman dari komunitas #IHB #IndonesianHijabBlogger.

bersama teman-teman dari IHB


Saya sebenarnya sudah baca buku ini dari hampir setahun yang lalu. Berhubung saya nggak pernah nonton ’99 Cahaya di Langit Eropa’ di Bioskop, saya memutuskan untuk membeli buku-bukunya, plus termasuk buku ini (yang saya baru ingat pernah baca, setelah saya nonton setengah dari filmnya). Saya mulai tertarik nonton #BTDLA sekitar semingguan yang lalu, karena ada trailernya di Youtube. Yes, pas bagian Abimana nanya, “Akankah dunia lebih baik tanpa Islam?”

Berhubung saya baru sekali nonton Gala Premier, awal sebelum film dimulai saya dan beberapa teman IHB lain sempat tengak-tengok karena artis pendukungnya sebagian datang, dan cantik-cantik semuanya (plus ganteng tentunya!). Acara dimulai dengan pembukaan singkat dari mba Hanum Rais & Pak Rangga Almahendra, sebelum kami hanyut dalam film yang super inspiring ini.

Hanum Rais, Rangga Almahendra & Sebagian Besar Team

Sinopsis Singkat (Bukan Spoiler)
Berbeda dengan Novel dan Film sebelumnya, Film dari Maxima Pictures ini bukan berdasarkan kisah spiritual nyata (Rais, 2014) tetapi lebih sebagai campuran dari berbagai genre, yang ditemukan ketika penulis berkunjung ke US. Kisah dimulai ketika Hanum (diperankan oleh Acha Septriasa) ditugaskan Gertrude, bosnya di Heute ist Wunderbar, surat kabar tempatnya bekerja di Wina, untuk mewawancarai keluarga (orang yang diduga sebagai) pelaku pemboman ketika 9/11. Abe Hussein. 
Hal tersebut dilatarbelakangi karena muncul video yang diunggah di Youtube oleh Sarah Collins, anak dari Abe Hussein, yang mempertanyakan mengenai tuduhan semua orang akan ayahnya. Dia yakin bahwa ayahnya tidak bersalah, karena sosok ayahnya yang dia ingat adalah ayah yang baik, penyayang, yang bahkan memberikan Al-Quran pada hari ulang tahunnya yang ketiga. 
Gertrude meminta Hanum  untuk datang ke US dan menulis artikel yang berdasar kepada hasil wawancaranya, dengan judul “Would the world be better without Islam?”. Pada saat yang sama, Rangga (diperankan oleh Abimana) ditugaskan untuk mengunjungi US (New York, pada tanggal yang bersamaan dengan Hanum) untuk mewawancarai seorang philantropis bernama Philipus Brown yang paska 9/11 mengalami life changing dari workaholic businessman menjadi philantropis yang sangat dermawan.
Masalah muncul ketika ternyata waktu Rangga bersinggungan dengan waktu Hanum melakukan interview, sehingga Hanum harus melakukan semuanya sendirian. Ditambah lagi map yang merupakan satu-satunya pegangan Hanum untuk menghubungi Julia Collins, wanita yang akan diinterview ada di dalam map tersebut. Selain itu, Julia Collins dikenal sebagai sosok yang tidak ingin diwawancara. Apabila Hanum tidak berhasil mewawancarai Julia, maka mau tidak mau dia harus menjawab artikelnya dengan jawab "Yes". 
Untuk kelanjutannya, silahkan datang ke bioskop terdekat mulai besok, 17 Desember 2015 ya...

What I’ve thought about this movie
Walaupun ada beberapa bagian dari buku yang nggak masuk dan ada tambahan drama di beberapa adegan, tapi overall saya suka banget! Mba Hanum menyebutkan bahwa salah satu tujuan dari film ini adalah menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, dan membuka pandangan orang lain atas Islam secara lebih luas. Saya bukan kritikus film, sih, tapi menurut saya emosi yang diperoleh ketika nonton film itu dapet banget! Acha dan Abimana bener-bener sudah nge­blend satu sama lain, sehingga akting mereka totally keren banget.
Film ini juga menunjukkan bahwa 'bulan' terbelah menjadi 2 di Amerika, yang menggambarkan bahwa pandangan mayoritas penduduk AS, terutama paska adanya 9/11 terhadap Islam (khususnya wanita berjilbab) sebagai teroris dan pembunuh. Agama Islam dianggap jahat, dan Al-Quran disebut sebagai pembawa kejahatan tersebut. Kebencian akan agama Islam benar-benar terlihat disini, terutama bagi pihak yang kehilangan keluarganya di insiden 9/11. 
Kalau mengutip kata-kata Azima Hussein (diperankan oleh Rianti Cartwright), mungkin masih banyak muslim di luar sana (literally di luar, yang mayoritas non-muslim) yang masih memegang teguh agama Islam tetapi tidak memiliki ‘kebanggaan’ karena banyaknya hinaan. Semoga film ini mampu meningkatkan kebanggaan muslim di seluruh dunia, ya.. 
Amien..

kebagian selfie brg Acha. cantik banget ya Achaaaaa..

Oh iya, film ini juga akan ditayangkan di Malaysia di bulan Januari 2016, lho. Buat teman-teman di Malaysia jangan khawatir, tunggu tanggal mainnya ya...

Sunday, September 20, 2015

Nasi Uduk Betawi - Sekitar Sawangan

Sebagai istri (dan suami) yang malas masak dan doyan jajan, salah satu makanan favorit kami kalau lagi malas masak adalah 'Nasi Uduk Betawi'. Nasi Uduk Betawi agak beda dengan Nasi Uduk yang biasa kami makan di Jogja, kalau di Jogja nasi uduk itu identik dengan 'penyetan', jadi dimakannya bareng dengan Ayam Goreng Penyet, Lele, dan lain sebagainya. Salah satu favorit saya adalah Nasi Uduk Cak Anto di dekat Kehutanan UGM (Lah, jadi salah fokus). 

*picture taken from Google

Nasi Uduk betawi biasanya lebih menarik daripada nasi uduk pinggir jalan lainnya, soalnya harganya jauuhh lebih murah. Rata-rata harganya paling mahal Rp 12 Ribu, itupun sudah pakai telur, kentang dan tempe tepung plus segala macam side dish (tempe korek dan kentang balado). Coba nasi uduk lain (lebih mirip penyetan), Rp 12 Ribu cuma dapat ayam (hiks). 

Berikut adalah nasi uduk langganan kami berdua, yang bisa ditemui dari jalanan Gandul menuju ke Sawangan. Berhubung semua nasi uduk ini hanya nasi uduk pinggir jalan (dan rata-rata cuma satu yang pakai banner), jadi mohon maaf kalau saya nggak sebut nama ya.. karena memang nggak tau (LOL!). Oh iya, karena kami nggak pernah sarapan bareng, jadi semua nasi uduk yang saya tulis disini baru buka rata-rata habis maghrib ya..

