Featured Post

Ayo Liburan bersama PegiPegi!

Berhubung kemarin tanggal 26 Oktober saya dan suami merayakan anniversary yang kelima, beberapa kali kami sempat mendiskusikan tentang renc...

Tuesday, December 12, 2017

Bio Oil, My Skin Saviour

Sebagai newbie dalam dunia per-skincare-an, saya sering banget mudah tertarik dengan skincare baru yang membawa embel-embel radiance, refine pores - yang biasanya akan membawa saya pada produk peeling yang tentu saja mengandung acid. Selain itu, saya juga mudah banget tertarik dengan pembersih muka yang membawa klaim clogging pores. Sayangnya semua produk tersebut cenderung membawa minyak di wajah - yes, minyak yang memang diproduksi wajah kita untuk menjaga kelembapan alami di kulit, sehingga untuk kulit yang cenderung kering, wajah saya mudah banget dehidrasi. 

Sedih, ya! Kulit saya jarang banget jerawatan kecuali kalau lagi hormonal breakout, tetapi kalau kena produk yang 'agak keras' langsung ngambek dan dehidrasi. Dehidrasi ini selalu muncul di pipi kanan bawah, kulit saya jadi mengelupas dan kasar banget, kadang-kadang serabut-serabut kulitnya suka muncul (serem nggak, sih?). Walaupun begitu kalau kena toner atau facial wash bagian ini nggak perih sama sekali. 

Waktu diinfo mama saya tentang Bio Oil ini, saya agak skeptis sih. Setahu saya Bio Oil ini lebih banyak berfungsi untuk stretchmarks dan bekas luka. Setelah menilik lebih banyak, saya baru tahu bahwa Bio Oil ini juga bisa digunakan di wajah untuk mengatasi uneven skin tone, penuaan dini dan dehidrasi pada kulit. Ternyata Bio Oil ini memang spesialis perawatan kulit, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. 

Selain itu, karena produknya hadir tidak hanya dalam ukuran besar tetapi juga dalam ukuran travel size yakni 25ml, Bio Oil juga mudah dibawa kemana-mana. Mama saya sempat bercerita mengenai pengalamannya membawa Bio Oil ke Jepang seminggu yang lalu. Karena udara disana sangat dingin (hampir 1 derajat!), kulit jadi mudah kering. Untuk mengatasi hal ini, Mama saya menggunakan Bio Oil 2 kali sehari yakni setiap pagi dan malam hari. 


Menurut mama saya, sebelum menggunakan skincare seperti serum, pelembab wajah dan sunscreen (pada pagi hari), mama saya memijat wajahnya dengan Bio Oil ini. Sambil dimassage, perlahan produk dioleskan ke wajah hingga meresap, baru deh menggunakan rangkaian perawatan lainnya. Begitu pula apabila kulit wajah dirasa kering ketika sedang jalan-jalan, mama saya juga mengoleskan Bio Oil ini ke wajah, sebelum kemudian reapply sunscreen. Oh iya, mama saya ini jarang banget dandan kecuali kalau kondangan, sehingga ketika reapply tidak begitu masalah untuk beliau karena tidak perlu dandan ulang. Beliau sih cukup puas dengan hasilnya ya, karena selain kulit tidak dehidrasi selama travelling, kulit juga semakin kencang. 

Bio Oil memiliki 3 size, yakni 125ml dengan harga berkisar antara Rp 200.000,-, 60ml dengan harga Rp 125.000,- dan Rp 25ml dengan harga Rp 60.000,-. Ukuran yang paling kecil ini selain ringkas juga tepat banget buat yang penasaran dan mau mencoba produk ini. Jangan lupa sering-sering mampir ke drugstore langganan ya, karena mama saya berhasil membeli produk ini waktu diskon 25%!

