Wednesday, February 22, 2017

Tes Perut di Warmindo Abang Adek

Sebagai salah satu generasi millenials yang kerjaannya nonton YouTube, saya keranjingan banget sama postingan Ria dari MalesBanget yang hobi banget menchallenge dirinya sendiri untuk makan Mie Abang Adek. 


Awalnya sih saya sekeluarga pingin makan SS (Warung Super Sambal) di Tanjung Duren. Sesampainya disana, ternyata SS-nya antri paraaah! Akhirnya kami memutuskan ke warung sebelahnya, yang ternyata salah satu tenantnya adalah Warmindo Abang Adek!

Credited to Zomato

Saya memutuskan untuk memesan Internet (saya lupa, single atau double ya?), dengan range Pedas Garuk - kata masnya sih Cabe 50 ya... Mama Papa saya sempat sewot melihat saya makan cabe segini banyak. Bahkan adek saya sempat bilang, "Ini sih makan cabe pake Mie!"

Jangan tertipu ya.. Itu dibawah Indomie tersembunyi Cabe yang aduhai banyaknya. 

Setelah 3 gelas es teh manis! 
Sumpah ini cabe masih sebanyak ini dan saya nggak sanggup lagi. 

Pelajaran:
Besok-besok kalau kesini lagi pesen aja yang Sedeng atau Pedes!

 

Tuesday, February 21, 2017

Makan Mie Jogja di Jakarta?

Sebagai orang Jogja yang nggak begitu doyan mie Jawa, saya bisa dibilang jarang banget hunting kulineran seputar Mie Jawa. Pernah satu atau dua kali saya makan Mie Jawa pinggir jalan Raya Sawangan yang kata tetangga saya enak, tetapi pasti ujung-ujungnya kecewa karena sebagian besar kurang cocok di lidah (atau in my case, kebanyakan micin LOL).

Beberapa minggu yang lalu salah seorang atasan saya yang berasal dari Jogja sempat bercerita tentang suatu warung di Lebak Bulus yang Mie Jawa-nya kata beliau enak sekali. Beliau menyebutkan bahwa warung ini menjual Mie yang digoreng di atas tungku, jadi rasanya beda dari mie jawa lainnya. Selain itu, harganya cukup murah untuk kelas makanan di Jakarta. 

Kemarin malam, setelah berkutat dengan Kidz Station Warehouse Sale sehari sebelumnya dan pulang dengan tangan hampa, kami memutuskan untuk refreshing (ceileh) sejenak sebelum pulang kerumah. Karena lokasinya yang searah dengan jalur pulang, akhirnya saya mengusulkan ke suami untuk mampir ke sini dan makan Mie Jawa. Alhamdulillah suami setuju! Lets Goooooooo!

BAKMI MANGKU!
PS : Kalau nggak salah namanya ini yah, soalnya sepertinya warung ini termasuk baru dan belum bisa aku temukan di Google. 

Alamat:
Jl. Punak, Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat 16514 - satu warung dengan Bakmi Tepe, tepat Warung Nasi Ceu Emi 

Lokasi tepatnya kalau mau lihat ada dibawah ini ya, aku screenshot dari laptop. Letaknya sekitar 100 Meter sebelum RS Puri Indah - Cinere:
Credited from: Google Maps & Google
Lokasi menurut GMaps : Here

Kami berdua masing-masing memesan Mie Godog dan Mie Goreng Jawa, tanpa sayur dan pedesss! 

Mie Godog Jawa - harusnya kami pesan yang nyemek yah, 
sayangnya di menu nggak ada jadi nggak kepikiran

Mie Goreng Jawa

RASA
Rasanya lumayan, walau belum membuat saya teringat Jogja dan mie jawa favorit saya yaitu Bakmi Kadin. Mie Jawa di Jogja (khususnya Godog) biasanya memiliki khas sendiri, yaitu Bakminya besar-besar, kalau Mie Mangku ini bakminya standar sih ukurannya, walaupun porsinya cukup mengenyangkan!