1. Nasi Uduk Bu Umi
Ini nih satu-satunya nasi uduk yang ada bannernya yang saya ingat. Letaknya di dekat perempatan Gandul, di sebelahnya ada ayam Sabana yang nggak kalah enak (lah). Buat yang suka galau memutuskan mau makan apa, dijamin bakal kalap kalau kesini. Nasi uduk ini merupakan nasi uduk yang paling besar meja jualannya, jadi laukpauk dan sayur mayurnya buanyaaak banget. Saya biasanya end-up membungkus beberapa sayur mayur untuk lauk esok hari, soalnya murah dan enak. 

2. Nasi Uduk seberang Burjo, Jalan Pramuka
Agak absurd nih judulnya. Letak pastinya sih dia 100 meter sebelum ujung Jalan Pramuka (arah Jl. Raya Sawangan, yang ada masjidnya sebelum turunan). Lauknya lebih sedikit, seringnya sih IIA (itu-itu aja) : kentang balado, tempe korek, jengkol. Saya biasanya cuma pakai telor, kentang dan tempe (basic template kalau beli nasi uduk betawi), tetapi di sini selalu sedia gorengan dan sambel kacang yang enak banget. Buat yang mau beli, biasanya jam 8 ke atas sudah tinggal sisa-sisa, jadi datang agak sorean aja.

3. Nasi Uduk Maharaja
Nasi uduk yang ini biasanya kami beli kalau tiba-tiba kelaperan dan mager mau cari nasi uduk betawi yang agak jauh. Lauknya standar sih, hampir sama seperti Nasduk Nomor 2, tetapi disini juga sedia Lontong Sayur dan lauk-mauk tambahan seperti Pepes tahu, pepes ikan, bergedel kentang. Disini nggak sedia gorengan, tetapi dia jual baceman yang nggak kalah enak. Sayangnya suami nggak begitu suka disini karena kuah sayur-sayurnya agak asin, walaupun tetap enak. 

4. Nasi uduk Dekat RS Bhakti Yudha

Nasi uduk ini letaknya di depan warung sate, yang baru buka jam 10.30 malam ke atas setelah warung satenya tutup. Walau begitu, warung yang dijaga oleh ibu-ibu ini selalu rame lho! Semalam apapun kami lewat (paling malam jam 12an sih) ibu-ibu ini nggak pernah sendirian, alias selalu ada yang lagi pesan, bungkus atau makan disana. Lauknya standar, tapi gorengannya banyak banget plus ada sambel kacangnya juga. Selain itu ada berbagai jenis sate-satean yang bikin kita galau mau ambil atau nggak. 

Overall, saya paling suka Nomor 2 & Nomor 4. Enak dan rasanya pas, nggak terlalu manis ataupun asin. Harganya pun bersahabat, walaupun saya end-up beli lebih dari 2 lauk kalau berkunjung ke Nomor 4. 

Sekian dan Terima ditraktir nasi uduk di tempat lain yaaa..
Ada referensi sekitar Depok lainnya?

Thursday, August 6, 2015

ABH vs DOC - Dark Lips Battle

Sudah beberapa minggu terakhir ini saya selalu gampang jatuh cinta sama lipen berwarna gelap. Apalagi kalau barang lagi dateng, nggak cuma sekali akhirnya saya ngembat dagangan sendiri, ini salah satunya LOL.

Kali ini bakal review Liquid Lipstick dengan warna gelap, nggak sepenuhnya sama sih, cuma karena hampir sama makanya saya pakai bersamaan, biar keliatan beda warnanya lebih jelas. Review kali ini antara #AnastasiaBeverlyHills (Anastasia Beverly Hills) Liquid Lipstick dengan Dose Of Colors (#DoseofColors) atau sering disebut sebagai DOC. ABH sendiri saya berhasil ngembat warna terbarunya, Trust Issue sedangkan DOC dengan shade Berry Me. 

Trust Issue sama Berry Me ini kalau dilihat sekilas dari bungkusnya (will update soon) lebih gelap si Trust Issue. Tetapi ternyata pas dipakai Trust Issue jatuhnya lebih gelap, mungkin karena Berry Me ini warnanya Ungu banget (walau nggak se-Ungu Stunner-nya LA Girl). Berry Me IMO jatuhnya mirip maroon keunguan, sedangkan Trust Issue maroon kemerahan, jadi Trust Issue lebih gelap.

Warnanya keren ternyataaa!

Atas :
Anastasia Beverly Hills - Trust Issue
Bawah :
Dose Of Color - Berry Me

Trus, lebih recommended yang mana?

Tentu sajaaa lah ABH, secara dari harga aja selisihnya Rp 100.000,- sendiri, kan? 
Teksturnya ABH ini lebih enak, 
pas diaplikasiin lebih gampang, warnanya gampang ngeblend (beda banget sama MUA Luxe yang gampang kering, jadi ujung-ujungnya malah kaya numpuk-numpuk). 
Staying powernya lumayan, kok!
Saya pakai sekitar jam 5, dan sampai jam 11-an setelah makan minum besar, dua-duanya masih cakep di bibir saya (bagian dalem juga masih rapi). Plus nggak bikin bibir kering, beda memang ya lipstick mahal hehehe (FYI, ini lipstick termahal yang pernah saya beli LOL). 

Tapi.....

Buat yang budgetnya terbatas, DOC ini juga bagus, lho! 
Kalau beberapa orang bilang DOC ini teksturnya nggak enak, saya justru malah suka. DOC memang lebih cair sih daripada ABH, cuma not bad lah nggak jauh beda juga kok waktu diaplikasikan. Plus staying powernya juga lumayan oke, dan nggak bikin bibir kering.
Untuk Berry-Me ini warna yang paling cakep menurutku, karena beberapa warna lain lebih ngejreng. 

Oh iya, buat yang naksir sama Craftnya ABH, Berry Me ini disebut oleh @dupethat sebagai dupenya Craft, lho! Beda tipis, sih, Berry Me lebih ungu dibanding Craft. Tapi Lumayan banget lah mengingat harganya lebih murah. 

Harganya?

Bisa beli di @KailieShoppe @KailieShoppe atau FB KailieShoppe dengan harga :
Anastasia Beverly Hills Liquid LS - 370rb
Dose of Colors - 280rb

Selamat Hunting Lipen!

Vandroid X7 : Smartphone Kece dari Indonesia

Tanggal 3 Agustus 2015 kemarin, Advan meluncurkan produk smartphone terbarunya yang bernama Advan Vandroid X7. Produk ini berbentuk tablet 7" dengan segmen menengah ke atas yang dibanderol dengan harga Rp 1.099.000,- saja. Tablet PC berotak komputer ini merupakan hasil kerjasama antara Advan Indonesia dengan Intel Indonesia, dengan menggunakan processor terbaru di dunia milik Intel. 