Saya sendiri baru menggunakan Bio Oil satu minggu belakangan. Waktu mengetahui kulit saya dehidrasi lagi, saya langsung panik dan bertemulah dengan produk ini. Beberapa tahun yang lalu saya pernah menggunakan produk ini untuk membantu menghilangkan bekas luka di kaki saya, dan it really works! Makanya waktu membaca bahwa produk ini cocok untuk kulit dehidrasi, saya agak skeptis: masa sih produk ini selengkap itu fungsinya?

Untuk mengatasi kulit dehidrasi, uji klinis Bio Oil menyebutkan bahwa dalam tiga hari pemakaian produk ini dapat mengurangi tingkat kekeringan dalam kulit. Pasca penggunaan Bio Oil selama 2 kali sehari setelah 1 minggu, it really shows improvement, sayangnya karena saya lupa foto before after jadi perbandingannya tidak terlihat. Hingga saat ini kulit saya masih dehidrasi, tetapi sudah jauh sangat membaik dibanding seminggu yang lalu. Kulit yang mengelupas sudah tidak ada, tetapi masih ada bagian kecil di kulit saya yang sangat kasar dan kering banget. Oh iya, sedikit disclaimer dari saya, Bio Oil ini tidak boleh digunakan pada kulit dengan luka terbuka dan kulit yang rusak ya! Kulit wajah saya yang dehidrasi hingga saat ini tidak mengalami iritasi sehingga masih aman untuk mengaplikasikan Bio Oil di sekitarnya. 

Hingga saat ini saya masih secara rutin menggunakan Bio Oil. It shows improvement on my skin, dan saya yakin kalau saya menggunakan produk ini secara berkala perlahan pasti dehidrasi saya akan hilang dan kulit saya akan kembali sehat lagi. Oh iya, untuk membantu pemulihan kulit dehidrasi mungkin bisa menghindari produk-produk yang berbentuk clay, karena produk yang berbentuk clay biasanya akan menarik kotoran-kotoran yang ada dalam kulit kita, termasuk minyak yang ada di kulit, sehingga akan menyebabkan kulit tambah kering. Pastikan menggunakan toner, serum, moisturizer serta masker yang memiliki extra hydration, termasuk Bio Oil ini. 

COMMITMENT!

Buat yang masih penasaran dengan review Bio Oil, bisa mampir ke Female Daily ya! Bio Oil ini memenangkan Female Daily Best of Beauty Awards tahun 2016 lho! Silakan cari reviewnya disini ya..

#BioOilXFD #BioOilInspiresYou  #BioOil25ml

 

Monday, November 27, 2017

LOTD: Maybelline The Powder Mattes!

Birthday Comes Early?

LIPSTICK!
Me and Lipstick are always have love hate relationship! Pasca kegandrungan akut dengan skincare, dompet saya kurang bisa mentolerir kecintaan saya dengan lipstik sehingga jumlah lipstick 'baru' yang saya punya selama 1 tahun (well, OK -  6 Bulan) belakangan literally bisa dihitung pakai 10 jari. Karena saya jatuh cinta akut dengan Salmas Story-nya Charlotte Tilburry, hampir setiap hari saya pakai lipstik itu sampai bener-bener habis itu lipstick LOL. 

Dalam pencarian lipstick matte yang cakep tapi nggak bikin kering baik bibir maupun dompet, akhirnya datangnya 19 pcs Maybelline The Powder Mattes ini. Sejujurnya saya penasaran banget dengan lipstik ini karena sewaktu saya lihat iklannya di Youtube, The Powder Mattes mengklaim bahwa lipstik maybelline yang baru ini tidak membuat bibir kering walaupun hasil akhirnya matte dan digunakan berlayer-layer banyaknya. Walaupun begitu saya sempat agak ragu. Karena memiliki bibir yang hitam, agak susah mencari lipstik untuk bibir hitam, apalagi untuk warna-warna nude baik dengan base coklat maupun pink. Lipstick yang bagus untuk bibir hitam rata-rata hasil akhirnya sheer, karena kalau matte biasanya hasil akhirnya kurang cocok dan nggak sesuai dengan warna 'yang seharusnya'. 