HARGA 
Luar biasa, sih! Rp 15.000,-/Mangkok! Total keborosan kami tadi malam adalah Rp 36.000,-, yaitu Rp 30.000,- untuk makanan dan Rp 6.000,- untuk 2 gelas es teh manis. 

LOKASI:
Gampang kok ditemuin, hanya saja tempatnya cukup kecil, jadi kalau buat makan sekeluarga besar sepertinya agak kurang cukup tempatnya. Tapi kalau dari kebersihan dan kenyamanan, lumayan kok!

Oh iya, selain Mie Goreng & Mie Godog, Bakmi Mangku juga menjual Nasi Goreng, lho! Sebenarnya penasaran juga sama ini tapi karena kemarin kepingin makan Mie alhasil kami berdua pesan Mie deh!

Review singkat kami berdua tentang Bakmi Mangku:
Rasa : 3.50 dari 5.00
Harga : 5.00 dari 5.00
Tempat : 3.50 dari 5.00

Definitely akan kesini lagi karena cukup recommended buat penyuka mie jawa!

 

Sunday, November 27, 2016

Urgent Wishlist: LAPTOP BARU!

Tepat senin malam satu minggu yang lalu, saya panik-panik sendiri nggak jelas. Pasalnya, Longchamp mengadakan (lagi) annual sale, yang kalau dilihat dari pengalaman tahun kemarin sih lumayan banget, ya diskonnya! Plus ditambah ada diskon 10% kalau beli 2 dan 15% kalau beli 2 dengan kartu kredit tertentu. Kebetulan saya (dan adik saya) ada barang yang sudah saya impi-impikan dari setahun ini, yaitu Tas Laptop alias La Porte Document.
Longchamp La Porte Document
Hari Selasa saya kesana pada saat makan siang, dan astagaaaaaa itu counter Longchamp penuhnya minta ampun! Padahal harganya ‘biasa’ aja, memang sih untuk beberapa produk last season didiskon 20%, tetapi harganya masih 1 jutaan lah yang paling murah. Saya berniat balik lagi ke counter malam harinya, dengan tekat bulat membeli tas laptop baru. Tapi pada saat minta ijin suami saya, niat saya langsung runtuh. Katanya: “Kamu yakin mau beli tas laptop mahal-mahal ‘Cuma’ buat laptop kantor, padahal kamu sendiri belum punya laptop yang proper?

JLEB! Bener, sih. Dirumah saya memang ada 3 Laptop (sombong), tapi nggak ada yang proper. Laptop saya yang paling tua, baterainya udah nggak bisa dipakai dan layarnya udah mati, sehingga harus dipasang menggunakan monitor tambahan kalau mau digunakan. Laptop yang satu lagi, hibah dari Bapak saya, kalau dipakai agak lama dan mulai panas, tiba-tiba mati sendiri, dan itu berlangsung berulang-ulang sampai saya lelah sendiri. Laptop terakhir, netbook kece pilihan saya, kena virus dan hingga saat ini lemotnya minta ampun.

Peer baru nih buat saya menemukan Laptop, yang harganya terjangkau tapi ringan dan nggak gede-gede banget. Pasalnya, walaupun memang saya membutuhkan laptop ini dasarnya buat bekerja, saya juga butuh laptop untuk mendukung kegiatan saya sebagai mahasiswa (yang mana sebisa mungkin jangan berat-berat) dan sekaligus enterpreneur, alias mbak-mbak online shop. Kalau laptopnya terlalu besar dan berat, susah juga kan kalau tiba-tiba harus check instagram tetapi mengambil laptop dari tas aja jadi peer tersendiri buat kita?


Waktu saya lihat iklan tentang Acer Switch Alpha 12, rasa-rasanya kaya gayung bersambut banget! Selain desainnya yang ‘langsing’, ringan dan hybird (alias bisa ‘dilepas’ jadi tablet), ternyata laptop ini fanless! Acer Switch Alpha 12 ini ternyata memiliki sistem pendingin tanpa kipas, atau yang disebut sebagai Liquid Loop, sehingga selain membuat laptop ini tidak gampang panas walaupun digunakan 2 jam nonstop, seperti yang disebutkan seorang ilustrator Diela Maharanie di YouTube Acer Indonesia.