Ini bukan kali pertama Advan Indonesia bekerjasama dengan Intel Indonesia. Kedua perusahaan tersebut tidak berhenti menciptakan sinergi bersama-sama karena keduanya memiliki visi dan misi yang sama, yakni ingin memajukan pendidikan di Indonesia. Hal ini lah yang kemudian mendasari Advan Vandroid X7, smartphone berbentuk tablet ini didesain khusus dengan harga yang 'terjangkau' bagi pelajar dengan tujuan supaya pelajar di Indonesia semakin melek teknologi, karena Advan Indonesia ingin teknologi canggih tidak hanya dinikmati kalangan tertentu saja. 
Tablet 7" ini memiliki resolusi HD 1024 x 600 Pixels. Tampilan layarnya cukup jernih, dan pergerakannya cukup smooth, apalagi salah satu unggulan Vandroid ini adalah 3D Games, nggak mungkin kan kita main games 3D tapi putus-putus?  Processor yang digunakan adalah Intel Atom X3 dengan teknologi irit baterai, karena keseluruhan fitur andalannya berintegrasi dengan prosesornya (System on Chip). Tablet ini menggunakan teknologi Quadcore 1,0 Ghz & 64Bits. 

Fitur andalan dari Vandroid X7

Fitur ini sangat mendukung segmentase produk, dimana produk ini telah dilengkapi dengan teknologi USB OTG, sehingga buat pelajar dan mahasiswa yang ingin transfer data dari USB ke tablet, nggak perlu repot buka-buka laptop 'hanya' untuk transfer data. Untuk spesifikasi, tablet ini cukup bersaing lah karena dengan harga Rp 1.099.000,-, fitur yang kamu dapatkan nggak kalah dengan smartphone sejenis dengan harga 3 bahkan 4 kali lipat. Selain itu, teknologi Dual Simcard dan Dual Camera juga dimiliki oleh ponsel ini, walaupun untuk kamera depan masih menggunakan kamera VGA. 

Still, this smartphone is really a good deal!

Apalagi dilengkapi dengan processor Intel terbaru, tidak perlu khawatir lagi membuka beberapa program bersamaan! 

Sambutan dari para directors dari Advan dan Intel

Acara dibuka dengan pengenalan Advan Indonesia oleh Bapak Tjandra Lianto, selaku Marketing Director dari Advan Indonesia (kanan bawah). Saya baru tahu bahwa Advan ini adalah produk asli Indonesia, walaupun dari sesi tanya jawab diketahui bahwa komponen yang 'benar-benar pure dari Indonesia' masih dibawah 30%. Tapi Advan Indonesia menargetkan peningkatan penggunaan komponen, sehingga diharapkan pada tahun-tahun berikutnya Advan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Sambutan kedua dilakukan oleh Pak Andry Gusena, yang merupakan managing director dari Advan Indonesia, Beliau menceritakan secara sekilas perjuangan Advan Indonesia sebelum menjadi seperti sekarang. Advan sendiri memulai lini bisnisnya dari Notebook, sehingga kerjasama dengan Intel sebenarnya sudah dimulai dari sejak lama. 

Setelah itu Bapak Harry K. Nugroho menuju ke atas panggung. Sebagai country manager dari Intel Indonesia, beliau menjelaskan lebih rinci lagi mengenai processor terbaru Intel ini, yakni Intel Atom X3. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang bagaimana Intel Indonesia ingin turut serta berperan dalam pendidikan Indonesia, sehingga terobosan-terobosan baru Intel Indonesia sebenarnya secara tidak langsung bertujuan untuk mensukseskan peningkatan kecerdasan pelajar-pelajar di Indonesia. 

Yang terakhir adalah Bapak Yakobus, sebagai product manager dari Advan Indonesia. Selain menjelaskan mengenai fitur-fitur unggulan dari X7, beliau juga menunjukkan TVC terbaru untuk Advan Vandroid X7, baik TVC maupun proses behind the scenenya. Memang bener, kok, segmentase produk ini benar-benar buat pelajar (baik dari SD sampai SMA) maupun mahasiswa. Hal ini bisa terlihat dengan jelas di TVC Advan Vandroid X7 ini sendiri. '

TVC Vandroid X7
Maaf ya miring-miring, nggak tau gimana cara editnya LOL

Advan Indonesia, Intel Indonesia, Indosat Mentari dan Blogger dari KEB dan BRID

Selamat buat yang dapat doorprize yaa.. 

Dibuang sayang nih.. 
sekalian ya.. 

KEB - Komunitas Emak Blogger di Advan Blogger Gathering

Me!
Dan tablet advan. Ada yang item juga, lho!

Oh iya, buat yang penasaran, produk ini baru akan dijual pertengahan Agustus, dan dengan harga Rp 1.099.000,-. Jadi buat yang memang berencana beli tablet buat diri sendiri atau anak, tunda dulu deh! Siapa tahu setelah kamu coba langsung si Advan Vandroid X7 kamu malah kesengsem. Kalau lebih murah, lumayan kan bisa menghemat atau malah bisa beli 2 pcs!

Nggak sabaaarr #AdvanX7UntukIndonesia launching!
Thank you Advan Indonesia dan Intel Indonesia :)
 

Friday, July 3, 2015

Mengapa Harus MedicTrust?


REKAM MEDIS!

Buat saya yang (dulu) sering berganti-ganti rumah sakit (dan dokter) terkait dengan kesuburan atau fertilitas sampai terkait kesehatan mata, rekam medis adalah sesuatu yang saya nggak paham sama sekali. Yang saya tahu, data yang saya punya ya hanya apa yang diberikan dokter ke saya, yang mana tergantung rumah sakit masing-masing ya.. Rumah sakit  terkait kesuburan, misalnya, biasanya akan memberikan kertas berisi catatan dokter dan hasil USG. Rumah sakit mata, ya hanya akan memberikan resep, itu pun kalau kita diberikan obat. Saya nggak tahu sama sekali mengenai apa yang dicatat dokter dalam catatan rekam medis saya terkait dengan pemeriksaan hari itu, kecuali yang disebutkan oleh dokter tersebut.

Terkait dengan fertilitas, berhubung saya suka sekali ganti-ganti dokter, jangan ditanya berapa hasil USG yang saya punya. Sayangnya menyimpan hasil konsultasi dengan dokter bukanlah hal mudah. Biasanya sih hari pertama masih rajin, dikumpulkan di suatu tempat (biasanya di rak atau atas lemari). Tetapi pasca konsultasi berikutnya, kadang-kadang saya sudah lupa, kemarin konsultasi pertama menyimpan hasil konsultasi maupun hasil lab dimana. Memang kayanya butuh Omega-3 banget, deh!