Maybelline The Powder Mattes ini sebenarnya hadir dalam 20 varian warna, tetapi karena salah satu warna yaitu Touch of Nude kosong, akhirnya saya 'hanya' memperoleh 19 varian warna saja. The Powder Mattes adalah lipstick matte ultra-lightweight pertama dari Maybelline New York, dengan hasil akhir perfect matte yang terasa ultra-ringan di bibir. Poin pertama yang saya rasakan adalah The Powder Mattes ini adalah matte lipstick yang nggak membuat bibir pecah-pecah atau tambah kering, sehingga lipstik ini cocok banget untuk bibir kering. The Powder Mattes juga merupakan lipstik yang bagus, karena selain tahan lama, lipstik ini mengandung honey nectar yang dapat menjaga kelembutan bibir. Harganya pun sangat amat serasi dengan kantong, yaitu sekitar Rp 105.000,-.

19 warna Maybelline The Powder Mattes

Warna pertama yang aku coba: NOIR RED

Warna Noir Red ini merupakan warna merah tua, mungkin agak-agak burgundy kali ya. Percaya nggak, 11 layer Noir Red bener-bener nggak berasa apa-apa di bibir. Ringan banget! Yang saya suka lagi, Maybelline Powder Mattes ini gampang banget dibersihkan. Hari ini saya 'cuma' menggunakan Micellar Water untuk menghapus lipstiknya, dan saya cuma perlu 1 sisi kapas untuk menghapus semua lipstick dari bibir saya, walaupun 11 Layer sekalipun. 

Salah satu warna yang agak tricky tapi I really hope it can work: Barely There. Warna ini harusnya nude pink, dan di aku nude ini agak fail sedikit sih. Kalau nggak dipaduin makeup yang sesuai, bakal kelihatan terlalu pucet di aku, mungkin karena kulitku sawo matang. Tapi so far aku suka sih, karena bisa nutupin spot hitam yang ada di bibirku - its like perfectly nude untuk bibir hitam. 

Untuk warna lain, shadenya kira-kira dibawah ini ya... Rata-rata setiap warna aku pakai 3-5 layer, karena kalau dioles 1x warnanya agak susah keluar (dan nggak bisa nutupin spot hitam di bibir). Tapi untuk warna bold seperti merah atau pink ngejreng, cuma 1-2x swatch udah keluar warnanya. 


Dan dari warna-warna diatas, ini warna-warna favoritku:

Nude Illusion - Coral Passion - Technically Pink - Fuschia Flash - AvenueC - Get Red-Dy - Pink Potion

Anyway, saya juga mencoba torture test dengan cara membandingkan Maybelline Powder Mattes dengan 2 liquid lipstick matte yang saya punya. Dua-duanya adalah brand dari US, yang satu harganya sebanding dengan Maybelline Powder Mattes (Brand 2) dan yang satu lagi hampir 4x lipat lebih mahal dari Powder Mattes (Brand 1). 



Hasilnya?????
Dua-duanya bahkan saya nggak mampu pakai sampai 30 layer. Video di atas membandingkan reaksi bibir saya waktu pakai ketiga lipstick tersebut. #ByeHeavyMatte banget deh waktu pakai Powder Mattes, bener-bener ringan! Untuk brand 1, bibir rasanya tebel banget bahkan waktu di layer ke-10, cm masih mampu lah sampai layer ke-20. Untuk brand 2, saya bahkan udah ga mampu pakai layer lebih dari 10: rasanya bibir tebel dan lengket banget. 

Oh iya, waktu dihapus, saya masih bisa menggunakan 1 sisi kapas dengan menggunakan micellar water untuk 30 layer Plum Perfection dari Powder Mattes (!!!), sedangkan untuk brand 1 dan brand 2 bahkan 2 sisi saja nggak mampu menghapus semua lipstick dari bibir. 