Setelah saya baca-baca, sistem fanless ini tidak hanya berguna untuk membuat laptop tidak mudah panas, tetapi juga supaya lebih tahan lama. Pasalnya, debu yang menempel pada kipas sangat berpotensi membuat suhu laptop menjadi panas dan overheat, yang mana dapat merusak motherboard. Nah, ini mungkin yang terjadi dengan laptop saya yang mudah mati itu, karena terlalu banyak debu yang menempel, sehingga membuat umur laptop menjadi pendek dan mudah rusak. Selain itu, sistem fanless ternyata juga membantu menghemat daya baterai, lho!

Yang saya suka lagi dari laptop ini adalah laptop ini dilengkapi dengan processor Intel Core I generasi ke-6. Berdasarkan pengalaman saya selama bekerja, saya agak kurang cocok dengan netbook yang biasanya processornya belum Core I series, karena ternyata pada saat saya bekerja (terutama dengan excel) saya membutuhkan processor yang lebih kuat, atau worksheet Ms. Excel yang sedang saya gunakan akan crash. Berdasarkan pengalaman, notebook dengan i3 pun saya masih sering crash, sehingga saya happy banget waktu melihat Acer Switch Alpha 12 ini ternyata hadir dalam i5 dan i7. Menurut saya ini merupakan salah satu nilai plus dari laptop Acer Switch Alpha 12 ini, karena sebagian besar dari teman-teman pasti juga sudah tau sebagian besar hybird laptop biasanya hanya dilengkapi dengan processor standar netbook, dan kalaupun ada pasti harganya super duper mahal (diatas Rp 20 Jutaan).

Laptop ini dibanderol dengan harga Rp 13,799,000.00 untuk Core i5 dan Rp 19,999,000.00 untuk Core i7, lumayan banget kan harganya? Menurut saya sesuai dan worthed lah apabila dibandingkan dengan kualitas yang diperoleh. Saya pribadi pun suka sekali dengan produk ini, karena Acer Switch Alpha 12 ini cukup ringan untuk bisa dibawa-bawa ke kampus, bisa saya ubah menjadi tablet sehingga bisa memudahkan dalam upload produk jualan saya di media sosial, sekaligus cukup canggih untuk dapat membantu saya dalam bekerja. Kalau biasanya saya harus membawa laptop dan tablet untuk kegunaan yang berbeda, dengan Acer Switch Alpha 12 ini saya hanya perlu membawa 1 gadget untuk semua kebutuhan saya. 

Keunggulan Acer Switch Alpha 12

Berikut adalah beberapa keunggulan Acer Switch Alpha 12 lainnya:
  1. Dapat dengan mudah berubah dari mode tablet menjadi notebook hanya dengan melepas dan memasang kembali keyboard docking yang dilengkapi engsel magnet. Notebook ini juga dilengkapi kickstand yang bisa diatur sudutnya hingga 165 derajat.
  2. Dilengkapi dengan port USB Type-C dengan USB 3.1 gen 1, sehingga proses transfer data bisa lebih cepat.
  3. Hadir dalam layar 12 inci yang memiliki resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) dan telah dilengkapi teknologi IPS, sehingga cocok banget apabila digunakan untuk bekerja dengan spreadsheet. Selain itu, Acer Switch Alpha 12 juga dilengkapi dengan pena digital Active Pen. Hello, Baby!
Spesifikasi 

Now that we already know the price, the spesification, and the features, tinggal mempertimbangkan satu hal lagi : MENABUNG! Acer Switch Alpha 12 ini definitely sudah masuk list wishlist saya dan suami. Tinggal berdoa saja, nih, semoga jodoh saya ya si Acer Switch Alpha 12 ini LOL. 

Anyway, buat yang mau tau lebih lanjut tentang Acer Switch Alpha 12 dan teknologi di dalamnya, silahkan melihat video dibawah ini yaaa...


Selamat Berbelanja Laptop Baru!

Related Posts with Thumbnails