Alhasil ketika saya berganti dokter, hasil laboratorium yang awal otomatis nggak saya bawa, dong, karena lupa taruh dimana. Ulang lah lagi hasil labnya, padahal kadang belum lama, lho (maklum, saya emang agak labil). Padahal biaya laboratorium kan nggak murah. Waktu itu sih saya masih kerja, dan biaya rumah sakit rawat jalan dapat tanggungan yang dibatasi jumlahnya per tahun, jadi biaya tersebut masih bisa tercover. Pasca resign saya ini, ketar-ketir dong. Mulai terfikir buat menyimpan semua medical record yang saya punya dalam satu tempat, apalagi akhir tahun kemarin saya habis melakukan beberapa tes yang harganya nggak murah, mulai dari tes darah biasa hingga tes hormon dan TORCH lengkap. Nangis darah banget kalau hasil-hasil ini harus diulang lagi satu-satu.

 Akhirnya ketemu deh sama MedicTrust!

Aplikasi yang terhubung secara online dengan database #MedicTrust ini memudahkan kita untuk menyimpan segala maca, rekam medis kita, mulai dari hasil tes darah hingga hasil vaksinasi, bahkan hasil Xray pun bisa disimpan disini secara digital. Caranya pun nggak susah, tinggal foto, klak klik klak klik dan pencet sana pencet sini, trus upload! Asalkan handphone kita tersambung dengan internet, data yang kita simpan dalam aplikasi langsung tersimpan juga dalam database MedicTrust, sehingga bisa sewaktu-waktu kita akses ke websitenya MedicTrust.

Awalnya memang kita harus join dulu untuk mengunakan aplikasi ini, karena untuk menyimpan data-data kita, #MedicTrust kan butuh username dan password. Uniknya, khusus untuk VIP Member, 1 akun bisa menyimpan hingga 5 profile yang berbeda, sehingga buat emak-emak diluar sana yang kesulitan melakukan filing terhadap hasil lab 3 anak dan 1 suami, cocok banget pakai aplikasi ini. Berhubung saya baru 2 orang, jadi yang saya masukkan disini hanya saya dan suami.


Nah, yang saya suka lagi dari aplikasi ini, setiap kita upload hasil tes darah, misalnya, aplikasi ini menawarkan opsi ‘Request for Better Text’. Dengan opsi ini, hasil tes darah kita nggak hanya tersimpan sebagai ‘image’ atau gambar, tetapi diubah menjadi bentuk text. Bentuk text ini memudahkan kita untuk melihat secara sekilas apakah hasil tes darah kita masih normal atau diatas/dibawah ambang normal. Selain itu, apabila kita menyimpan lebih dari 1 hasil tes darah dengan konten yang sama, Hemoglobin misalnya, kita bisa mengetahui perkembangan hasil tes darah untuk konten Hemoglobin dari waktu ke waktu.



Hal ini bakal bermanfaat banget buat yang membutuhkan untuk memonitor suatu hal dalam tubuh kita terus-menerus. Misalnya untuk yang terkena diabetes atau terdapat turunan diabetes, fitur ini bisa memudahkan kita mengkontrol kadar gula darah dalam tubuh kita. Bisa jadi early alarm juga, misalnya dalam waktu 3 bulan, kadar gula dalam darah mulai meningkat, kita bisa menyesuaikan gaya hidup kita untuk kembali ke #gayahidupsehat yang baik dan benar, supaya kadar gula dalam darah paling tidak kembali ke jumlah yang ‘normal’.

Selain hasil tes darah, saya menggunakan #MedicTrust buat mengcompile hasil-hasil USG saya yang bejibun banyaknya. Hal ini memudahkan saya banget, karena dokter saya hanya memberikan saya kertas sejumlah 4 halaman yang ditempeli segala macam USG dari setiap konsultasi saya. Kok bisa memudahkan? Karena terdapat opsi untuk memasukkan nama Rumah Sakit, nama dokter dan tanggal, sehingga kita nggak kesulitan lagi kalau mencari mana hasil USG tanggal sekian.

MedicTrust saat ini sudah bekerja sama dengan beberapa dokter anak dirumah sakit terkemuka di Jakarta Selatan. Untuk ke depannya, MedicTrust berencana bekerjasama dengan lebih banyak dokter lagi, tidak hanya dokter anak, tentu saja dengan tujuan supaya nantinya pasien dari dokter tersebut tidak perlu memfoto satu-satu hasil rekam medisnya atau hasil konsultasi, tetapi dokter terkait tinggal mengupload hasil konsultasi dan rekam medis lainnya kedalam akun pasien terkait. Semoga rencana berjalan lancar ya, kan lumayan kita jadi nggak perlu harus foto-foto setiap kali habis periksa ataupun melakukan tes darah.

#TrustMedicTrust! Percayakan rekam medismu dalam aplikasi MedicTrust, karena opsi ini way much better daripada kamu memutuskan untuk menyimpan sendiri semua rekam medismu dirumah. Kecuali kamu punya satu loker sendiri untuk menyimpan semua hasil konsultasi kamu, saya pribadi merasa angkat tangan. Padahal saya Cuma berdua, gimana kalau sudah ada baby, ya? (AMIEN!) Secara hasil konsultasi baby kan lebih bejibun banyaknya, apalagi jadwal vaksinasi. 

Hope it helps, ya ladies!

More Information About MedicTrust :
https://medic-trust.com/

Wednesday, July 1, 2015

Skin Problems : PORI-PORI

Sebenarnya saya jarang banget berhubungan dengan yang namanya skincare. Bukan kenapa-napa, tapi selama saya nggak jerawatan, buat saya cukup (yeah rite). Hampir semua skincare saya disponsori oleh mama saya, mulai dari obat jerawat beserta cleanser lengkap Larissa yang murah meriah (buat yang nggak tahu, Larissa adalah salah satu salon murah di Jogja yang terkenal dengan kualitas dan facialnya. Saya pertama kali facial disana hohoho), krim walet yang terkenal itu sampai akhirnya krim dokter yang mama beserta seluruh adik saya sekarang pakai. Percaya nggak percaya, masalah jerawat yang sempat datang waktu saya tiba di Jakarta berangsur-angsur hilang semenjak saya pakai krim walet, dan berhasil sampai sekarang (maksudnya jerawat nggak datang lagi, kecuali waktu menjelang mensana). 

Akhir-akhir ini kan saya sering post foto #LOTD di Path (di IG, di blog atau di Facebook juga sih), saya mulai terganggu nih dengan kulit wajah saya. Beruntusan dan nggak halus, walau nggak jerawatan juga. Whiteheads dan Blackheads sih jangan ditanya, kalau saya mau mencetin seluruh hidung sampe pegel juga nggak bakal hilang. 