Super Recommended banget emang lipstick maybelline matte The Powder Mattes ini! Walaupun saya udah punya 19 warna, rasa-rasanya saya akan tetep mencari The Touch of Nude karena kalau melihat review dari beberapa orang, warnanya bener-bener perfect brown nude banget, cocok untuk bibir hitam seperti saya! Oh iya, untuk informasi tambahan, sementara Touch of Nudes ini sudah out of stock ya, karena Touch of Nude ini warna favorit banget di Maybelline The Powder Mattes. Saya nggak akan menyerah untuk mencarinya! *gigih mode on*

Produk Maybelline Powder Mattes ini bisa dibeli di Lazada, Counter Maybelline di Matahari Dept. Store, drugstore terdekat di kota kamu serta toko-toko kosmetik.

Jadi, kamu mau beli shade yang mana? 


Monday, November 13, 2017

Go-Food Apa Hari Ini: FLIP BURGER!

Hayo, disini #TeamKulitAyam atau #TeamDagingAyam kalau makan ayam?
Saya sih tentuuuuuuuuuuuu yang pertama! #TeamKulitAyamHargaMati

Makanya saya super seneng waktu tahu ada fastfood baru di Jakarta yang jualan Kulit Ayam dengan harga super murah dan enak. Biasanya sih saya beli kulit ayam di Carrefour, itupun nggak semua Carrefour menjual kulit ayam yang sudah digoreng ya.. #Sedih.

Taraaaa!


Sesuai dengan namanya, Flip Burger ini memang sebenernya main businessnya adalah jualan burger. Tetapi salah satu appetizer yang dia jual adalah chicken skin, alias kulit ayam maluv. Flip Burger sendiri saat ini udah punya beberapa cabang lho di Jakarta, salah satunya di Senopati, Pondok Indah dan di Jl. Panjang, Kebon Jeruk. 

Based on information from their Facebook Page, ini alamat cabang-cabangnya Flip Burger:
Flip Burger Senopati
Jl. Senopati No. 27 RT. 06/03 Senayan Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12190
021 5279936
Open 07:00 - 22:00
http://bit.ly/flipsenopati

Flip Burger Kebon Jeruk
Jl. Panjang Arteri Kelapa Dua No. 18. RT. 02/02. Kebon Jeruk Jakarta Barat 11530
021 22123832
Open 07:00 - 22:00
http://bit.ly/flipbonjer

Flip Burger Karawaci
Jl. Boulevard Diponegoro No. 106. Bencongan Kelapa Dua Tangerang Banten 15810
Open 24 Hours
http://bit.ly/flipkarawaci

Flip Burger PIM 1
Jl. Ciputat Raya RT. 01/08. Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12310 
021 7512369
Open 10:00 - 22:00
http://bit.ly/flippim1

Flip Burger Plaza Pondok Indah 6
Jl. Margaguna Raya No. A2 RW. 15. Pondok Pinang Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12140
021 75816581
Open 07:00 - 23:00
http://bit.ly/flippink

Chicken Skin! 

Untuk burgernya sendiri saya belum pernah coba, kalau kata adek saya sih biasa aja rasanya (mungkin karena kita berdua bukan pecinta burger kali, ya!). Nah selain chicken skin, yang saya pernah coba adalah Bacon & Cheese Tots Fries. Kalau ini ujung-ujungnya saya eneg sih, karena kentangnya udah asin, ditambah bacon dan cheese yang nggak kalah asin. Masalahnya harganya cukup 'terjangkau', yaitu antara Rp 15.000,- sampai Rp 20.000,- untuk side dishnya, jadi suka 'kalap' waktu pesen di kasir. 

chicken finger

Chicken Finger ini salah satu favorit juga, cuma kalau terlalu lama dimakan suka 'bengep', mungkin karena kebanyakan minyak. Emang yang paling nampol disini kalau menurut saya ya si chicken skin, karena kombinasi semuanya pas banget! Nggak terlalu banyak, sehingga kalau makan 1 porsi pun saya nggak eneg. Plus kalau dimakan nanti-nanti, rasanya masih crunchy! 

Anyway, hati-hati ya jangan kebanyakan! Nanti tiba-tiba perutnya buncit LOL.

 
Related Posts with Thumbnails