Trus mulai kenal Glamglow. Berhubung kulit saya normal cenderung kering (walau kelihatannya berminyak), saya pertama kali coba Thirsty Mud (beli di @KailieShoppe hehehe). Enak banget, bisa dipakai tidur. Kemudian beralihlah ke Supermud dan Youthmud, kemudian Powermud. Walaupun lumayan mengobati kekusaman kulit dan komedo membandel, tetapi bukan berarti komedo-komedo tersebut hilang. Puncaknya beberapa hari yang lalu, pasca saya menggunakan Biore Porepack untuk mengatasi komedo saya. 

WOW!
Biore Porepack-nya hampir penuh saudara-saudara, yang berarti whiteheads saya buanyak sekali dong, secara sehari sebelumnya baru saya maskerin pakai Youthmud, masa nggak mempan? Sempat sih googling sesaat, cara alami mengatasi pori-pori besar (atau enlarged pores), Ada yang bilang pakai masker tomat, pisang, oatmeal dan lain sebagainya, tetapi berhubung saya adalah tipe couch potato, akhirnya saya browsing produk yang bisa mengatasi hal ini. 

Sampai saya menemukan artikel ini di PaulaChoice

Menurut PaulaChoice, kira-kira penyebab pori-pori membesar adalah sebagai berikut :
Almost exclusively, hormones regulate the oil glands that produce the sebum (oil), which moves through the lining of each pore and then onto your face. With normal oil production, the oil easily flows through the pore lining and out of the pore, imperceptibly spreading over the skin's surface. The problems arise when your oil glands make too much oil. This excess oil mixes with other substances (such as dead skin cells) in the pore to form a clog. Not surprisingly, this clog makes it difficult for the oil to flow freely, which causes the pore itself to enlarge.

Ternyata oh ternyata, ketika produksi minyak dalam wajah over dan bercampur dengan 'kotoran', salah satunya sel kulit mati, akan membentuk sumbatan sehingga minyak nggak bisa mengalir dengan bebas, sehingga pori-pori wajah jadi membesar. Kotoran tersebut ya disebabkan karena kesalahan saya sendiri sih, si couch potato yang paling males membersihkan wajah kalau pulang. Boro-boro pakai cleanser, cuci muka dan sikat gigi saja malesnya minta ampun!

Buat yang mengalami masalah seperti saya, PaulaChoice kasih beberapa tips untuk mengatasi enlarged pores, salah satunya ini :
Use a salicylic acid (BHA) exfoliant, in gel or liquid form, with absolutely no extraneous irritating ingredients. Gently exfoliating skin with a BHA can both remove excess skin cells from the surface of the face (so they don't build up in the pore) and exfoliate inside the pore (to improve its shape), allowing for a more even flow of oil. 

Nah, berhubung PaulaChoice punya produk untuk mengatasi ini, dia merekomendasikan satu produk dan 1 beauty tools :
1. Resist Daily Pore Refining Treatment Two Percent BHA
taken from PaulaChoice.com
Harganya lumayan mahal sih, sekitar US$ 28. Tapi salah satu temen yang doyan dan juara banget tentang skincare (you know who you are) merekomendasikan ini. Walaupun review di website PC ada yang nggak cocok sama sekali, tapi lumayan lah nilainya sekitar 4 di websitenya, dan sekitar 4,4 di website MakeUpAlley. Another #Wishlist, berhubung mahal kudu pinter-pinter cari timing sale, karena si PC ini nggak cuma dijual di websitenya tapi juga di Skinstore, CVS, dan lain sebagainya (Teteepp).

2. Professional Blemish Extracting Tool
taken from PaulaChoice.com
Yes, ini memang alat yang biasa digunakan mbak salon waktu kita facial. PaulaChoice menjual alat ini dengan harga US$ 13. Nggak begitu tahu sih beda alat ini dengan alat serupa yang dijual di toko kosmetik lokal di Indonesia, yang pasti kalau budget terbatas, lebih baik coba alat biasa saja, karena menurut saya budgetnya lebih baik dialokasikan untuk skincare diatas. 

Jadi, tambah bingung?
Samaaaaaaa!
Sambil nunggu sale season tiba, mungkin saya bakal ngatasin ini dengan rajin-rajin bersihin muka dan maskeran, plus mencoba cleansing oil atau cleansing balm, karena baca review dari temen juga, komedo bisa diatasi dengan kedua skincare tersebut sebagai cleanser. 

Cara Nabung ala (Mantan) Karyawan Boros

Sebagai (mantan) karyawan dengan gaji biasa-biasa aja tapi keinginan luar biasa, permasalahan saya sehari-hari Cuma 1 : TABUNGAN! Setiap gajian, bahagia Cuma bisa nemplok 2-3 hari, habis itu seminggu kemudian keadaan sama seperti sebelum gajian – mepet, makan ala kadarnya walaupun kadang-kadang kalau masih ada uang sisa makan siang diluar sama temen kantor. Kalau akhir bulan? Jangan ditanya, deh. Alhamdulillah mantan kantor saya dulu (sebenarnya) menyediakan makan siang gratis di kantor, yang kalau nggak diambil bisa ditukar paket nasi-ayam atau roti, jadi paling nggak dalam sehari makan siang atau makan malam masih bisa diatur, deh.

Masalah mulai datang waktu saya mau nikah. Kok tabungan nggak ada? Duit kemana aja, nih? Yang ternyata waktu saya lihat ke lemari pakaian dan sepatu saya tahu juga kemana saya nabung : online seller dan toko-toko di mall dan pusat perbelanjaan. Yap, saya hobi banget belanja walaupun Cuma seuprit. Walaupun Cuma baju seharga Rp 49,000,- tetapi dengan ongkir Rp 8,000,- karena sesama Jabodetabek.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati, jadi sekalian share tips menabung dari saya si mantan karyawan boros ini yaa..


Akhirnya semenjak 3 tahunan yang lalu saya memutuskan untuk menggunakan reksadana sebagai alat menabung saya ‘minimal’. Kenapa kok minimal? Karena apabila saya bulan tersebut ‘lupa’ menyisakan uang lebih untuk ditabung, paling tidak saya sudah punya tabungan di awal yakni reksadana. Karena itulah saya mendaftarkan diri saya sendiri pada program pembelian reksadana yang dipotong secara otomatis di tanggal yang sama setiap bulannya. Jumlahnya memang naik turun sih, kadang diatas jumlah nominal, kadang dibawah (sama kaya roda kehidupan, yeah rite), tetapi at least saya sudah punya cadangan kalau sewaktu-waktu saya butuh uang, deh! Walaupun nggak bisa mendadak, ya, karena biasanya butuh 3-5 hari kerja untuk uang kita bisa cair.

Saya dulu memutuskan menggunakan reksadana karena kebetulan 'tingkat keuntungan'-nya lebih tinggi dari yang ditawarkan oleh deposito, oleh karena itu waktu itu saya memutuskan mengambil beberapa jenis reksadana, yang keseluruhannya akan dipotong setiap bulannya dalam jumlah yang sama setiap saya habis gajian. Ada 3 jenis reksadana yang saya pilih, reksadana pasar saham, reksadana pendapatan dan reksadana campuran. 

Karena saya tidak berkeinginan mengambil reksadana saya dalam waktu dekat, maka saya mengambil reksadana saham dengan porsi paling besar (ada 2 buah, sedang yang lain masing-masing 1 buah reksadana). Hal ini karena nilai reksadana saham tidak bisa diprediksi, kadang bisa tinggi kadang bisa rendah, seperti sekarang (nilainya sudah turun 10% dari nilai nominal yang saya tabung). Kalau sedang begini saya hanya bisa pasrah, karena kalau dijual kan malah rugi, sedangkan harapan saya (dan teman-teman lain diluar sana) perekonomian Indonesia akan segera membaik, jadi ya saya putuskan tetap saya keep. 

And it works! Waktu saya memutuskan membeli rumah, ternyata saya baru mengetahui bahwa yang dibutuhkan bukan hanya ‘DP’ atau Down Payment alias Uang Muka. Ternyata ada biaya pengurusan KPR yang biayanya tidaklah sedikit. Waktu dapet perhitungan biaya dari notaris saya Cuma bisa tersenyum kecut, menyadari bahwa apa yang sudah saya tabung bertahun-tahun lamanya akan hilang dalam waktu sekejap.

Buat emak-emak, wanita-wanita atau adik-adik di luar saya yang nggak bisa pegang uang kas (karena selalu habis, nggak tahu kenapa), ide ini bisa banget dipraktekkan. Nggak harus reksadana, bisa juga melalui tabungan pendidikan yang programnya bermacam-macam (berbeda-beda setiap bank, kadang ada yang berhadiah, lho!), yang pasti usahakan setiap tanggal gajian, sebagian dari gaji tersebut sudah kita ‘amankan’ ke akun tabungan kita yang nggak bisa diotak-atik dengan mudah.

Yang dimaksud disini adalah bukan tabungan lain yang kamu punya akses dengan mudah atas atmnya, tapi coba buka akun tabungan yang proses pencairannya agak ribet dan rumit, jadi kamu membutuhkan waktu lebih kalau mau mencairkan tabungan kamu. Bisa lewat reksadana, tabungan pendidikan, unit link (seperti yang ditawarkan beberapa asuransi), atau bahkan menabung di deposito atau koperasi.

Untuk deposito dan simpanan koperasi, walaupun tingkat bunganya tidak besar, bisa jadi pilihan yang tepat, lho! Karena tingkat keamanan jumlah nominal kamu lebih terjaga, dan karena dibatasi oleh waktu jatuh tempo, jadi kita tidak bisa sewaktu-waktu mengambil deposito kita, atau kita akan dikenai denda sejumlah yang telah ditentukan lembaga keuangan tersebut. 

Nah, ternyata ada banyak ya cara-cara untuk menabung. Semoga bermanfaat ya,.. Jadi waktu isi SPT tahun depan nggak begitu sedih karena jumlah hartanya (baca:tabungan) sudah berkembang dari tahun lalu. Selamat Menabung!!!

PS :
Buat kalian yang kadang-kadang merasa gagal dan nggak bisa menabung, sering-sering main ke Cermati.com deh! Banyak tips-tips menabung disitu dan ada berbagai macam info tentang produk keuangan yang nggak banyak diketahui orang awam yang nggak banyak memahami tentang ekonomi. Semoga berhasil, ya!


 

Thursday, June 25, 2015

Buka Puasa Sehat : 'Fried' Quinoa

Sudah berbulan-bulan lamanya saya menjalankan hidup sehat. Sebenarnya lebih ke sok sehat sih, habis kalau pas cheating-day ga kira-kira kadang-kadang, pernah pesen McD jam 11 malem karena kelaperan ga jelas *ya sama aja keleeuss*

Kalo hidup sehatnya lagi kumat, nasi sebisa mungkin dijauhin. Sebenarnya saya masih makan nasi sih, mostly merah tp putih juga masih, apalagi kalau lagi malas masak dan ujung-ujungnya beli nasi di warteg, mana ada nasi merah? Hehehe

Berhubung bulan puasa, beberapa hari ini buka puasa pakai Quinoa (walau sesekali masih mengandalkan warteg langganan). Quinoa itu apa sih? Menurut Wikipedia, Quinoa atau Kinoa merupakan serealia semu yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indian di Pegunungan AndesAmerika Selatan. Kinoa disebut serealia semu karena bijinya bukan dihasilkan dari tumbuhan suku padi-padian. Daunnya dapat dimakan pula, sebagaimana bayam biji. Biji kinoa sangat ideal sebagai sumber gizi karena mengandung karbohidrat dan protein asam amino esensial yang lebih tinggi, juga sejumlah kalsium, fosfor, dan besi. Quinoa seringkali disebut sebagai salah satu superfood, karena kandungan nutrisinya yang lumayan banyak. Saya pribadi suka sekali dengan quinoa, karena rasanya masih lebih bersahabat dibanding 'nasi merah', tetapi tingkat kalorinya kalau nggak salah lebih rendah. Cara memasaknya pun mudah banget, kalau saya pakai rice cooker biasa. 

Berhubung kemarin kangen sama nasi goreng, akhirnya kepikiran buat bikin Fried Quinoa alias Quinoa Goreng. Sebenarnya ga fried-fried banget sih, karena masaknya pakai unsalted butter dan minyaknya cuma 1 sendok makan. Aku share sedikit ya cara memasaknya.. Gampang bgt karena disini alirannya praktis jadi pake bumbu jadi hahahaha..

Quinoa dan Bumbu Jadi yang saya pakai. Quinoa bisa beli di Ranch Market atau Kemchicks atau Hero, mau pake merk Bobsmill atau merk Ranch bebas.. karena sama kok semua. 

Cara masak Quinoa. 
Takaran airnya pun hampir sama kaya beras biasa, kok, cuma karena saya suka agak 'lembut' jadi takaran air saya selalu 1 buku jari (bukan 3/4 seperti kalau masak nasi). 

Bukan iklan berbayar, Rice cookernya pun standar banget, dan masak Quinoa pakai ini bisa banget...

Berhubung nggak ada sayur, saya memutuskan pakai kacang polong (ini sayur bukan ya?). Buat isiannya saya pakai chicken pastrami 2 lembar yang saya potong suwir dan 3 lembar lidah asap super tipis yang saya suwir juga. Bahan-bahan ini saya panaskan terlebih dahulu (kalau kacang polong saya taruh di air mendidih terlebih dahulu) di teflon, tanpa minyak sih karena kebetulan di lidah asap sudah dioles minyak sebelumnya. 

Isian tadi kemudian saya tumis pakai unsalted butter, plus telur 1 butir. Yep, saya campur aja gitu sampai telur terlihat matang (hehehe). 

Setelah Isiannya matang, quinoa dan bumbu jadi dimasukkan ke wajan. Sama persis kaya masak nasi goreng, deh!

Isian dan Quinoa kemudian dimasak, diudek (apa ya bahasa Indonesianya) sampai tercampur semuanya. Waktu mencampur ini baru saya tambahkan 1 sendok makan minyak goreng. 

YAY!
Beginilah keadaannya setelah semua tercampur rata. 

Quinoa Goreng siap disantap!

Super YUM!
Buat yang penasaran sama bentuknya Quinoa, ini foto jarak dekat ya..
Beda banget sama nasi, lebih tipis banget dr nasi.

Buat yang mau berbuka dengan yang sehat-sehat, yuk maree kita bikin Quinoa Goreng bareng-bareng.


Monday, June 15, 2015

Jadi, Sudah punya Baby?

Baby!!!

picture credited www.medicalnewstoday.com

Saya yakin banyak yang lagi tersenyum waktu baca judul blog ini. Ada yang langsung mengelus perut yang lagi mulai buncit, ada yang mungkin langsung cium bayi pertamanya yang baru lahir beberapa minggu yang lalu dan lain sebagainya. Tapi ada juga yang langsung mengernyit, dengan pandangan 'apa-sih-maksudnya' bahkan mungkin ada yang langsung mellow.

Saya (dulu, ya kadang-kadang masih sekarang sih) termasuk golongan yang kedua. Sebagai pasangan yang sudah menikah hampir 3 tahun, kami sudah kebal banget sama pertanyaan ini. Dari yang cuma jawab 'beloomm.. Doain yaaa...' sambil tersenyum manis (kalau yang nanya temen sendiri, karena surprisingly beberapa teman lebih memahami dan nggak bertanya lebih jauh) sampai tersenyum kecut kalau ada yang nambahin embel-embel di belakangnya (dari 'kamu kecapekan...' sampai 'memang kenapa sengaja nunda', tau dong yang biasa nanya siapa hehehe). Tapi Alhamdulillah orang tua kami supportif kok, nggak pernah berhenti berdoa dan kasih support, plus nggak pernah bikin kami down, Alhamdulillahirabbilalaminnn....

Lalu apa saja sih test yang sudah kami lakukan? What should we do, sebagai pasangan yang belum dikaruniai momongan, padahal temen kami yang nikahnya lebih dulu sudah hamil dan mau melahirkan bulan depan? Saya coba share langkah-langkah yang saya ambil ya.. Walaupun belum berhasil, semoga bisa memberi insight buat perempuan-perempuan hebat diluar sana yang sedang berusaha memiliki keturunan.

1. Pilih dokter kandungan yang kamu mau.
Ni satu yang penting. Sebelum melakukan rangkaian test pre-pregnancy yang harganya nggak murah itu, lebih baik search rekomendsi dokter yang bisa membantu proses fertilitas. Bisa minta rekomendasi siapapun, atau bisa juga search di google. Jangan lupa pilih rumah sakit yang bagus ya.. Nggak perlu mahal, tapi sesuai dengan kebutuhan kamu. Misal nantinya kamu pingin kasih asi eksklusif, cari rumah sakit yang mendukung rawat gabung (kita mah orangnya gitu, mikirnya jauh ke depan).
Saya waktu itu pilih RSIA Bunda Margonda karena letaknya dekat dengan rumah, milih dokternya pun pake feeling and turns out dokternya baik dan membantu banget!!! Jangan lupa sesuaikan budget ya, karena beberapa rumah sakit biaya jasanya lebih mahal dibanding yang lain.

2. Konsultasi tentang kondisi kamu dan suami
Setelah pilih dokter, konsultasi dulu tentang kondisi kamu dan suami. Saya dulu pernah disebut dokter lain sebagai penderita PCOs, jadi hal ini yang saya share ke dokter saya yang baru. Biasanya setelah itu dokter akan melakukan rangkaian tindakan seperti USG Dalem dan USG Luar. Dokter kemudian kasih kita tips dan obat, Alhamdulillah dokter saya dulu cuma kasih resep Metformin sama Asam Folat yang total biayanya hampir 1/10 dari biaya dokternya alias murah meriah. Dokter saya ini enak.. Saya disuruh dateng lagi di siklus berikutnya, yakni pas ketika habis mens dan obat yang diresepkan habis.

3. Rangkaian Tes
Setelah beberapa konsultasi dan belum hamil juga, dokter menyarankan kami melakukan beberapa tes untuk mendukung diagnosa dokter kepada kami berdua. Tes yang disarankan bukan hanya tes untuk calon inu tetapi juga calon ayah. Apa saja sih tesnya?

- Tes untuk calon ibu
1. Tes Hormon & Tes Darah
Tes ini dilakukan dalam 1 waktu. Saya inget banget waktu itu diambil darah banyak banget untuk semua tes ini. Hasilnya sih bisa diambil dalam waktu 1 hari, harganya sekitar 1,5juta-2jutaan untuk keseluruhan test kalau nggak salah. Kalau nggak salah tes ini bagus buat yang siklus menstruasinya kacau, salah satunya ada tes terkait dengan kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), PRL (Prolactin) dsb.
2. Tes darah TORCH
Sebenarnya ini nggak wajib, dokter juga nggak menyarankan tapi kemarin saya ambil tes ini juga sih. TORCH ini adalah tes untuk menguji antibodi kita terhadap Toksoplasma, Rubella dan CMV (Cytomegalovirus) dan HMV (Herpes 1 & Herpes 2). Kenapa nggak wajib karena penyakit ini sebenarnya bahaya apabila kita terjangkiti virus ini ketika kita akhirnya berhasil hamil. Saya nggak begitu paham sih tentang virus TORCH ini, tetapi sepemahaman saya apabila kita terkena virus ini, bayi dalam kandungan kita juga akan terkena dan obatnya akan dibutuhkan bahkan bertahun-tahun setelah dedek bayi lahir. Kasian, kan? Tes ini diharapkan dapat mengantisipasi itu, jadi dokter bisa mengobati sebelum kehamilan terjadi sambil kita melakukan terapi-terapi untuk fertilitas. 
3. HSG
Untuk HSG, tes ini semacam XRay. Jadi ceritanya nanti suster akan memasukkan cairan kontras ke dalam alat kelamin, kemudian akan dilakukan XRay untuk melihat apakah cairan kontras tadi berhasil melewati tuba falopi atau tidak. Efeknya : MULES! You know the feeling when you want to poop tapi ternyata itu cuma mules belaka tapi mulesnya banget LOL. 
Dari HSG diketahui lebih lanjut apakah tuba falopi kita masih berfungsi dengan maksimal atau nggak.
- Tes untuk calon ayah
Tes untuk calon ayah singkat padat dan jelas : Tes Sperma. Hasil dari tes sperma itu bisa diketahui biasanya 1 hari, dan nanti bisa diketahui juga kualitas sperma sang calon ayah gimana karena di dalam lembaran hasil ada perbandingan standar normalnya. 
Hasil tes sperma biasanya dikonsultasikan lagi sama dokter Androginy. Jadi nanti calon ayah akan diberi rujukan oleh dokter kita untuk konsultasi ke dokter lain. 

Biaya tes diatas sebenarnya tergantung rumah sakitnya, walaupun nggak menampik kenyataan bahwa rata-rata harganya memang mahal. Saya sempat ganti dokter lho karena lab yang dirujuk dokter tersebut menyebutkan angka yang cukup fantastis akan biaya tes-tes diatas (kalau saya nggak salah sekitar total 10jutaan lebih). Jadi sesuaikan dengan budget, jangan sampai ganggu anggaran kita.

Konsultasikan lebih lanjut hasil tes kamu dengan dokter. Kalau ternyata masih belum berhasil juga gimana? Berdoa ya... Nggak ada yang nggak mungkin, kok! Bismillaaaahh....

Love,
Myria Rafiz

Saturday, June 13, 2015

LOTD : 3 Shades of Pinks!

atas ke bawah :
LA Girl Matte Tulle - Bourjois RV 05 Ole Flamingo - MUA Luxe Velvet Criminal

Sebenarnya waktu nyoba-nyoba lipen ini posisinya saya lagi harus menyelesaikan 1 deadline tugas akhir, LOL. I just cant help it.

Setelah jualan lipen di KailieShoppe (or FB) saya jadi lemah banget. Kalau liat ada lipen nganggur dan belum laku-laku, keinginan buat memilikinya gede banget, deh! Kecintaan pada lipen sebenarnya dimulai ketika di Path banyak banget bencong lipen bertebaran (lirik anak-anak FD). Yang tadinya pake lipen jarang-jarang, jd mulai penasaran dan jualanlah juga akhirnya. 

Lipen favorit saya salah satunya adalah Bourjois Rouge Velvet (yess.. yang termahsyur sampe sempet sold out di seluruh Jakarta sampe berbulan-bulan lamanya itu). Awalnya saya demen banget sama Nude-ist, tapi kok ketika nyoba Ole Flamingo suka banget? Padahal warnanya PINK FUSHIA JRENG MENTERENG! 

Lipen yang saya coba hari itu yang kedua adalah LA Girl Matte. Berhubung waktu barang dateng tullenya ada banyak, saya ambillah si Tulle ini sebagai hak milik. Masyaallah warnanyaaa.. ssusah banget ditangkep kamera. Pencahayaan bener-bener kudu maksimal (dan sepertinya paling bagus kalau di bawah sinar matahari, deh!), kalau nggak yang ketangkep adalah warna ungu (yes.. ungu!)

Warna terakhir adalah MUA (MakeUp Academy) Luxe Velvet yang Criminal. Saya sadar sih sepertinya ini salah satu yang saya salah shade juga (sepertinya Funk lebih cocok di muka, sih). Criminal ini warnanya TERLALU mentereng, jatuhnya kalau di bibir hitem nggak terlalu cakep, karena dia nggak seungu Funk tp juga nggak terlalu muda. Pusing, kan? 

LA GIRL MATTE PIGMENT GLOSS - TULLE

ungu muda! IRL sebenarnya pink jambon


slightly pink - keliatan kan? no flash ya..


(+)
- Harganya Murah (OfKors)
- Pilihan warnanya banyak
- Lumayan tahan lama, walaupun kudu dipakein lipbalm yah sebelum pake ini
- Gampang kering (dries matte)
- Pigmented

(-)
- Kudu pinter pilih warna, karena kalau check swatch di google warnanya bisa beda-beda di masing-masing orang
- Warnanya lebih cakep yang gelap.. kecuali untuk beberapa orang yang suka warna neon ngejreng
- Di beberapa orang hasilnya kurang bagus, setelah beberapa lama berbubuk dan jadi ga cakep
- Aplikatornya susah dipakai, dan cara pakainya (seperti liquid ls yang lain) kudu tricky biar warnanya menyatu di seluruh bibir

Repurchase?
Untuk Tulle - definitely no! 
Tapi sepertinya untuk bakal beli warna lain seperti Rebel, Secret dan Backstage

-----------------------------------------------------------------

MUA LUXE VELVET - CRIMINAL

nggak rapi? in my defense - ini udah much more better daripada sebelumnya, dan aksi nyoba-nyoba lipen ini terinspirasi dari video YouTube yang dilihat 5 menit sebelumnya


Warnanya terlalu neon jreng. Sebenarnya nggak begitu suka, tapi kalau suka jadi pusat perhatian warna ini cakep banget kok. Apalagi buat dipake malam hari. 

(+)
 - Dries Matte (Gampang banget keringnya)
- Tahan lama
- Pigmented, dan pilihan warna-warnanya cakep!
- Nggak bikin kering

(-)
- Aplikatornya agak susah menjangkau pojok dan ujung bibir, sehingga butuh bantuan lip brush supaya rata
- Karena cepet banget kering, warnanya jadi susah merata

Repurchase???
Yes! Harganya lumayan murah kok (di @KailieShoppe 140rb dan lagi promo pula free ongkir)!
Next sepertinya mau coba Reckless atau Halycon.

-----------------------------------------------------------------
BOURJOIS ROUGE VELVET 05 - OLE FLAMINGO



MY FAVE LIPEN EVER!
Selain warna ini juga punya warna 01 (Personne en Rouge), dan cakep banget dipakenyaa!

(+)
- Bourjois ini kalo nggak salah merupakan salah satu merk makeup yang paling 'sehat', jadi ini salah satu plusnya pake lipen ini.
- Nggak bikin kering!
- Super pigmented! Warnanya cakep banget, dan so far this is the best fuschia lipen on my lips!
- Tahan lama

(-)
- Keringnya agak lama, awalnya memang kelihatan glossy tapi seiring dengan berjalannya waktu dia matte kok!
- Paling gampang dihapus (2 brand lain susah banget)
- Harganya lebih mahal dibanding 2 brand lainnya

Repurchase???
Of Course!
Next sepertinya mau coba GrandCru (08) dan BeauBrun (12).

-----------------------------------------------------------------

THANKS!
SEE YOU SOON with different lipen color LOL
Related Posts with Thumbnails